• Document: PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK NILAM SEBAGAI FIKSATIF TERHADAP KETAHANAN WANGI GEL PENGHARUM RUANGAN ALAMI SAMPAH MAS
  • Size: 1.22 MB
  • Uploaded: 2019-05-17 13:00:49
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK NILAM SEBAGAI FIKSATIF TERHADAP KETAHANAN WANGI GEL PENGHARUM RUANGAN ALAMI SAMPAH MAS DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013 PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Pengaruh Penambahan Minyak Nilam sebagai Fiksatif terhadap Ketahanan Wangi Gel Pengharum Ruangan Alami adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini. Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor. Bogor, April 2013 Sampah Mas F34080099 ABSTRAK SAMPAH MAS. Pengaruh Penambahan Minyak Nilam sebagai Fiksatif terhadap Ketahanan Wangi Gel Pengharum Ruangan Alami. Dibimbing oleh MEIKA SYAHBANA RUSLI. Gel pengharum ruangan yang beredar di pasaran kebanyakan mengandung bahan sintetis terutama bahan pewangi dan fiksatifnya, hal ini dapat menjadi masalah terhadap kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu perlu dikembangkan produk gel pengharum ruangan yang ramah lingkungan dan baik untuk kesehatan dengan memanfaatkan minyak atsiri alami. Gel pengharum ruangan alami wanginya tidak bertahan jika digunakan pada suhu ruangan yang tinggi maka pada penelitian ini ditambahkan minyak nilam sebagai fiksatif alami. Karakteristik dari minyak tersebut adalah memiliki titik didih yang tinggi dan aroma yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari formula gel terbaik, mengetahui susut bobot produk selama penyimpanan, mengetahui konsentrasi minyak nilam terbaik dalam mengikat wangi dan mengetahui efektifitas minyak nilam sebagai fiksatif. Metode yang digunakan adalah uji hedonik, penimbangan, dan untuk ketahanan wangi dengan uji perbandingan berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula gel terbaik adalah konsentrasi karagenan 3%, agar-agar 1 %, dan glukomanan 1%. Warna dan wangi yang paling disukai adalah produk dengan campuran minyak nilam 0% dan minyak lemon 8,9. Total persentase susut bobot tekecil yaitu sebesar 57,44 %, dihasilkan dengan penambahan minyak nilam sebesar 1,1 % pada kandungan minyak lemon sebesar 8,9 %. Ketahanan wangi terbaik terdapat pada produk gel pengharum ruagan dengan penambahan minyak nilam sebesar 1,1 % pada kandungan minyak lemon sebesar 8,9 %. Konsentrasi minyak nilam yang paling efektif dalam mengikat wangi adalah sebesar 1,1%. Kata kunnci : minyak nilam, gel pengharum ruangan, ketahanan wangi. ABSTRACT SAMPAH MAS. Effect of patchouli oil addition of fixative agents on aroma retention of natural gel air freshener. Supervised by MEIKA SYAHBANA RUSLI. Conventional gel air freshener mostly contains sinthetic materials, especially fragrance and fixative agent, which potentially harms human health and the environment. Therefore, it is necessary to develop product that more friendly to the environment and save for human by using natural essential oil. This natural gel air freshener scents in a short periode if its used in high room temperature. So, as natural fixativea agent, patchouly oil is added in this research. Patchouly oil has a high boiling point and specific aroma. The purpose of this study are to determine suitable gel formula by hedonic test, the weight loss of the product during four weeks, concentration of patchouly oil which results in the best aroma resistance and its effectiveness as fixative agent in gel based air freshener by comparison pairwise test. The results showed that the best gel formula is contains of 3% of carrageenan, 1% of agar-agar, and 1% of glucomannan. Product containing 0% of patchouly oil and 8,9% of lemon oil showed the most prefered colour and the most prefered aroma. The lowest product weight loss is 57,44%, which is resulted from the addition of 1,1% of patchouli oil to 8,9% of lemon oil. The best aroma retention is resulted from the addition of 1,1% of patchouli oil to 8,9 % of lemon oil. The most effective concentration of patchouli oil in binding the gel air freshener aroma is 1,1%. Keywords : patchouli oil, gel air freshener, aroma retention. SAMPAH MAS. Pengaruh Penambahan Minyak Nilam sebagai Fiksatif terhadap Ketahanan Wangi Gel Pengharum Ruangan Alami. Dibimbingan Meika Syahbana Rusli 2013. RINGKASAN Minyak atsiri adalah minyak mudah menguap yang dihasilkan dari ekstrak tanaman penghasil minyak atsiri (tanaman aromatik). Minyak tersebut m

Recently converted files (publicly available):