• Document: BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Dengan
  • Size: 29.27 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 23:09:23
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Dengan pendidikan seorang dapat mengembangkan berbagai pengetahuan. Pendidikan juga mampu membangun karakter pada diri seseorang sehingga menjadi manusia yang bermoral, berakal, dan berbudi pekerti luhur. Matematika merupakan ilmu pengetaahuan yang universal karena Matematika merupakan dasar dari perkembangan teknologi dan informasi. Maka dari itu, Matematika diberikan pada setiap jenjang pendidikan baik di sekolah formal maupun informal. Matematika juga dapat meningkatkan daya berfikir logis, analisis, sistematis, kristis, kreatif, dan kerja sama (Masykur dan Abdul, 2007:52). Sekolah adalah salah satu representasi institusional dari nilai-nilai modern yang dipegang manusia saat ini. Sebagai institusi modern, sekolah adalah solusi untuk mengatasi keterbatasan keluarga dalam mendidik anaknya secara sadar dan terencana. Walaupun sekolah menjadi intitusi pendidikan yang terbukti memberikan manfaat bagi kemanusiaan, namun proses pencariaan pendidikan yang terbaik tak pernah berhenti (Abe Saputra, 2007 : 14). Berlakunya peraturan di sekolah kerap kali dianggap mengikat bagi peserta didik, penerapan sikap disiplin yang terlalu kaku, suasana belajar yang terlalu formal tanpa disadari menghambat kreatifitas peserta didik. Selain itu persaingan 1 2 antara peserta didik, kurikulum yang bergonta-ganti, pro-kontra ujian nasional, dan mahalnya biaya pendidikan menyebabkan orang tua ragu untuk menyerahkan pendidikan anaknya kepada institusi sekolah (Abe Saputra, 2007 : 27) Untuk mengatasi masalah-msalah dalam pembelajaran mulai bermunculan lembaga-lembaga pendidikan alternatif sebagai upaya mengatasi persoalan diatas, salah satunya adalah Homeschooling. Suryadi (2006: 17) mengatakan bahwa, dalam proses belajar mengajar kita sering menemukan anak dengan gaya belajar, bakat, karakteristik unik yang memerlukan pembelajaran dengan pendekatan individual. Hal ini berlaku juga untuk anak yang mengalami hambatan dan masalah khusus dalam belajar. Berkenaan dengan hal tersebut pemerintah telah menawarkan alternatif solusi berupa pembelajaran inividu yang dapat dilakukan di rumah (homeschooling) sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003. Secara hakiki homeschooling adalah sebuah sekolah alternatif yang menempatkan anak sebagai objek dengan pendekatan pendidikan secara at home. Dengan pendekatan ini anak merasa nyaman. Mereka bisa belajar sesuai keinginan dan gaya belajar masing-masing, kapan saja dan dimana saja (Abu Saputra, 2007 : 36). Homeschooling tidak hanya menyuguhkan pengetahuan yang sempit terbatas di dalam “kandang kurikulum”. Tapi penyelenggaraan sekolah rumah meluas hingga mencakup segala aspek pendidikan yang dibutuhkan sebagai bekal hidup, 3 education for life. Dengan kerangka pendidikan yang seperti ini homeschooling menyejajarkan pendidikan akademis dan pendidikan karakter. Kriteria karakter yang diharapkan untuk dicapai seorang anak antara lain : 1) Individu memiliki identitas diri yang positif, 2) Memiliki tujuan yang terarah, 3) Memiliki pandangan yang positif tentang hidup, 4) Memiliki inisiatif, 5) Bertanggung jawab, 6) Antusias, 7) Kreatif, 8) Bisa berfikir jernih (Maria Magdalena, 2009 : 17). Siswa yang mengikuti Homeschooling dapat mengikuti ujian dan memperoleh ijazah kesetaraan yang dikeluarkan oleh Depdiknas yaitu Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMU). Ijazah ini dapat digunakan untuk meneruskan pendidikan sekolah formal yang lebih tinggi. Jadi orang tua dapat menyiapkan materi belajar yang diadaptasi dan sesuai dengan tuntutan yang diberikan dalam Ujian Persamaa (Aar Sumardiyono, 2009 : 21) Orang tua merupakan faktor utama seorang anak memilih jenis pendidikannya. Dalam homeschooling orang tua merasa anaknya lebih nyaman dan aman menjalankan homeschooling. Selain orang tua merasa bisa lebih intensif membantu tumbuh kembang anak, ingin memberikan kebebasan kepada anak-anak mereka tentang hal-hal yang ingin dipelajari lebih banyak sesuai bakat dan minat masing-masing. Selain itu yang menjadi pertimbangan orang tua memilih homeschooling adalah pergaulan di sekolahan yang memberi dampak buruk bagi anak (Abe Saputra, 2007 : 53). 4 Sikap dan perilaku anak mulai terbentuk sejak dini dan dipelopori dari pendidikan dalam keluarga karena dari keluarga mereka belajar melihat, mendengar, dan berbicara. Belajar di rumah atau homeschooling akan mendukung terhadap proses kematangan jiwa dan sikap anak. Karena hampir seluruh perkembangan kejiwaan anak

Recently converted files (publicly available):