• Document: PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIPA TINGKAT MENENGAH MELALUI E-BOOK INTERAKTIF DI PROGRAM INCOUNTRY UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN 2014 Citra Megawati Mahasiswa Magister Pendidikan Bahas...
  • Size: 55.81 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 05:05:21
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIPA TINGKAT MENENGAH MELALUI E-BOOK INTERAKTIF DI PROGRAM INCOUNTRY UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN 2014 Citra Megawati Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Abstrak: Pada program yang akan dijadikan tempat penelitian, yaituProgram Incountry BIPA Universitas Negeri Malang (UM), pemanfaatan media pembelajaran dengan e-book belum ada. Media yang selama ini digunakan adalah melalui gambar, kartu kata, rekaman video, kaset, film atau menggunakan alat- alat yang sesuai dengan pembelajaran yang sedang berlangsung. Pembelajaran BIPA pada lembaga tersebut juga sudah cukup maju, namun pada segi media pembelajaran elektronik, pengajar sendiri merasa kurang optimal. Dengan adanya penelitian ini, pengajar BIPA di Universitas Negeri Malang berharap agar media ini dapat digunakan untuk pebelajar asing tingkat menengah yang belajar di UM. Kata Kunci: media pembelajaran, BIPA tingkatmenengah, e-book Dalam perkembangan ilmu secara lebih jauh adalah BIDA dan bahasa, kita mengenal ada istilah BIPA. yang dinamakan dengan BIPA. BIPA Masyarakat yang memiliki latar merupakan Bahasa Indonesia Untuk belakang BIDA tentu harus belajar Penutur Asing. Di Indonesia, bahasa Bahasa Indonesia agar dapat resmi yang digunakan adalah Bahasa berkomunikasi dengan baik, Indonesia. Bahasa Indonesia sedangkan BIPA sendiri juga harus kemudian digunakan sebagai alat mengalami proses pembelajaran komunikasi oleh yang pertama yang intensif. Walaupun keduanya adalah Penutur Indonesia sendiri sama-sama belajar, tetapi terdapat (BIPI) dan yang kedua adalah oleh banyak perbedaan di dalamnya. Penutur Asing (BIPA). Menurut BIDA sudah memiliki kurikulum Sugono (2007), penutur Indonesia yang jelas, pengajarnya adalah ada yang menggunakan Bahasa orang-orang yang punya spesialisasi Indonesia sebagai Bahasa Pertama bidang studi Bahasa Indonesia, (BIMA) dan ada yang menggunakan bahan ajarnya sangat bervariasi, sebagai Bahasa Kedua (BIDA). Dari media pembelajarannya juga banyak situ tampak jelas bahwa yang harus dan beragam. Sedangkan BIPA mengalami proses pembelajaran belum memiliki kurikulum yang baku, pengajarnya bisa berasal dari NOSI Volume 2, Nomor 1, Februari 2014___________________________________Halaman | 62 berbagai bidang yang memang Namun, tidaklah mudah menguasai Bahasa Indonesia, bahan mendapatkan kelima bentuk itu ajar dan media pembelajarannya juga dalam satu waktu atau tempat sangat terbatas. Media yang ada (Mubarak, 2009). Pada blog masih belum dikembangkan, bahkan pendidikan yang ditulis oleh untuk media yang menggunakan Mubarak tersebut dikatakan bahwa komputer sangatlah jarang sampai saat ini media pembelajaran digunakan. interaktif BIPA belum berkembang Dari kondisi tersebut maka dengan optimal di Indonesia. Salah diperlukan pengembangan dalam satu kendala pengembangan media pembelajaran BIPA. Penelitian pembelajaran interaktif adalah pengembangan adalah metode kurang dikuasainya teknologi penelitian yang yang digunakan pengembangan media interaktif oleh untuk menghasilkan produk tertentu para pengajar dan pengelola BIPA di dan menguji keefektifan produk Indonesia. tertentu (Sugiyono, 2010: 407). Teknologi komputer adalah Pengembangan tersebut akan sebuah penemuan yang dispesifikasikan lagi menjadi media memungkinkan menghadirkan pembelajaran untuk mahasiswa asing beberapa atau semua bentuk stimulus tingkat menengah. Adapun di atas sehingga pembelajaran bahasa Remiszewski dalam Subana (2009: asing akan lebih optimal. Namun 289) memberi batasan tentang demikian, masalah yang timbul tidak pengertian media, yaitu pembawa semudah yang dibayangkan. pesan (dapat berupa orang atau Pengajar adalah orang yang benda) kepada penerima pesan. mempunyai kemampuan untuk Dalam proses belajar mengajar merealisasikan kelima bentuk penerima pesan ialah siswa atau stimulus tersebut dalam bentuk mahasiswa atau pebelajar lainnya. pembelajaran. Namun, kebanyakan Melalui inderanya, siswa dirangsang pengajar tidak

Recently converted files (publicly available):