• Document: PEGARUH RUMPON ATRAKTOR CUMI TERHADAP HASIL TANGKAPAN CUMI- CUMI DI PERAIRAN TUING, BANGKA
  • Size: 535.44 KB
  • Uploaded: 2018-12-05 20:58:57
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

AKUATIK- Jurnal Sumberdaya Perairan ISSN 1978 - 1652 Volume 9. Nomor. 2. Tahun 2015 PEGARUH RUMPON ATRAKTOR CUMI TERHADAP HASIL TANGKAPAN CUMI- CUMI DI PERAIRAN TUING, BANGKA 1) Wede Mitra, 2)Eva Utami, 3)Umroh 1) Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Wede_mitra@yahoo.com 2)3) Staf Pengajar Jurusan Mnajemen Sumberdaya Perairan FPPB Universitas Bangka Belitung Abstract Squid agregating device useful as a squid to attach eggs and a squid fishing area. The research objective was to analyze the catch squid in the area and nothing squid agregating device. The method used in the study is experimental squid fishing. The study was conducted in May 2015 in Tuing waters, Bangka. Collecting data 4 times in one month. Results in getting fishing on squid agregating device area and without squid agregating device are not significantly different with 95% confidence interval . Waters tuing in May instead of squid fishing season . Keywords: Squid, Fishing, squid agregating device PENDAHULUAN Kabupaten Bangka memiliki kawasan Tujuan dengan potensi yang sangat besar untuk Menganalisis pengaruh rumpon atraktor pengembangan perikanan tangkap, salah cumi terhadap hasil tangkapan cumi-cumi. satunya adalah Perairan Tuing. Perairan yang masih alami karena belum tercemar Manfaat oleh aktivitas penambangan timah ini Hasil penelitian ini diharapkan dapat memiliki terumbu karang tepi, serta vegetasi menjadi masukan bagi nelayan terkait mangrove yang tumbuh subur di sekitarnya penggunaan teknologi RAC untuk sehingga menjadi daerah tangkapan cumi- meningkatkan hasil tangkapan dan cumi bagi nelayan Kabupaten Bangka. pendapatan. Nelayan Tuing masih dikatakan tradisional karena penangkapannya masih METODE PENELITIAN berskala kecil dengan perahu kecil dan penangkapan tak lebih dari sehari (one day Waktu dan Lokasi Penelitian fishing). Cumi-cumi ditangkap oleh nelayan Penelitian ini dilaksanakan pada bulan sekitar menggunakan pancing cumi (squid Mei 2015 di Perairan Tuing Kecamatan Riau jigging) dan bagan tancap. Besarnya potensi Silip Kabupaten Bangka Provinsi Bangka cumi di Perairan Tuing namun kebanyakan Belitung. nelayan dalam penangkapan cumi-cumi masih berdasarkan dugaan menyebabkan Alat dan Bahan Penelitian hasil tangkapan belum optimal. Salah satu Alat yang digunakan pada penelitian ini solusi dalam menetapkan daerah tangkapan adalah pancing cumi berwarna hijau dan cumi-cumi adalah dengan menempatkan merah sesuai dengan kebiasaan Nelayan Rumpon atraktor cumi (RAC). RAC Dusun Tuing, RAC berfungsi sebagai alat merupakan salah satu jenis rumpon dasar untuk mengumpulkan cumi-cumi. Bahan yang nantinya akan berperan sebagai yang digunakan antara lain waring yang terumbu buatan, sehingga dapat membentuk berfungsi sebagai penutup kerangka RAC suatu ekosistem baru yang dapat dan tali rapia sebagai pengikat kerangka mengumpulkan cumi-cumi karena RAC. kesesuaian habitat untuk cumi-cumi melepaskan telurnya. Penerapan teknologi Kontruksi Rumpon RAC yang masih baru di Perairan Tuing Rumpon atraktor cumi dibuat berbentuk perlu diteliti pengaruhnya terhadap hasil kotak dengan ukuran 70x50x60 cm3. tangkapan nelayan untuk memaksimalkan Kerangka RAC dibuat dari bahan kayu yang pendapatan dari penangkapan. ditutupi dengan waring dan menggunakan pemberat pasir pantai yang dimasukan Volume 9. Nomor. 2. Tahun 2015 HALAMAN- 8 AKUATIK- Pegaruh Rumpon Atraktor Cumi terhadap Hasil Tangkapan Cumi-Cumi di Perairan Tuing, Bangka kedalam karung. Konstruksi RAC dapat setelah panjang tali pemegang dan layang dilihat pada Gambar 1. arus berhenti, stopwatch dimatikan. Kecepatan arus (v) dapat dihitung dengan cara membagi panjang tali (l) dengan lama waktu yang terukur (t) (Hutagalung et al.,1997). 3. Potensial Hidrogen (pH)

Recently converted files (publicly available):