• Document: PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) DENGAN METODE NEURO SENSO MOTOR REFLEX DEVELOPMENT DAN PLAY THERAPYDI YPAC SURAKARTA Hertina Yulian...
  • Size: 451.44 KB
  • Uploaded: 2020-03-26 04:54:21
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal PENA Vol.33 No.1 Edisi Maret 2019 PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) DENGAN METODE NEURO SENSO MOTOR REFLEX DEVELOPMENT DAN PLAY THERAPYDI YPAC SURAKARTA Hertina Yulianasari dan Nur Susanti Program Studi D III Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pekalongan Email : hertina.yuliana95@gmail.com, susantiimoto@yahoo.co.id ABSTRACT Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) is a behavioral disorder characterized by concentration disorders and impaired concentration, and delayed speech in patients. Factors influencing the occurrence of ADHD are factors prenatal and postnatal prenatal complications, and environmental factors. Problematic on ADHD condition of postural hypotonus, spasm in M. Extensor Trunk, M. Trapesiuz Upper and M. Gastrocnemius, presence of postural hypotonus, sensory impairment with sensory blast, behavioral disorder, presence of reflux, Presence of functional activity disorder. Physiotherapy modalities that used under ADHD conditions are by administering NeuroSenso Motor Reflex Development &Syncronization modalities and play therapy. In this research use descriptive analytic method, and research design used is case study design. After 6 treatments (1)There is a change of postural tone from sitting 2 seconds to 15 seconds, standing 5 seconds to 10 seconds. (2) there was a decrease of spasm in M. Extensor Trunk, M. Trapesiuz Upper and M. Gastrocnemius on T4-T6. (3) There is a change in sensory examination of visual, auditory, tactile, touch, vestibular, and propioceptive on T4-T6. (4) There is a change in the examination of moro reflex, graps, stnr toward extension and extensor thrust on T4-T6. (5) There is a change in the examination of ADHD Test on T6. From the results obtained can be concluded that using the intervention of physiotherapy with NeuroSenso Motor Reflex Development &Syncronizationmodality and play therapy can help reduce the problems that arise in Attention Deficit Hyperactyvity Disorder (ADHD). Keywords: ADHD, NeuroSenso Motor Reflex Development &Syncronization, Play Therapy. 44 Jurnal PENA Vol.33 No.1 Edisi Maret 2019 PENDAHULUAN Problematik pada kondisi ADHD Menurut Taylor (1988) Anak yang antara lain Adanya hipotonus postural, mengalami gangguan pemusatan perhatian Adanya spasme otot, Adananya gangguan dan hiperaktivitas mengakibatkan masalah sensoris, Adanya gangguan reflek, adanya fisik, perilaku, kognitif, sosial, dan gangguan gangguan perilaku, dan adanya gangguan belajar karena konsentrasi belajar yang aktivittas fungsional. rendah. Bila masalah tersebut dibiarkan akan Terapi yang dapat meningkatkan menghambat anak untuk memenuhi tugas- fungsional aktivitas anak dan mengurangi tugas perkembangan, prestasi belajar buruk, gangguan serta hambatan pada kondisi mengganggu orang lain, dan juga sekitarnya ADHD, dapat diberikan modalitas fisioterapi (Mulyono, 2007). berupa Neuro Senso Motor Reflek Attention Deficit Hypersctivity Development And Syncronization Dan Play Desorder (ADHD) adalah gangguan perilaku Therapy. yang ditandai gangguan pemusatan perhatian Neuro Senso Motor Reflex dan gangguan konsentrasi, impulsivitas yaitu Developmental & Synchronization bicara semaunya tanpa memikirkan akibat, (NSMRD&S) adalah salah satu metode yang dan melakukan gerakan yang tidak bertujuan untuk meringankan dan mempunyai tujuan yang jelas dan disertai menghilangkan stres dan kompensasi dengan hyperaktif, kekurangan ini bisa disfungsional dan non produktif didalam secara signifikan menganggu upaya struktur tubuh, mengaktifkan motor program akademik anak tersebut yang alami dan genetik dan seluruh (Barlow dan Duran,2007). metabolisme perkembangan gerak, Sebagian besar penelitian menunjukan mengaktifkan (brain-body) integration bahwa akhir-akhir ini ADHD paling banyak mechanisme yang mempengaruhi terjadi sekitar 3-10% terjadi di Amerika perkembangan gerak, mengoptimalkan Serikat, 3-7% di Jerman, 5-10% di Kanada motor dansensor motor integration, dan Slandia Baru. Di Indonesia angka menghilangkan stres pada saat belajar, kejadianya masih belum di temukan angka mendukung ketrampilan motorik dan yang pasti, meskipun kelainan ini tampak kognitifyang alami dan khusus, mengungkap cukup banyak terjadi dan sering

Recently converted files (publicly available):