• Document: KARAKTERISASI BEBERAPA ISOLAT Xanthomonas oryzae L. (PENYEBAB PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI) PADA PADI
  • Size: 126.23 KB
  • Uploaded: 2018-10-17 01:03:34
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

KARAKTERISASI BEBERAPA ISOLAT Xanthomonas oryzae L. (PENYEBAB PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI) PADA PADI CHARACTERIZATION OF SOME ISOLATE Xanthomonas oryzae L. (CAUSE OF BACTERIAL LEAF BLIGHT) IN RICE Andi Herwati1, Baharuddin2, Danial Rahim3 1 Hama dan Penyakit Tumbuhan Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin Makassar 2,3 Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Alamat Korespondensi : Andi Herwati STIPER YAPIM Maros Jl. Dr. Ratulangi No. 62 Maros HP : 085299258881 Email : herwatiandi@yahoo.com ABSTRAK Padi (Oryza sativa. L) merupakan tanaman pangan pokok hampir seluruh rakyat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakterisasi Beberapa Isolat Xanthomonas oryzae pv. Oryzae L. (Penyebab Penyakit Hawar Daun Bakteri) pada padi. Penelitian laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Pertanian, Pusat Penelitian dan Pengembangan (PUSLITBANG) Bioteknologi dan Laboratorium Terpadu Universitas Hasanuddin. Isolasi Xoo dilakukan dari daun padi yang terserang hawar daun bakteri. Menumbuhkan bakteri hasil isolasi pada médium NA. Koloni tunggal bakteri ditumbihkan pada media NA yang baru. Pemurnian bakteri Xanthomonas pada media agar miring. Identifikasi Xoo dilakukan berdasarkan pada gejala yang ditimbulkannya, patogenisitas,karakter morfologi, fisiologi, yang diisolasi dari tanaman padi yang terinfeksi Xoo. Sebanyak sembilan isolat yang diduga Xoo telah berhasil diisolasi. Bakteri tersebut bersifat aerobik, berbentuk batang, dan tergolong gram negatif. Isolat-isolat yang telah didapat dan diuji fisiologi dan biokimia yaitu Cisantana Gowa (CT GW), Mekongga Gowa (MK GW), Cisantana Barru (CT BR), Cisadane Barru (CD BR), Mekongga Soppeng (MK SP), IR64 Bantaeng (IR 64), Bromo Bantaeng (BR BT), Cisantana Bantaeng (CT BT), Ciliwung Luwu (CL LW), Xoo III dan Xoo IV. Isolat-isolat tersebut diuji hipersensitivitasnya pada tanaman tembakau dan patogenisitasnya pada padi. Kesembilan isolat bakteri tersebut mampu menginduksi reaksi hipersensitif pada tanaman tembakau dan menyebabkan gejala sakit pada tanaman padi dengan perkembangan gejala yang berbeda. Kata Kunci : Isolat Xanthomonas oryzae pv. Oryzae L, Hawar Daun Bakteri, Isolasi Xoo ABSTRACT Rice (Oryza sativa. L) is a staple food crop almost all Indonesian people. World rice production ranks third of all cereal after maize and wheat. However, rice is the main carbohydrate source for the majority of the world's population. This study aims to determine the characterization of isolates of Xanthomonas oryzae pv. Oryzae L. (Causes of Bacterial leaf blight) on rice. Laboratory studies conducted at the Laboratory of Agricultural Biotechnology, Center for Research and Development Biotechnology and Integrated Laboratory Hasanuddin University. Isolation of Xoo made from the leaves of rice bacterial leaf blight attacked. Identification of Xoo based on the symptoms they cause, pathogenicity, morphological, physiological, isolated from rice plants infected with Xoo. A total of nine isolates suspected of Xoo have been isolated. The bacteria are aerobic, rod- shaped, gram-negative and classified. The isolates were tested hipersensitivitasnya in tobacco plants and pathogenicity in rice. The nine isolates of bacteria are able to induce a hypersensitive reaction in tobacco plants and cause symptoms of pain on the development of rice plants with different symptoms. Keyword : Isolates of Xanthomonas oryzae pv. Oryzae L, Bacterial leaf blight, Isolation of Xoo. 2 PENDAHULUAN Padi (Oryza sativa. L) merupakan tanaman pangan pokok hampir seluruh rakyat Indonesia. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia. Konsumsi beras pada tahun 2010, 2015, dan 2020 diproyeksikan berturut- turut sebesar 32,13 juta ton, 34,12 juta ton, dan 35,97 juta ton. Jumlah penduduk pada ketiga periode itu diperkirakan berturut-turut 235 juta, 249 juta, dan 263 juta jiwa (Puslitbang Tanaman Pangan, 2012). Pentingnya padi sebagai sumber utama makanan pokok dan dalam perekonomian bangsa Indonesia tidak seorang pun yang menyangsikannya. Oleh karena itu setiap faktor yang mempengaruhi tingkat produksinya sangat penting diperhatikan, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat produksi padi ialah patogen penyebab penyakit tumbuhan. Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung padi nasional, setiap tahunnya menyumbangkan lebih dari 40% atau 1,5 juta ton pertahunnya terhadap cadangan beras nasional. Beras yang dihasilkan, dari jenis padi sawah sebesar 3,99,65% dari seluruh produksi atau sebesar 3.218.651 ton sedangkan sisanya dihasilkan padi ladang (Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, 2012). Tinggi rendahnya persentase hasil produksi beras Sulawesi Selatan tergantung dari penanganan di lapang. Sulawesi Selatan sudah dikenal sebagai salah satu daerah produsen utama padi

Recently converted files (publicly available):