• Document: PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN NATA DE LERI DI KELURAHAN BANYUMANIK SEMARANG
  • Size: 297.99 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 03:45:08
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Abdimas Unwahas, Vol. 1, No. 1, Oktober 2016 ISSN 2541-1608 PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN NATA DE LERI DI KELURAHAN BANYUMANIK SEMARANG Harianingsih1*, Farikha Maharani1, Maharani Kusumaningrum1 1 Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim Jl. Menoreh Tengah X/22, Sampangan, Semarang 50236. * Email: harianingsih@unwahas.ac.id Abstrak Perkembangan bioteknologi di bidang pangan semakin meningkat seiring kebutuhan bagi kesehatan tubuh. Salah satu bioteknologi pangan yang dapat dilakukan yaitu pembuatan nata de leri. Nata merupakan produk makanan yang berupa lapisan selulosa sebagai hasil fermentasi bakteri pembentuk nata, yaitu Acetobacter xylinum. Pelatihan nata de leri yang dilakukan di kelurahan banyumanik bertujuan memanfaatkan air sisa cucian beras menjadi hasil ekonomi yang dapat didiversifikasi menjadi nata. Air cucian beras yang biasa dikenal dengan leri tersebut biasanya langsung dibuang karena dianggap tidak memiliki nilai tambah, namun sebenarnya masih mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin B. Pelatihan dilakukan menggunakan metode experimental learning. Pelatihan diawali dengan presentasi kemudian praktik secara langsung pembuatan nata de leri. Proses pembuatan terdiri dari persiapan bahan dan alat yang digunakan, pembibitan stater, pembuatan nata de leri dan uji organoleptic berupa uji warna, uji tingkat kemanisan dan uji tingkat kekenyalan. Hasil uji organoleptik yang diperoleh antara lain 16 peserta melihat warna nata de leri hasil fermentasi menarik karena berwarna putih, sedangkan 14 peserta berpendapat bahwa warna nata de leri tidak menarik karena warna yang dihasilkan putih pucat tidak putih transparan. Tingkat kemanisan dibagi menjadi dua opsi yaitu manis dan tawar. Semua peserta (30 orang) berpendapat bahwa nata de leri rasanya tawar, baru ada rasa setelah diberi essence atau perasa. Uji tingkat kekenyalan memperlihatkan, bahwa sebanyak 26 peserta menyatakan nata de leri kenyal dan 4 peserta menyatakan tidak kenyal. Kata kunci: acetobacter xylinum, leri, nata PENDAHULUAN Ilmu Bioteknologi saat ini memberikan wawasan kepada masyarakat akan berkembangnya teknologi terutama di bidang pangan. Makanan yang sering kita temui berupa makanan siap saji atau instan. Keadaan tersebut akan memberi dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh. Mengkonsumsi makanan sehat saja tidak cukup, kalau tidak diimbangi dengan serat yang cukup pula. Masyarakat dapat mengkonsumsi nata sebagai pengganti buah setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan serat(Melliawati, 2008). Kelurahan banyumanik terletak di kota Semarang Propinsi Jawa Tengah. Pemerintah kota melakukan berbagai cara untuk meningkatkan perekonomian di kelurahan Banyumanik. Pelatihan nata de leri dilakukan di kelurahan banyumanik sebagai upaya peningkatan nilai ekonomi keluarga. Pelatihan nata de leri diperuntukkan bagi ibu-ibu rumah tangga agar dapat membentu memenuhi kebutuhan keluarga. Selain itu Pelatihan nata de leri sebagai aplikasi dari penelitian yang sudah di lakukan di program studi Teknik Kimia, juga sebagai pengabdian masyrakat yang merupakan tri dharma perguruan tinggi. Menurut Dewi (2009) nata merupakan produk makanan yang berupa lapisan selulosa sebagai hasil fermentasi bakteri pembentuk nata, yaitu Acetobacter xylinum. Nata merupakan makanan berkalori rendah yang sebagian besar tersusun dari air dan selulosa sehingga sering digunakan sebagai makanan pencuci mulut, bahan pencampur fruit cocktail, dan es krim. Nata mempunyai warna putih, transparan, dan banyak mengandung air sehingga seratnya menyebabkan padat dan kenyal seperti jelly. Pelatihan nata de leri dilakukan dengan tujuan memanfaatkan air sisa cucian beras menjadi hasil oekonomi yang dapat di diversifikasi menjadi nata. Air cucian beras yang biasa dikenal dengan leri tersebut biasanya langsung dibuang karena dianggap tidak memiliki nilai tambah, namun sebenarnya masih mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin B. Leri mudah didapatkan karena sebagain besar 17 Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga.... Harianingsih dkk., masyarakat Indonesia menggunakan beras (nasi) sebagai makanan pokok yang menyumbang sedikitnya 45% protein dalam komposisi gizi masyarakat. Beras memenuhi syarat menjadi makan an pokok jika dilihat dari zat gizi yang dikandungnya. Karbohidrat adalah komposisi zat gizi yang dominan yang terdapat pada beras dan beberapa makanan pokok lainnya. Pada beras pecah kulit, kandungan itu mencapai 76% sedangkan kandungan proteinnya mencapai 8%. Kebiasaan para ibu rumah tangga mencuci beras dengan tujuan membersihkan beras dari kotoran. Namun ya

Recently converted files (publicly available):