• Document: Pembentukan Opini Publik Suatu Pengantar
  • Size: 232.88 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 03:31:09
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Pembentukan Opini Publik Suatu Pengantar Publik, Negara, dan Demokrasi • Telaah konseptual publik dan negara tidak lepas dari pemikiran klasik liberalisme John Locke dan Jean Jacques Rousseau. • Locke, Two Treatises of Government (1962), hadirnya kekuasaan negara tidak akan lepas dari pengakuan terhadap keberadaan hak-hak pemilikan individual. Kekuasaan negara (supreme power) diperlukan untuk menjaga hak-hak kepemilikan individu, sebagai hak bersifat alamiah dimiliki manusia. • Terbentuknya suatu kekuasaan ini berkonsekuensi pula pada penyerahan sebagian hak dari masing-masing individu tersebut yang diikat dalam suatu perjanjian sosial. Publik, Negara, dan Demokrasi • Gagasan mengenai terbentuknya ikatan kontrak sosial secara khusus dikaji oleh Rousseau dalam karyanya Du Contract Sosial (1968) • Menurut Rousseau, secara alamiah manusia mempunyai kebebasan mutlak dan bergerak menurut nafsu dan nalurinya. Namun, sebaik apapun keadaan ilmiah yang dimilikinya itu tidak akan meluputkan dari ancaman terhadap eksistensinya. Untuk keluar dari keadaan alamiah tersebut, dengan kesadaran penuh setiap individu mengadakan ikatan bersama, suatu kontrak sosial, yaitu membentuk negara. Publik, Negara, dan Demokrasi • Terbentuknya negara sebagai hasil dari perjanjian sosial individu ini tercermin dari system pemerintahan yang dipraktikkan: Demokrasi/Republik • Konsepsi dasar mengenai demokrasi ataupun republik, yang sebenarnya sudah dikenalkan semenjak 500 tahun sebelum masehi di Yunani dan Roma, yang mengakui sepenuhnya keberadaan hak-hak dan partisipasi individu menjadi pedoman dalam pengelolaan negara. Publik, Negara, dan Demokrasi • Rousseau menganggap bahwa system pemerintahan yang ideal adalah yang memberlakukan demokrasi secara langsung, yaitu system kenegaraan dimana setiap warganya menjadi pembuat keputusan langsung terhadap keberlangsungan negara tersebut. • Sekalipun keberadaan dan partisipasi warga sebagai pembuat keputusan langsung dianggap sebagai alternatif terbaik dalam system demokrasi, perkembangan berdirinya suatu negara dengan beragam jumlah dan kompleksitas masyarakatnya sangat tidak memungkinkan terjadinya penyelesaian setiap persoalan masyarakat ataupun pemenuhan keinginan semua masyarakat secara langsung tanpa hadirnya suatu mekanisme perwakilan. Publik, Negara, dan Demokrasi • Bagi demokrasi berskala besar mekanisme perwakilan menuntut kehadiran berbagai kelembagaan politik. • Dahl (1999) menyaratkan minimal hadirnya enam kelembagaan politik sebagai kebutuhan demokrasi berskala besar ini, yaitu (1) keberadaan para pejabat yang dipilih (2) pemilihan umum yang bebas, adil, dan berskala (3) kebebasan berpendapat (4) sumber informasi alternatif (5) otonomi asosiasional (6) hak kewarganegaraan yang inklusif. Pembentukan Opini Publik • Perspektif Sosiologi dalam Opini Publik • Perspektif Psikologi dalam Opini Publik • Perspektif Mass Media dalam Opini Publik Perspektif Sosiologi Opini Publik • Dikenalkan oleh Paul Lazarsfeld, Bernard Barelson, Joseph Klapper, Elihu Katz, dan William McPhee, ilmuwan Columbia University Bureau of Applied Social Research 1940-1960. Dikenal dengan karya-karya Columbia School Approach. • Kajian Columbia School Approach terfokus pada “bagaimana masyarakat memutuskan pilihannya, bagaimana perubahan- perubahan terjadi dalam putusan memilih, dan faktor apa yang berperan dalam pola putusan individu”. • Dalam hal ini, “sosial background dan interpersonal kontak individu, kelompok, masyarakat, merupakan faktor yang lebih kuat membentuk keputusan pilihan pada seseorang dibandingkan dengan peran media massa.” Perspektif Sosiologi Opini Publik • The People’s Choice (Lazarsfeld, Berelson, Gaudet, 1968) Hasil penelitian pada Pemilu AS 1940, melalui panel study 600 partisipan di Erie County, Ohio (Mei-November, 1940). Hasilnya: • Separuh bagian responden sudah tetap pilihannya pada partai politik (Demokrat/Republik) sebelum kampanye dimulai • Separuh bagian responden lainnya belum memutuskan pilihannya sekalipun sebagian besar dari kelompok ini tidak akan mengubah pilihan sebelumnya. Hanya 12 persen yang berpotensi berubah selama kampanye. • Mereka yang sudah menyatakan pilihan dan yang berpotensi berubah tidak terpengaruh oleh pemberitaan mass media, sekalipun mereka mengkonsumsi media (selektif eksposure). • Mereka lebih banyak dipengaruhi dalam penentuan pilihannya oleh lingkungan sosial dan hubungan interpersonal. • Temuan ini membentuk teori Two Step Flow of Communication Model. Perspektif Sosiologi Opini Publik • Personal Influence (Katz, Lazarsfeld, 1955) Hasil penelitian terhadap 700 women opinion leader dalam bidang public affairs, marketing, fashion, dan para penonton film di Decatur, Illinois. Hasilnya: • Memperkuat temuan pada The People’s Choice, teori Two Step Flow of Communication Model, bahwa opinion leader lebih banyak berperan dalam pembentukan opini dibandingkan dengan

Recently converted files (publicly available):