• Document: Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Magelang Berdasarkan Permenkes RI No.74 tahun 2016 Puspita Septie Dianita 1*, Tiara Mega Kusuma 2, Ni Made Ayu Nila ...
  • Size: 225.5 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 15:35:47
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

The 6th University Research Colloquium 2017 Universitas Muhammadiyah Magelang Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Magelang Berdasarkan Permenkes RI No.74 tahun 2016 Puspita Septie Dianita1*, Tiara Mega Kusuma2 , Ni Made Ayu Nila Septianingrum3 1,2,3 Farmasi/Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Magelang *Email: puspitaseptie@ummgl.ac.id Abstrak Keywords: Pelayanan kefarmasian merupakan sebuah pelayanan langsung serta Standar Pelayanan bertanggung jawab terhadap pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi Kefarmasian, dengan maksud mencapai hasil yang pasti dengan tujuan untuk Puskesmas meningkatkan kesehatan pasien. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas, maka ditetapkan peraturan menteri kesehatan No. 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan peraturan menteri kesehatan di Puskesmas Grabag 1 dan Puskesmas Salaman 1. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang datanya diambil dengan metode observasi. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yamg diperoleh dari pengisian lembar checklist berdasarkan pengamatan langsung di dua Puskesmas yang terdapat Apoteker di apoteknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Puskesmas di Kabupaten Magelang masih belum sesuai dengan Permenkes No. 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas dalam bidang visite pasien rawat inap serta sarana dan prasarana yang kurang memadahi.) 1. PENDAHULUAN terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang berperan penting dalam meningkatkan merupakan salah satu sarana pelayanan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. kesehatan masyarakat dimana unit merupakan Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan unit pelaksana teknis dinas yang terpadu dengan tujuan untuk kabupaten/kotayang bertanggungjawab mengidentifikasi, mencegah dan menyelenggarakan pembangunan kesehatan di menyelesaikan masalah obat dan masalah suatu wilayah kerja [1]. Sesuai dengan yang berhubungan dengan kesehatan. keadaan geografi, luas wilayah, sarana Tuntutan pasien dan masyarakat akan perhubungan dan kepadatan penduduk dalam peningkatan mutu pelayanan kefarmasian, wilayah kerja puskesmas serta jangkauan mengharuskan adanya perluasan dari pelayanan puskesmas lebih merata dan paradigma lama yang berorientasi kepada meluas, sehingga perlu ditunjang dengan produk (drug oriented) menjadi paradigma puskesmas pembantu, penempatan bidan desa baru yang berorientasi pada pasien (patient yang belum terjangkau oleh pelayanan yang oriented) dengan filosofi (pharmaceutical ada serta puskesmas keliling [1]. care) [2]. Pelayanan kefarmasian di puskesmas Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak masih belum sesuai dengan standar pelayanan ISSN 2407-9189 125 The 6th University Research Colloquium 2017 Universitas Muhammadiyah Magelang kefarmasian di puskesmas berdasarkan 3.1. Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Permenkes No. 74 tagun 2017 tahun 2016. Habis Pakai Tujuan dari penelitian p yaitu untuk Pengelolaan sedian farmasi dan bahan membandingkan pelayanan kefarmasian di medis habis pakai merupakan salah satu Puskesmas Kabupaten Magelang dengan kegiatan pelayanan kefarmasian, yang Permenkes No. 74 tahun 2016 tentang Standar dimulai dari perencanaan, permintaan, Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan, dan pelaporan 2. METODE serta pemantauan dan evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian 3.1.1 Perencanaan observional yang dilakukan dengan Perencanaan yang dilakukan di menggunakan metode survey

Recently converted files (publicly available):