• Document: PENGARUH ORIENTASI PASAR DAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA PEMASARAN MELALUI INOVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
  • Size: 192.08 KB
  • Uploaded: 2019-08-03 14:17:59
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENGARUH ORIENTASI PASAR DAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA PEMASARAN MELALUI INOVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi pada UMKM Batik di Jawa Tengah) Giska Ova Gradistya1, Naili Farida2 Email: giskaova@gmail.com Abstract: This research was motivated by the increasing of SMEs omzet cause Batik development. Batik SMEs of Pati Regency and Semarang District are potential to thrieve but the sales is fluctuate and not achieving the sales target has been set. The purpose of this study was to determine the effect of market orientation and entrepreneurial orientation toward marketing performance through innovation in Batik SMEs of Central Java. Type of research is explanatory with data collection through questionnaires and interviews. Population is Batik SMEs of Pati Regency and Semarang District. Samples are 76 owners Batik SMEs of Pati District and Semarang Regency. Technique of sampling using saturated sampling or census This study uses quantitative analysis techniques using validity, reliability test, the correlation coefficient, simple and multiple regression analysis, the determination coefficient, significance test (t test) in one direction, regression 2 stages, and Sobel test using A.F. Hayes program. The results of the study are positive effect of market orientation and entrepreneurial orientation partially on innovation, and innovation positive effect to performance marketing. Regression analysis is known that the two stages of market orientation and entrepreneurial orientation influence on innovation with a coefficient of 0.166 and 0.739. Innovation on the performance of marketing at 0.464. Further Innovation acts as a partial mediating variable. Keywords: entrepreneurial orientation, innovation, market orientation, marketing performance Abstraksi: Penelitian ini dilatar belakangi oleh peningkatan omzet UMKM Jawa Tengah yang disumbang oleh batik. UMKM Batik di Kabupaten Pati dan Kota Semarang berpotensi untuk berkembang tetapi penjualannya fluktuatif dan belum mencapai target penjualan yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran melalui inovasi pada UMKM Batik di Jawa Tengah. Tipe penelitian ini adalah explanatory research dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Sampel pada penelitian ini adalah 76 pemilik UMKM Batik di Kabupaten Pati dan Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh atau sensus. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kuantitatif uji validitas, reliabilitas, koefisien korelasi, analisis regresi sederhana dan berganda, koefisien determinasi, uji signifikansi (uji t) satu arah, regresi 2 tahap, dan uji sobel menggunakan program A.F. Hayes. Hasil penelitian terdapat pengaruh positif orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan secara parsial terhadap inovasi, dan inovasi berpengaruh positif ke kinerja pemasaran. Hasil analisis regresi 2 tahap diketahui bahwa orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan berpengaruh terhadap inovasi dengan koefisien sebesar 0,166 dan 0,739. Inovasi berpengaruh terhadap kinerja pemasaran sebesar 0,464. Selanjutnya Inovasi berperan sebagai variabel mediasi parsial. Kata Kunci: orientasi pasar, orientasi kewirausahaan, inovasi, kinerja pemasaran Pendahuluan Perubahan yang begitu cepat terjadi baik dalam hal teknologi, kebutuhan pelanggan, dan trend produk menyebabkan permasalahan yang serius bagi dunia usaha. Perusahaan dituntut untuk memilih dan menetapkan strategi yang dapat digunakan untuk menghadapi 1 Giska Ova Gradistya, Universitas Diponegoro, giskaova@gmail.com 2 Naili Farida, Universitas Diponegoro persaingan. Hal tersebut juga berlaku pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memiliki peran strategis dalam kegiatan pembangunan ekonomi nasional. Jumlah UMKM di Jawa Tengah mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan omzetnya. Sektor yang menyumbang cukup banyak adalah batik. Batik mengalami pertumbuhan yang signifikan semenjak UNESCO menetapkan batik sebagai kebudayaan Indonesia pada 2 Oktober 2009. Sejak saat itu Lembaga mewajibkan pegawainya untuk mengenakan batik pada hari tertentu yang mendorong pemilik UMKM Batik untuk memproduksi batik dalam jumlah yang besar. Pertumbuhan UMKM batik di Jawa Tengah secara pesat terjadi pada Sragen, Solo, Lasem, dan Pekalongan. UMKM Batik di Kabupaten Pati dan Kota Semarang termasuk UMKM yang sedang berkembang. Potensi yang dimiliki cukup besar tetapi masih belum dapat menguasai pasar nusantara. Berdasarkan wawancara dengan Ketua Paguyuban UMKM Batik di Kabupaten Pati dan Kota Semarang beberapa tahun ini penjualan batik mangalami penurunan penjualan secara fluktuatif. Selain itu realisasi penjualan belum dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Hal tersebut terjadi karena strategi pemasaran yang digunakan masih belum maksimal, kurangnya kemampuan berwirausaha pemilik, jenuhnya pasar karena kurangnya inovasi, serta krisis moneter yang menyebabkan kenaikan

Recently converted files (publicly available):