• Document: PENGARUH PENAMBAHAN GLISERIN DAN SUKROSA TERHADAP MUTU SABUN TRANSPARAN. Oleh CHAIRUL FACHMI F
  • Size: 785.18 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 17:01:44
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENGARUH PENAMBAHAN GLISERIN DAN SUKROSA TERHADAP MUTU SABUN TRANSPARAN Oleh CHAIRUL FACHMI F03498068 2008 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR PENGARUH PENAMBAHAN GLISERIN DAN SUKROSA TERHADAP MUTU SABUN TRANSPARAN SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA TEKNOLOGI PERTANIAN pada Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Oleh CHAIRUL FACHMI F03498068 2008 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN PENGARUH PENAMBAHAN GLISERIN DAN SUKROSA TERHADAP MUTU SABUN TRANSPARAN SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA TEKNOLOGI PERTANIAN pada Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Oleh CHAIRUL FACHMI F03498068 Dilahirkan pada tanggal 22 Juni 1979 di Subang Tanggal Lulus: 8 September 2008 Menyetujui, Bogor, Septermber 2008 Ir. M. Zein Nasution, MApp.Sc. Dr. Ir. Erliza Hambali, Msi. Pembimbing I Pembimbing II RIWAYAT HIDUP Chairul Fachmi anak pertama dari dua bersaudara, pasangan dari Bapak Fuad Mucharaf (alm) dan Ibu Edeh Haninah, terlahir di Subang pada tanggal 22 Juni 1979. Memulai pendidikan formalnya di SDN Samratulangi Subang pada tahun 1986 dan berhasil lulus pada tahun 1992. Pendidikan tingkat menengah dijalani antara tahun 1992 – 1995 di SMPN 1 Subang, setelah itu melanjutkan ke SMAN 2 Subang dan lulus pada tahun 1998. Pada tahun yang sama berhasil lolos seleksi melalui jalur USMI dan diterima di Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Pada tahun 2001 melakukan kegiatan Praktek Lapang di Sukabumi, Jawa barat dan menyusun laporan yang berjudul “Proses Pengolahan Teh Hitam Orthodox di Perkebunan Goalpara PTPN VIII Suka Bumi Jawa Barat”. Gelar Sarjana Teknologi Pertanian telah diperoleh pada tahun 2008 setelah berhasil menyelesaikan pendidikan S-1 dan menyusun skripsi yang berjudul “Pengaruh Penambahan Gliserin dan Sukrosa terhadap Mutu Sabun Transparan”. sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor di bawah bimbingan Ir. M. Zein Nasution, MApp.Sc., dan Dr. Ir. Erliza Hambali, MSi. Chairul Fachmi. F03498068. Pengaruh Penambahan Gliserin dan Sukrosa terhadap Mutu Sabun Transparan. Di bawah bimbingan M. Zein Nasution dan Erliza Hambali. 2008. RINGKASAN Produk yang diteliti adalah sabun transparan yang merupakan hasil reaksi penyabunan antara asam lemak dan NaOH. Sebagai sumber asam lemak digunakan asam stearat dan lima jenis minyak nabati, yaitu minyak kelapa (coconut oil), dengan penambahan gliserin (10, 30, dan 80) % dan sukrosa (10, 30, dan 80) % Sabun merupakan pembersih yang dibuat dengan reaksi kimia antara basa natrium atau kalium dengan asam lemak dari minyak nabati atau lemak hewani (SNI, 1994). Pemilihan jenis asam lemak menentukan karakteristik sabun yang dihasilkan, karena setiap jenis asam lemak akan memberikan sifat yang berbeda pada sabun (Corredoira dan Pandolfi, 1996). Menurut Williams dan Schmitt (2002), pemilihan bahan baku, khususnya asam lemak, akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap warna produk akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi campuran gliserin dan sukrosa yang digunakan sebagai bahan baku terhadap mutu sabun transparan yang dihasilkan. Analisa yang dilakukan meliputi pengukuran kadar air dan zat menguap dalam sabun, kadar fraksi tak tersabunkan, kadar bagian tak larut dalam alkohol, kadar alkali bebas, nilai pH, kekerasan (nilai penetrasi oleh Penetrometer), dan stabilitas busa. Sebagai pembanding digunakan tiga merk sabun komersial, yaitu Sabun X, Y, dan Sabun Z, Sabun transparan yang dibuat dari kadar campuran gliserin dan sukrosa (10 dan 30) hanya termasuk nilai pH yang berada di dalam kisaran nilai mutu produk pembanding. Sabun yang terbuat dari gliserin dan sukrosa (80) menghasilkan tingkatan kar

Recently converted files (publicly available):