• Document: Sistem Utama sebuah Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)
  • Size: 648.79 KB
  • Uploaded: 2019-02-13 16:37:39
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

syofuan.wordpress.com Page 1 Sistem Utama sebuah Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) “…dari satu sisi di timur pulau Sumatera, di tepian sungai Mandau, Bengkalis, Riau..22 September 2013(R.1)…” Setelah sekilas mengenal sistem-sistem yang menjadi penunjang (balance of plant - BoP) pada sebuah PLTMG, sekarang saatnya sedikit menelisik mengenai sistem utama (main system) dari sebuah PLTMG. Sistem utama ini biasanya disuplai oleh pabrikan Mesin Gas (Gas Engine manufacturer). Sistem utama ini meliputi gabungan antara pekerjaan makanikal-elektrikal-instrumen dan kontrol. Pekerjaan mekanikal dari sistem utama ini, bisa dikelompokkan menjadi beberapa bagian, antara lain: a. Sistem Bahan Bakar (Fuel System), b. Sistem Pelumas (Lubrication System), c. Sistem Pendingin (Cooling System), d. Sistem Udara Mesin (Engine Air System), e. Sistem Udara Terkompresi (Compressed Air System), f. Sistem Pemipaan (Piping System), dan g. Unit Mesin Gas (Gas Engine unit). Pekerjaan elektrikal, dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu: a. Pekerjaan Instalasi Listrik dan Penerangan b. Pekerjaan Elektrikal Sistem Bahan Bakar c. Pekerjaan Eletrikal Sistem Pelumas, d. Pekerjaan Elektrikal Sistem Pendingin, e. Pekerjaan Elektrikal Sistem Udara Mesin, f. Pekerjaan Elektrikal Sistem Udara Terkompresi, g. Pekerjaan Elektrikal Sistem Perlindungan dari Kebakaran, h. Unit Generator Black Start, i. Unit Auxiliary Transformer (UAT) & Generator Transformer (GT), j. Unit Generator Engine, k. Sistem Pentanahan dan Penyalur Petir (Grounding & Lightning Protection System), l. Sistem DC (DC System), dan m. Sistem Proteksi. Pekerjaan instrumentasi-kontrol adalah pekerjaan penunjang dari pekerjaan mekanikal dan elektrikal dengan bantuan alat-alat ukur dan kontroler, sehingga unit PLTMG bisa berfungsi dengan baik dan lebih mudah dalam pengoperasiannya. Adapun jika dikelompokkan, pekerjaan instrumentasi-kontrol adalah sebagai berikut: a. Pekerjaan Instalasi Intrumen Lapangan dan Komunikasi Data (Field Instrument & Data Communication System), b. Pekerjaan Instrumen Sistem Bahan Bakar syofuan.wordpress.com Page 1 syofuan.wordpress.com Page 2 c. Pekerjaan Instrumen Sistem Pelumas, d. Pekerjaan Instrumen Sistem Pendingin, e. Pekerjaan Instrumen Sistem Udara Mesin, f. Pekerjaan Instrumen Sistem Udara Terkompresi, g. Pekerjaan Instrumen Sistem Kelistrikan, h. Pekerjaan Pendeteksi Kebakaran (Fire & Gas Detection and Alarm System), i. Pekerjaan Closed Circuit Tele Vision (CCTV), j. Pekerjaan Sistem Telepon Internal (Plant Internal Telephone System – PABX) k. Pekerjaan Instrumentasi-Kontrol Unit Mesin Gas (Gas Engine Intrument & Control System), dan l. Sistem Kontrol (Control System), Pekerjaan Mekanikal 1. Sistem Bahan Bakar (Fuel System) PLTMG di Indonesia umumnya menggunakan mesin dengan dua bahan bakar, baik dengan konfigurasi dual-fuel, ataupun bi-fuel. Karena umumnya mesin yang dipakai menggunakan dua (2) bahan bakar, oleh karena itu sistem bahan bakarnya juga harus bisa mengakomodir kedua bahan bakar tersebut. Bahan bakar yang umumnya digunakan adalah gas alam (natural gas) dan minyak diesel (HSD/MFO). Bahan bakar gas umumnya didapatkan dari stasiun gas terdekat. Sebelum masuk ke area pembangkit, gas dari sumber ini dilewatkan area pembersih terlebih dahulu, atau yang lebih sering kita kenal dengan istilah Scrubber. Pada area ini, gas umumnya dipersiapkan baik dari sisi kebersihan, kadar air, ataupun tekannya, agar dapat/siap jika diumpankan langsung ke unit mesin gas. Sebelum diumpankan langsung ke dalam mesin, gas disaring lagi menggunakan sebuah filter. Umumnya posisi filter ini akan duduk bersama beberapa instrumen lapangan (field instrument) yang tergabung dalam sebuah modul gas (gas module), yang tugas utamanya adalah untuk pengaturan volume, keamanan sistem dan untuk memastikan bahwa gas siap diumpankan ke mesin. Bahan bakar minyak diesel biasanya digunakan untuk dua (2) fungsi, yaitu untuk bahan bakar awalan (pilot fuel) dan bahan bakar utama (main fuel). Fungsi bahan bakar utama (main fuel) digunakan jika dan hanya jika mesin gas dioperasikan menggunakan bahan bakar minyak solar sebagai bahan bakar utamanya, atau pada kondisi mesin sebelum switch-over bahan bakar ke sistem gas. Sedangkan fungsi sebagai bahan bakar awalan (pilot fuel) akan selalu digunakan pada setiap upaya operasi mesin (starting & operation engine). Sebelum diumpankan ke dalam mesin, bahan bakar minyak akan disaring terlebih dahulu menggunakan sebuah filter. Posisi filter bisa berada sebelum mesin, ataupun digabung dalam sebuah modul pada posisi dekat dengan pompa pengumpan (feed pump). syofuan.wordpress.com

Recently converted files (publicly available):