• Document: KAPASITAS ADSORPSI KOMPOSIT BESI OKSIDA KITOSAN TERHADAP ION LOGAM Pb(II) DALAM MEDIUM CAIR
  • Size: 1.75 MB
  • Uploaded: 2019-05-17 14:04:02
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

JRSKT Vol. 3 No. 2, Desember 2013 R. M. Fajari. et. al. KAPASITAS ADSORPSI KOMPOSIT BESI OKSIDA KITOSAN TERHADAP ION LOGAM Pb(II) DALAM MEDIUM CAIR Rizqi Meidani Fajari, Agung Purwanto, dan Erdawati Jurusan Kimia, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta Jl. Pemuda No. 10 Rawamangun Jakarta Indonesia Corresponding Author: rizemirha09@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi komposit besi oksida kitosan terhadap logam Pb(II) dalam sampel air limbah pada pH dan waktu kontak optimum. Metode yang digunakan untuk mengadsorpsi logam Pb(II) adalah metode batch. Penelitian dilakukan dengan mensintesis komposit besi oksida kitosan dengan ukuran partikelnya adalah 83,90 nm - 166,1 nm. Karakterisasi adsorben dengan -1 menggunakan FTIR menunjukkan bahwa pada pita serapan 3371.71 cm menunjukkan adanya gugus –NH -1 bending dari kitosan, dan serapan 566.84 cm menunjukkan vibrasi regangan dari ikatan logam-oksigen (ikatan Fe-O dari gugus Fe3O4). Karakterisasi dengan XRD menunjukkan bahwa intensitas spektra tertinggi tercapai pada saat 2θ=35.3537°. Kondisi optimum yang dibutuhkan komposit besi oksida kitosan untuk mengadsorpsi ion logam Pb(II) pada pH 5,5, waktu kontak 40 menit dan konsentrasi awal 50 ppm dengan kapasitas adsorpsi untuk kondisi optimum sebesar 46,4509 mg/g adsorben. Abstract This research aims to determine the adsorption capacity of iron oxide composite chitosan for Pb(II) in wastewater samples at optimum pH and contact time. The adsorption used batch method. This research carried out by synthesizing iron oxide composite chitosan with particle size is 83,90 nm – 166,1 nm. -1 Characterization of adsorbent using FTIR showed that on absorption band 3371.71 cm indicate the presence -1 of the-NH bending of chitosan, and on absorption band 566.84 cm showed the of metal-oxygen bond (Fe-O bond of the group Fe3O4). Characterization by XRD showed that the intensity highest spectra is reached at 2θ = 35.3537 °. Optimum conditions that required of iron oxide composite chitosan to adsorb metal ions Pb(II) at pH 5.5, contact time of 40 minutes and the initial concentration of 50 ppm with adsorption capacity to conditions optimum is 46.4509 mg / g adsorbent. Keywords: Adsorption, Chitosan, Iron Oxide Composite Chitosan, Pb(II) 1. Pendahuluan sebagai unsur pembentuk tulang, gangguan Secara alamiah, unsur-unsur logam berat ginjal secara kronis, dan dapat menembus terdapat di alam. Kadar logam berat akan plasenta sehingga mempengaruhi meningkat bila limbah perkotaan, pertumbuhan janin (Komari et al., 2012). Oleh pertambangan, pertanian, dan perindustrian karena itu, penanganan limbah logam timbal yang banyak mengandung logam berat masuk perlu dilakukan. ke dalam lingkungan perairan seperti sungai, Pada penelitian ini untuk menurunkan danau, dan laut. Unsur logam berat dalam kandungan logam timbal dilakukan dengan jumlah yang berlebih akan bersifat racun metode adsorpsi. Metode adsorpsi melibatkan (Komari et al., 2012). interaksi antara adsorbat dengan adsorben. Salah satu logam berat yang sangat Adsorben yang banyak digunakan berasal dari berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan bahan organik seperti karbon aktif, biomassa adalah Pb. Sumber dari Pb antara lain dari alga yang diimobilisasi silika gel, dan kitosan. pabrik plastik, percetakan, peleburan timah, Kitosan memiliki beberapa kelebihan, antara pabrik karet, pabrik baterai, kendaraan lain biodegradable, mudah diperoleh, bermotor, pabrik cat, dan tambang timah. Efek harganya lebih murah, tidak bersifat toksik, yang ditimbulkan dari keracunan timbal adalah dan aman bagi lingkungan (Qi and Xu, 2004). gangguan metabolisme vitamin D dan kalsium Oleh karena sifatnya yang tidak larut dalam air 296 ISSN: 2302-8467 R. M. Fajari. et. al. JRSKT Vol. 3 No. 2, Desember 2013 dan bebera jenis asam mineral, maka sangat menguntungkan apabila difungsikan sebagai adsorben. Penggunaan kitosan sebagai adsorben telah dilakukan oleh beberapa peneliti, (Sun et al., 2006) menggunakan kitosan untuk adsorpsi ion logam Pb(II) pada pH optimum 5,0-6,0. Komposit besi oksida merupakan aplikasi yang baik untuk mengatasi limbah logam timbal. Perkembangan yang baru untuk mendapatkan komposit besi oksida dengan Gambar 1 . Hasil Pengukuran Spektra FTIR luas permukaan dan kapa

Recently converted files (publicly available):