• Document: KAJIAN WASTE PADA PRODUKSI BENANG DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DI PT. XYZ SURABAYA
  • Size: 437.92 KB
  • Uploaded: 2018-10-13 18:25:41
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

KAJIAN WASTE PADA PRODUKSI BENANG DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DI PT. XYZ SURABAYA Minto waluyo Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur ABSTRAK Pendekatan Lean Manufacturing merupakan suatu upaya strategi perbaikan secara kontinue dalam proses produksi untuk mengidentifikasi jenis – jenis dan faktor penyebab terjadinya waste dengan meminimasi waste agar aliran nilai (value stream) dapat berjalan lancar sehingga waktu produksi lebih efisien. PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam industri textile dan benang merupakan produk yang dihasilkan. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pabrikasi maka kualitas, kuantitas dan kecepatan unit – unit bagian produksi sangat menentukan agar jumlah permintaan konsumen dapat terpenuhi. Akan tetapi, dalam proses produksinya masih mengalami kendala seperti lamanya waktu menunggu proses pengerjaan, kecacatan karena tidak memenuhi spesifikasi dan karakteristik yang diharapkan, dan transportasi yang sering dilakukan. Apabila dapat diminimasi maka diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu produksi sehingga produk yang dihasilkan tepat waktu, jumlah dan kualitasnya. Hasil penelitian terjadi pengurangan aktivitas produksi dari 8979 aktivitas menjadi 8233 aktivitas atau berkurang sebesar 756 aktivitas (Sekitar 8,42%). Begitu juga diperoleh pengurangan waktu produksi dari 5250,25 jam menjadi 4928,4 jam atau berkurang sebesar 321,85 jam (Sekitar 6,13%). Hal ini dikarkan adanya pengurangan aktivitas-aktivitas yang termasuk Non Value Adding (Tidak mempuyai nilai tambah terhadap produk) pada proses produksi. Kata kunci : Lean Manufacturing, Seven Waste, VALSAT PENDAHULUAN PT. XYZ Industries Surabaya merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang industri textile yang memproduksi benang secara make to order sehingga kualitas, kuantitas dan kecepatan produksi pada tiap – tiap unit dalam bidang produksi sangat menentukan. Keberadaan unit – unit sangat membantu bagi perusahaan untuk selalu mengawasi dan mengontrol semua proses kerjanya. Spinning Factory merupakan salah satu unit produksi yang sangat menentukan jalannya produksi textile karena disinilah segala macam benang diproduksi. Permasalahan yang terjadi di PT. XYZ dalam pembuatan benang tersebut adanya pemborosan (waste) yaitu banyaknya produk reject (cacat) sehingga perlu pengerjaan ulang (rework). Hal tersebut pada akhirnya berdampak pada pemborosan waktu produksi akibat terdapatnya aktivitas yang tidak efisien atau aktivitas tidak mempunyai nilai tambah (non value added) dalam berbagai hal termasuk penyediaan bahan baku kapas dari supplier, aliran bahan dari proses awal sampai proses akhir, pergerakan operator yang tidak perlu, pergerakan alat dan mesin yang tidak sesuai kapasitas, proses menunggu, kerja ulang (rework) dan perbaikan lain yang diperlukan. Aktivitas – aktivitas ini merupakan bentuk pemborosan yang harus dihilangkan agar aliran nilai (value stream) dapat berjalan lancar. Oleh sebab itu pendekatan Lean Manufacturing sangat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di PT. XYZ Surabaya. Tujuan Penelitian Mengindentifikasi jenis-jenis waste pada benang polyester TIFICO, untuk mengetahui pemborosan (Waste) yang paling dominan dari seven waste dan factor-faktor penyebab serta melakukan usulan perbaikan terhadap pemborosan (Waste) yang terjadi pada proses benang. TINJAUAN PUSTAKA Lean Manufacturing Lean adalah suatu upaya yang dilakukan secara terus menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang atau jasa) agar dapat memberikan nilai kepada pelanggan (customer value) sehingga tepat pada tempat yang tepat, pada waktu yang tepat dalam jumlah yang tepat untuk mencapai aliran kerja yang sempurna selain meminimasi pemborosan dan menjadi fleksibel (mudah berubah) prosesnya (Liker 2006, Gasperz 2007). Dalam penerapan metode Lean Manufacturing terdapat prinsip – prinsip yang perlu diperhatikan antara lain :  Menyempurnakan mutu pertama kali, mencari nol cacat, pernyataan dan pemecahan permasalahan pada sumbernya  Meminimalkan barang sisa, penghapusan semua aktivitas yang tidak menambahkan nilai dan memaksimalkan penggunaan sumber daya langka (modal, orang – orang dan area)  Peningkatan yang berkelanjutan, mengurangi biaya – biaya, meningkatkan mutu, meningkatkan produktivitas dan berbagi informasi  Proses penarikan yaitu produk ditarik dari pelanggan terakhir, yang tidak mendorong dari akhir produksi  Fleksibilitas, produksi produk yang berbeda (mixed production) atau keaneka ragaman produk yang lebih besar dengan cepat, tanpa mengorbankan efisiensi pada volume produksi lebih rendah  Bangunan dan pemeliharaan adalah suatu hubu

Recently converted files (publicly available):