• Document: Panduan Praktikum Sistem Tenaga Listrik TE UMY
  • Size: 567.42 KB
  • Uploaded: 2019-05-24 01:24:12
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Panduan Praktikum Sistem Tenaga Listrik – TE UMY 42 Panduan Praktikum Sistem Tenaga Listrik – TE UMY UNIT 4 PERBAIKAN UNJUK KERJA SALURAN DENGAN SISTEM INTERKONEKSI A. TUJUAN PRAKTIKUM a. Mengetahui fungsi switch pada jaringan interkoneksi b. Mengetahui setting generator dan interkoneksinya dengan grid c. Dapat menganalisis perubahan unjuk kerja sistem sebelum dan sesudah interkoneksi A. DASAR TEORI Di Indonesia, system jaringan distribusi primer dikenal dengan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kV. Saluran ini menyalurkan tenaga listrik dari gardu induk distribusi (Distribution Substation) menuju konsumenyang terlebih dahulu diturunkan tegangannya menjadi 220 / 380 Volt oleh transformer distribusi 20 kV / 220 – 380 Volt. Di dalam mendesain suatu system jaringan distribusi primer harus bisa menanggung beban hingga batas maksimum. Oleh karena itu disesuaikan dengan perkembangan beban. Batas maksimum tergantung dari kapasitas trafo daya, kemampuan saluran penghantar dan kerugian tegangan (disipasi teganga) yang diijinkan antara sisi pengirim dan sisi penerima. Jaringan Distribusi Primer Menurut Susunan Rangkaiannya dibagi menjadi 2 yakni Sistem Radial dan Sistem Loop. Sistem Radial. Tipe ini merupakan bentuk yang paling sederhana dari semua jenis sistem jaringan distribusi lainnya.Penyalurannya secara radial dari penyulang gardu induk hingga konsumen (baik SUTM maupun SUTR).Namun kemungkinan terjadinya padam sangat besar, yang biasanya disebabkan oleh gangguan trafo distribusi atau salurannya. Nilai drop tegangan sangat besar, terutama pada saluran yang jauh dari penyulangnya. Maka untuk jenis ini dipakai di daerah pedesaan atau daerah beban yang tidak membutuhkan kontinuitas tenaga yang tinggi. Sistem Loop Bentuk jaringan dari sistem ring (loop) merupakan rangkaian tertutup dan seperti cincin (ring). Dengan menggunakan sistem ini, beban bias disupply dari dua penyulang jika salah satu saluran mengalami ganguan. Sehingga kontinuitas penyaluran tenaga listrik lebih baik dari sistem radial dan panjang jaringan yang ditanggung oleh dua penyulang tersebut bias lebih pendek, sehingga voltage dropnya semakin kecil. Gambar di halaman berikut menunjukkan sistem open loop. Sistem ini terdiri atas dua jenis, yaitu: a. Sistem Open Loop Pada tipe ini, dilengkapi dengan saklar yang normaly open (NO) diantara saluran penyulang yang satu dengan saluran penyulang lainnya. b. Sistem Close Loop. Pada tipe ini, dilengkapi dengan saklar Normaly Close (NC). 43 Panduan Praktikum Sistem Tenaga Listrik – TE UMY B. GAMBAR SISTEM C. DATA PERCOBAAN SISTEM 1 (bagian kiri) a. Generator 1 = 13.8kV; 50 MW; pf 0.85; 1500 rpm b. Cable 1 = 0.6 kV; 3-3/C; CU; 16 mm2; 50 km c. Cable 2 = 0.6 kV; 3-3/C; CU; 25 mm2; 5 km d. T1 (Transformator1) = 100 MVA Liquid-Fill OA/FA 13.8 kV / 150 kV e. T2 (Transformator2) = 100 MVA Liquid-Fill OA/FA 150 kV / 20 kV f. Lump1 = 45 MVA 20 kV (50% Motor 50% Static) pf 0.85 SISTEM 2 (bagian kanan) a. Grid 150 kV b. Cable 3 = 0.6 kV; 1-3/C; CU; 10 mm2; 1 km c. T3 (Transformator3) = 30 MVA Liquid-Fill OA/FA 150 kV / 20 kV d. T4 (Transformator4) = 50 kVA Liquid-Fill OA/FA 20 kV / 0.38 kV e. Lump2 = 5 MVA 20 kV (50% Motor 50% Static) pf 0.85 f. Load1 = 30 kVA 0.38 kV pf 1 g. Load2 = 20 kVA 0.38 kV pf 1 44 Panduan Praktikum Sistem Tenaga Listrik – TE UMY SISTEM 3 (bagian tengah) a. T5 (Transformator5) = 3 MVA Liquid-Fill OA/FA 150 kV / 20 kV b. Lump 3 = 50 kVA 20 kV (25% Motor 75% Static) pf 0.85 c. Cable 4 = 0.6 kV; 3-3/C; CU; 25 mm2; 5 km d. Cable 5 = 0.6 kV; 3-3/C; CU; 25 mm2; 5 km e. Cable 6 = 0.6 kV; 3-3/C; CU; 25 mm2; 5 km f. Switch: SW-1, SW-2 dan SW-3 D. LANGKAH PERCOBAAN 1. Pastikan project standard dengan frekuensi 50 2. Lakukan setting generator sebagai berikut 45 Panduan Praktikum Sistem Tenaga Listrik – TE UMY 3. Lakukan setting SW-1 open, SW-2 open dan SW-3 close (tidak interkoneksi) dengan cara: 46 Panduan Praktikum Sistem Tenaga Listrik – TE UMY 4. Jalankan load flow pada gambar sistem, lalu catat nilai besaran tegangan, arus dan losses, sesuai dengan tabel pengamatan. 5. Click Alert , lalu catatlah keadaan tidak normal yang terjadi (bus mana saja yang beroperasi pada tegangan tidak normal, critical atau maginal). 6. Lakukan semi interkoneksi dengan status switch: SW-1 close , SW-2 close dan SW- 3 open. Jalankan Load flow pada gambar sistem, lalu catat nilai besaran tegangan, arus dan losses, sesuai dengan tabel

Recently converted files (publicly available):