• Document: BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Suporter sepakbola merupakan kerumunan di mana diartikan sebagai
  • Size: 319.12 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 09:11:54
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Suporter sepakbola merupakan kerumunan di mana diartikan sebagai sejumlah orang yang berada pada tempat yang sama, adakalanya tidak saling mengenal, dan memiliki sifat yang peka terhadap stimulus (rangsangan) yang datang dari luar1. Suporter sepakbola meski menonton pertandingan sepakbola di tempat dan mendukung tim yang sama belum tentu mereka saling mengenal satu sama lain, meski demikian mereka sangat peka terhadap stimulus yang datang dari luar seperti ketika tim mereka nyaris mencetak gol atau ketika gol tercipta, secara tidak langsung tanpa dikordinir mereka langsung menunjukkan ekspresi yang sama yakni berteriak dan bersorak. Bahkan ketika terjadi kerusuhan pun meski tidak saling mengenal tapi atas nama solidaritas supporter pendukung kesebelasan yang sama, mereka langsung membantu rekan-rekannya ketika kerusuhan terjadi. Perilaku suporter sepakbola bisa dikatakan sebagai perilaku sosial dimana tingkah laku suporter yang berlangsung dalam lingkungan menimbulkan akibat atau perubahan terhadap tingkah laku berikutnya. Selain itu para sosiolog juga menjelaskan bahwa perilaku sosial adalah aktivitas yang dilakukan sekurang- kurangnya dua orang bisa saling mempengaruhi satu sama lain. Perilaku suporter 1 Soeprapto, SU. Materi Kuliah Sosiologi Hukum (Yogyakarta 2010) hlm.32 2 baik itu perilaku yang bersifat negatif maupun positif tentunya berpengaruh terhadap lingkungannya dan perilaku suporter selanjutnya. Salah satu perilaku negatif suporter yang dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat adalah perilaku anarkis seperti tindak kekerasan/tawuran antar suporter, perusakan fasilitas umum dan melakukan tindakan kriminal seperti penjarahan di mana perilaku mereka ini tidak hanya merugikan mereka dan klub, tetapi juga berdampak pada masyarakat dengan menyisakan rasa takut/cemas masyarakat terhadap suporter sepakbola hingga masyarakatpun memunculkan stigma terhadap mereka, selain itu kerugian materil akibat kerusuhan suporter dan juga perusakan fasilitas umum tentunya menjadi hal yang sangat disayangkan. Perilaku suporter sepakbola ini dianggap sebagai wujud masalah sosial karena dampak yang ditimbulkannya, baik itu yang berupa fisik seperti perusakan fasilitas umum dan non fisik yakni rasa takut/cemas masyarakat ketika bertemu suporter sepakbola. Berkaca pada persepektif disorganisasi sosial, perilaku anarkis suporter sepakbola ini memang merupakan sebuah masalah sosial. Perspektif disorganisasi sosial menyebutkan bahwa suatu sistem adalah suatu struktur yang mengandung seperangkat aturan, norma dan tradisi sebagai pedoman untuk melakukan tindakan dan aktivitas.2 Merujuk pada persepektif ini, perilaku anarkis suporter sepakbola merupakan sebuah pelanggaran terhadap sistem yang ada di dalam masyarakat sehingga terjadilah kondisi disorganisasi sosial. 2 Soetomo, Masalah Sosial dan Upaya Pemecahannya, (Yogyakarta 2008) hlm.83 3 Biasanya persoalan atau bentrok yang terjadi antar kelompok suporter sepakbola bermula dari masalah yang sangat sepele. Salah satu masalah sepele yang dapat menjadi pemicu bentrok antar suporter adalah aksi saling ejek, nyanyian yel-yel rasis terhadap kelompok supporter team lawan, atau spanduk dan bendera yang bertuliskan kata-kata mengumpat yang bersifat merendahkan klub lawan. Pemicu lain biasanya adanya provokasi dari beberapa orang lalu membuat kelompok menjadi terpancing dan mengakibatkan kerusuhan skala besar. Kelompok suporter yang merasa terintimidasi atau tertekan biasanya langsung mengambil tindakan perlawanan dengan cara kekerasan. Hal ini jelas menimbulkan banyak dampak negatif. Akibat yang ditimbulkan dari terjadinya kerusuhan antar suporter itu sendiri, yaitu : 1. Timbulnya banyak korban luka-luka bahkan kematian bagi kedua belah pihak suporter yang berseteru, penonton umum, dan masyarakat umum. 2. Kerusakan yang terjadi pada fasilitas-fasilitas yang berada di dalam stadion. Jika kerusuhan terjadi di luar stadion, dapat merusak fasilitas umum di jalanan, kendaraan, serta bangunan gedung atau rumah yang terkena lemparan batu. 3. Trauma yang dialami masyarakat umum terhadap pertandingan- pertandingan sepakbola yang digelar. Penonton umum dan penikmat sepakbola yang tidak terlalu fanatik menjadi cemas dan takut untuk menyaksikan pertandingan sepakbola. 4 4. Kerugian yang dialami klub sepakbola tersebut karena terkena sanksi dari Federasi sepakbola.

Recently converted files (publicly available):