• Document: KAJIAN PENERAPAN GMP DAN SSOP PADA PENGOLAHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) ASAP DI KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN AGAM
  • Size: 294.43 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 15:41:28
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Jurnal Katalisator Kopertis Wilayah X Website: http://ejournal.kopertis10.or.id/index.php/Katalisator Jurnal Katalisator KAJIAN PENERAPAN GMP DAN SSOP PADA PENGOLAHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) ASAP DI KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN AGAM Yusra1 1 Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung Hatta Padang, Sumatera Barat, Indonesia email: yusra@bunghatta.ac.id ABSTRAK Masyarakat Sumatera Barat sejak lama mengenal ikan salai, yaitu ikan yang dikeringkan melalui proses pengasapan. Hampir semua jenis ikan dapat dibuat ikan salai, salah satunya adalah ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan di Nagari Koto Malintang, Bayua dan Sigiran Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada bulan Mei 2015. Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui proses pengolahan ikan Nila (Oreochromis niloticus) asap yang biasa dilakukan oleh nelayan pengolah dan 2). Program kelayakan dasar (GMP dan SSOP) dan tingkat penerapannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan kegiatan ini diketahui proses pengolahan ikan Nila (Oreochromis niloticus) asap masih bersifat tradisional dan belum menerapkan standar GMP dan SSOP dalam mengolah ikan asap. Kata kunci: Penerapan, GMP, SSOP, Nila (Oreochromis niloticus), ABSTRACT People of West Sumatra since long been familiar with smoked fish, the fish is dried through evaporation process. Almost all species of fish can be made smoked fish, one of which was Tilapia (Oreochromis niloticus). This research was conducted in Nagari Koto Malintang, Bayua and Sigiran District of Tanjung Raya, Agam District in May 2015. This study aims to: 1). Knowing the processing of Tilapia (Oreochromis niloticus) smoke is usually done by fishermen processors and 2). Program eligibility basic (GMP and SSOP) and the level of implementation. The method used in this research is survey method and descriptive analysis qualitative. Based on these activities known to the processing of Tilapia (Oreochromis niloticus) smoked still traditional and yet applying GMP and SSOP standards in processing smoked fish. Keywords: Application, GMP, SSOP, Tilapia (Oreochromis niloticus) DOI : http://dx.doi.org/10.22216/jk.v1i1.929 E-ISSN : 2502-0943 PENDAHULUAN Danau Maninjau merupakan salah satu perairan umum yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat. Kegiatan perikanan yang berlangsung terdiri dari perikanan budidaya di karamba jaring apung (KJA) dan perikanan tangkap. Syandri (2013) kegiatan budidaya ikan di KJA dimulai semenjak tahun 1992 dengan jumlah KJA 12 unit, pada tahun 1997 meningkat menjadi 2854 unit, sampai sekarang sudah berkembang menjadi 13.000 unit. Salah satu jenis ikan yang banyak dibudidayakan di KJA Danau Maninjau ini adalah ikan nila. Ikan nila merupakan salah satu ikan yang kaya akan kandungan nutrisi yang di butuhkan oleh tubuh kita, selain itu ikan nila juga bermanfaat untuk menjaga tubuh kita tetap sehat. Dengan berbagai cara ikan nila diolah untuk dikonsumsi harian. Kandungan nutrisi yang terdapat pada ikan nila adalah: kalori (128 kcal), total lemak (3 mg), lemak jenuh (1 mg), lemak tak jenuh (2 mg), vitamin B12 (1.86 mcg), kolesterol (57 mg), fosfor (204.00 mg), selenium (54.40 mcg), protein (26 mg), niacin (4.74 mg) dan kalium (380 mg). Ikan nila merupakan suatu bahan pangan yang cepat mengalami proses pembusukan yang disebabkan oleh bakteri dan mikroorganisme. Hal ini disebabkan karena komposisi ikan nila yang mengandung air + 80%, ditambah lagi jika kondisi lingkungan memungkinkan untuk pertumbuhan mikroba pembusuk. Kondisi lingkungan tersebut meliputi suhu, pH, oksigen, kadar air, waktu simpan dan kondisi kebersihan sarana dan prasarana. Hal ini dapat diatasi dengan cara melakukan pengawetan seperti pengasapan. Pengasapan merupakan cara pengolahan atau pengawetan dengan memanfaatkan kombinasi perlakuan pengeringan dan pemberian senyawa kimia alami dari hasil pembakaran bahan bakar alami. Melalui pembakaran akan terbentuk senyawa asap dalam bentuk uap dan butiran-butiran tar serta dihasilkan panas. Senyawa asap tersebut menempel pada ikan dan terlarut dalam lapisan air yang ada di permukaan tubuh ikan, sehingga terbentuk aroma dan rasa yang khas pada produk dan warnanya menjadi keemasan atau kecoklatan (Adawyah, 2007). Teknologi pengolahan ikan tradisional biasanya dicirikan dengan suatu gambaran yang kurang baik, seperti proses pengolahan yang masih tradisional yang didapat secara turun temurun, sanitasi dan higienis y

Recently converted files (publicly available):