• Document: MAKALAH PERILAKU ORGANISASI KEPEMIMPINAN DAN PERILAKU ORGANISASI
  • Size: 68.38 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 13:57:49
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

MAKALAH PERILAKU ORGANISASI KEPEMIMPINAN DAN PERILAKU ORGANISASI Disusun Oleh RIJA YANTI Dosen Pembimbing WAHYU INDAH MURSALINI, SE,MM JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MAHAPUTRA MUHAMMAD YAMIN SOLOK 2010 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Salah satu isu sentral paradigma manajerial pendidikan adalah peralihan dari model sentralisasi ke desentralisasi. Model sentralisasi dipandang merugikan dunia pendidikan karena lembaga pendidikan dikelola lebih sebagai unit birokrasi ketimbang institusi akademik. Dalam model ini, struktur pendidikan lebih merupakan sebuah struktur formal sentralistik. 2. Perumusan Masalah 1. Konsep Birokrasi Weberian 1.1. Pengertian Birokrasi Weberian 1.2. Karakteristik Ideal Birokrasi Weber 2. Perspektif Loose Coupling 2.1. Elemen Coupling 2.2. Domain Coupling 2.3. Dimensi Coupling 2.4. Mekanisme Coupling 3. Tujuan Penulisan a. Untuk menjelaskan model birokrasi Weberian b. Untuk mengkaji dan mengkritik model birokrasi Weberian c. Untuk menjelaskan model struktur formal di sekolah d. Untuk menjelaskan perspektif loose coupling dalam hubungan dengan struktur formal di sekolah 4. Sistematika Penulisan BAB I Merupakan pendahuluan yang terdiri dari 3 bab :  Latar Belakang  Perumusan Masalah 1  Tujuan Penulisan  Sistematika Penulisan BAB II Pembahasan dari isi Makalah yang membahas tentang kepemimpinan dan perilaku organisasi. BAB III Merupakan penutup yang terdiri dari : A. Kesimpulan B. Saran 2 BAB II PEMBAHASAN 1. Konsep Birokrasi Weberian 1.1. Pengertian Birokrasi Weberian Secara umum, birokrasi merujuk pada empat pengertian. Pertama, menunjuk pada kelompok pranata atau lembaga tertentu. Pengertian ini menyamakan birokrasi dengan biro. Kedua, menunjuk pada metode khusus untuk pengalokasian sumber daya dalam suatu organisasi besar. Pengertian ini berpadanan dengan istilah pengambilan keputusan birokratis. Ketiga, menunjuk pada “kebiroan” atau mutu yang membedakan antara biro-biro dengan jenis-jenis organisasi lain. Pengertian ini lebih menunjuk pada sifat-sifat statis organisasi. Keempat, sebagai kelompok orang, yakni orang-orang yang digaji berfungsi dalam pemerintahan . Konsep birokrasi, bila digali ke akarnya, akan ditemukan bahwa salah seorang yang paling berpengaruh menggagaskan dan mengembangkan konsep birokrasi pada awal abad ke-19 adalah Max Weber. Dia adalah seorang sosiolog kenamaan Jerman, yang menulis karya yang sangat berpengaruh bagi dunia. Karya itu sampai sekarang dikenal konsep tipe ideal birokrasi. Konsep ini secara luas biasa disebut birokrasi Weberian. Dalam konsep ini, birokrasi dipandang sebagai rasionalisme prosedur pemerintahan dan aparat administrasi publik. Dengan kata lain, birokrasi adalah organisasi rasional yang dibentuk untuk memperlancar aktivitas pemerintahan. Birokrasi Weberian menekankan bagaimana seharusnya mesin birokrasi itu secara profesional dan rasional dijalankan. Tipe ideal adalah konstruksi abstrak yang membantu organisasi memahami setiap gejala kehidupan organisasi yang ada secara keseluruhan. Birokrasi seperti ini amat penting untuk memberikan 3 pemahaman tentang mengapa birokrasi itu bisa diterapkan dalam kondisi organisasi tertentu dan apa yang membedakan kondisi tersebut dengan kondisi organisasi lainnya. 1.2. Karakteristik Ideal Birokrasi Weber Dalam bukunya yang berjudul “Wirtschaft und Gesellchaft (dalam versi Inggris berjudul The Theory Of Sosial And Economic, Teori Organisasi Sosial dan Ekonomi), Weber memaparkan beberapa karakteristik ideal sebagai berikut: 1) Pembagian Kerja/ Spesialisasi (division of labor) Dalam menjalankan berbagai tugasnya, birokrasi membagi kegiatan-kegiatan pemerintahan menjadi bagian-bagian yang masing- masing terpisah dan memiliki fungsi yang khas. Pembagian kerja seperti ini memungkinkan terjadinya spesialisasi fungsi. Dengan cara seperti ini, penugasan spesialis untuk tugas-tugas khusus bisa dilakukan dan setiap orang bertanggung jawab atas pekerjaannya masing-masing. Aktivitas yang reguler mensyaratkan tujuan

Recently converted files (publicly available):