• Document: DIKTAT PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XII IPA
  • Size: 213.75 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 08:54:10
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

DIKTAT PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XII IPA 2009-2010 DIKTAT 6 GENETIKA volume 4 PENYIMPANGAN HUKUM MENDELL A. Pendahuluan Kadang kala kita melihat bahwa hasil persilangan yang terjadi tidak lah seperti yang kita harapkan atau tidak seperti apa yang diperkirakan oleh Mendel. Hal ini wajar terjadi, dan dalam kemungkinan yang besar akan dapat terjadi. Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dari Hukum Mendel tersebut, terlebih lagi bahwa hukum Mendell merupakan hukum kemungkinan, yang kemungkinan terjadinya sangat ditentukan oleh faktor dari dalam makhluk hidup yang bersilangan dan faktor luar dari makhluk hidup yang bersilangan tersebut. Berikut akan kita pelajari beberapa penyimpangan-penyimpangan dari hukum mendell tersebut, terkadang ada yang seolah-olah perbandingan tersebut menyalahi hukum Mendell tetapi sebenarnya memiliki rasio yang sama dengan hukum Mendell normal. Untuk lebih dalamnya berikut akan kita pelajari bersama. B. Penyimpangan Semu Hukum Mendell Dalam percobaan-percobaan genetika, para ahli sering menemukan ratio fenotip yang ganjil, seakan-akan tidak mengikuti hukum Mendel. Misalnya pada perkawinan antara 2 individu dg 2 sifat beda, ternyata ratio fenotip F2 tidak selalu 9:3:3:1. Tetapi sering dijumpai perbandingan-perbandingan 9:7, 12:3:1, 15:1, 9:3:4 dll. Bila diteliti betul-betul angka-angka perbandingan di atas, ternyata juga merupakan penggabungan angka-angka perbandingan Mendel. 9:7 = 9:(3+3+1), 12:3:1 = (9+3):3:1, 15:1 = (9+3+3):1, 9:3:4 = 9:3:(3+1). Oleh sebab itu disebut penyimpangan semu, karena masih mengikuti hukum Mendel. Penyimpangan semu hukum Mendel : terjadinya suatu kerjasama berbagai sifat yang memberikan fenotip berlainan namun masih mengikuti hukum-hukum perbandingan genotip dari Mendel. Modifikasi Perbandingan 3 : 1 Ada tiga peristiwa yang menyebabkan terjadinya modifikasi perbandingan 3 : 1, yaitu semi dominansi, kodominansi, dan gen letal. Semi dominansi Peristiwa semi dominansi terjadi apabila suatu gen dominan tidak menutupi pengaruh alel resesifnya dengan sempurna, sehingga pada individu heterozigot akan muncul sifat antara (intermedier). Dengan demikian, individu heterozigot akan memiliki fenotipe yang berbeda dengan fenotipe individu homozigot dominan. Akibatnya, pada generasi F2 tidak didapatkan perbandingan fenotipe 3 : 1, tetapi menjadi 1 : 2 : 1 seperti halnya perbandingan genotipe. Contoh peristiwa semi dominansi dapat dilihat pada pewarisan warna bunga pada tanaman bunga pukul empat (Mirabilis jalapa). Gen yang mengatur warna bunga pada tanaman ini adalah M, yang menyebabkan bunga berwarna merah, dan gen m, yang menyebabkan bunga berwarna putih. Gen M tidak dominan sempurna terhadap gen m, sehingga warna bunga pada individu Mm bukannya merah, melainkan merah muda. Oleh karena itu, hasil persilangan sesama genotipe Mm akan menghasilkan generasi F2 dengan perbandingan fenotipe merah : merah muda : putih = 1 : 2 : 1. Halaman 1 DIKTAT PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XII IPA 2009-2010 Kodominansi Seperti halnya semi dominansi, peristiwa kodominansi akan menghasilkan perbandingan fenotipe 1 : 2 : 1 pada generasi F2. Bedanya, kodominansi tidak memunculkan sifat antara pada individu heterozigot, tetapi menghasilkan sifat yang merupakan hasil ekspresi masing-masing alel. Dengan perkataan lain, kedua alel akan sama-sama diekspresikan dan tidak saling menutupi. Peristiwa kodominansi dapat dilihat misalnya pada pewarisan golongan darah sistem ABO pada manusia (lihat juga bagian pada bab ini tentang beberapa contoh alel ganda). Gen IA dan IB masing-masing menyebabkan terbentuknya antigen A dan antigen B di dalam eritrosit individu yang memilikinya. Pada individu dengan golongan darah AB (bergenotipe IAIB) akan terdapat baik antigen A maupun antigen B di dalam eritrositnya. Artinya, gen IA dan IB sama- sama diekspresikan pada individu heterozigot tersebut. Perkawinan antara laki-laki dan perempuan yang masing-masing memiliki golongan darah AB dapat digambarkan seperti pada diagram berikut ini. IAIB x IAIB  1 IAIA (golongan darah A) 2 IAIB (golongan darah AB) 1 IBIB (golongan darah B) Golongan darah A : AB : B = 1 : 2 : 1 Gambar Diagram persilangan sesama individu bergolongan darah AB Gen letal Gen letal ialah gen yang dapat mengakibatkan kematian pada individu homozigot. Kematian ini dapat terjadi pada masa embrio atau beberapa saat setelah kelahiran. Akan tetapi, adakalanya pula terdapat sifat subletal, yang menyebabkan kematian pada waktu individu yang bersangkutan menjelang dew

Recently converted files (publicly available):