• Document: ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS FUNGSIONAL PASKA OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION (ORIF) FRAKTUR EKSTREMITAS ABSTRAK
  • Size: 298.72 KB
  • Uploaded: 2018-10-17 09:05:21
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS FUNGSIONAL PASKA OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION (ORIF) FRAKTUR EKSTREMITAS Ropyanto, C.B.*, Sitorus R.**, Eryando T***. *Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro,**Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, ***Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Nama : Chandra Bagus Ropyanto E-mail : chandra_undip@yahoo.com ABSTRAK Fase rehabilitasi merupakan fase kemampuan fungsional berada pada tahap paling rendah dibandingkan fase lain. Pemulihan fungsi fisik menjadi prioritas dilihat dari status fungsional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan status fungsional pada paska ORIF fraktur ekstremitas bawah. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan 35 responden dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Variabel independen adalah usia, lama hari rawat, jenis fraktur, nyeri, kelelahan, motivasi, fall-efficacy, dan dukungan keluarga sementara variabel dependen adalah status fungsional. Uji ANOVA digunakan untuk data kategorik serta korelasi pearson dan spearman rho untuk data numerik. Hasil penelitian menunjukan fall-efficacy (r = -0,490 dan nilai p=0,003) merupakan faktor yang berhubungan. Model multivariat memiliki nilai p=0,015 dan jenis fraktur, nyeri, dan fall-efficacy mampu menjelaskan 28,2 % status fungsional dengan nyeri sebagai faktor yang paling besar untuk memprediksi status fungsional setelah dikontrol fall-efficacy dan jenis fraktur. Penelitian ini merekomendasikan melakukan latihan meningkatkan status fungsional terintegrasi manajemen nyeri dan fall-efficacy. Kata kunci : Status fungsional, paska ORIF, dan fraktur ekstremitas bawah. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Fungsional Paska 81 Open Reduction Internal Fixation (ORIF)Fraktur Ekstremitas Ropyanto C.B., Sitorus R., Eryando T Pendahuluan bawah diidentifikasi dari konsep mengenai Kejadian fraktur di Indonesia sebesar 1,3 faktor yang mempengaruhi kemampuan juta setiap tahun dengan jumlah penduduk beraktivitas fisik, status fungsional secara 238 juta, merupakan terbesar di Asia umum, dan penelitian tentang status Tenggara (Wrongdignosis, 2011).. fungsional paska pembedahan ortopedi Manajemen fraktur memiliki tujuan sebelumnya. Faktor-faktor yang reduksi, imobilisasi, dan pemulihan fungsi, mempengaruhi status fungsional paska normal (Halstead, 2004). Reposisi, reduksi, ORIF pada fraktur ekstremitas bawah dan retaining merupakan suatu rangkaian meliputi usia, lama menjalani perawatan tindakan yang tidak dapat dipisahkan. ORIF paska operasi, jenis fraktur, nyeri, merupakan metode penatalaksanaan bedah kelelahan, motivasi, fall-efficacy, serta patah tulang yang paling banyak dukungan keluarga. keunggulannya (Price & Wilson, 2003). Permasalahan paska pembedahan ortopedi Metode Penelitian berkaitan dengan nyeri, perfusi jaringan, Penelitian menggunakan desain cross- promosi kesehatan, mobilitas fisik, dan sectional. Populasi dalam penelitian ini konsep diri (Bare & Smeltzer, 2006). adalah semua pasien paska ORIF pada Permasalahan yang terjadi secara fraktur ekstremitas bawah yang menjalani keseluruhan mengakibatkan perubahan rawat inap pada saat dilakukan penelitian. status fungsional. Metode penarikan sampel dengan Perubahan status fungsional selalu terjadi menggunakan consecutive sampling, sebagai tanda pertama dari penyakit atau dimanan semua subjek yang datang harus kelanjutan dari kondisi kronis (Saltzman, memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. 2011). Fase rehabilitasi paska bedah Kriteria inklusi sampel adalah : pasien ortopedi status fungsional berada dibawah paska ORIF pada ekstremitas bawah level minimal dan merupakan fase dimana (femur, tibia, dan fibula, patella, hindfoot, kemampuan fungsional berada pada tahap midfoot, dan fore foot), berusia 16 – 65 paling rendah dibandingkan prehabilitasi tahun, kemampuan kognitif baik (diukur dan paska rehabilitasi dimana status menggunakan Cognitive Impairment Test, fungsional berada di bawah level minimal dengan nilai < 8), bersedia menjadi (Ditmyer et al (2002); dikutip dari Topp et responden penelitian. Kriteria eksklusi al, 2002). Perubahan status fungsional sampel adalah : pasien mengalami fraktur selalu terjadi sebagai tanda pertama dari pada kedua sisi ekstremitas bawah, pasien penyakit at

Recently converted files (publicly available):