• Document: BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
  • Size: 340.39 KB
  • Uploaded: 2018-10-13 06:23:56
  • Status: error


Some snippets from your converted document:

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Bab ini menjelaskan perancangan sistem yang dibuat, berupa perancangan sistem mikrokontroller dan tampilan antarmuka web. Bab ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai sistem yang akan dibangun. 3.1. Analisis Masalah Penelitian ini dilakukan di Mitra Anggrek Indonesia dari Mei 2017- Oktober 2017. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan dengan pemilik greenhouse yaitu diperoleh data bahwa greenhouse belum memiliki sistem pemantauan suhu, kelemababan dan pengendalian penyiraman secara otomatis. Padahal tanaman yang ada pada greenhouse tersebut pertumbuhannya bergantung pada suhu, kelembaban dan sinar matahari. Hal ini juga berkaitan dengan monitoring suhu dan kelembaban udara melalui komputer serta pengendalian penyiraman pada greenhouse dibuat secara otomatis. Oleh karena itu dibutuhkan sistem yang dapat memantau suhu, kelembaban dan pengendali penyiraman secara otomatis. Proses ini akan lebih efisien ketika dapat menerapkan sistem tersebut. 3.2. Tahapan Persiapan Penelitian Tahap persiapan penelitian dilakukan untuk melakukan tinjauan lapangan, guna mengetahui kebutuhan-kebutuhan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Serta mengetahui berbagai data terkait suhu dan kelembaban. Berdasarkan tinjauan lapangan diketahui bahwa tanaman yang ada adalah 152 tanaman aglonema yang ditempatkan dalam sebuah greenhouse. Kemudian dilakukan pengamatan berkaitan dengan pola perubahan suhu, kelembaban didalam area greenhouse dan penempatan alat penyiraman agar suhu dan kelembaban stabil. Untuk pengambilan data awal sebelum mengimplementasikan sistem yang dirancang yaitu dilakukan selama 3 hari. Berdasarkan data awal diketahui suhu rata-rata greenhouse pada siang hari yakni 28.50C dan 56%. 16 17 3.3. Analisis Sistem Sistem ini bertujuan untuk memantau suhu, kelembaban dan pengendalian penyiraman secara otomatis pada tanaman aglaonema. Cara kerja sistem ini yaitu sensor akan mendeteksi suhu dan kelembaban, setelah itu sensor akan mengirim informasi ke database Pada penelitian ini pengukuran suhu dan kelembaban menggunakan sensor DHT22 dan proses pengiriman data menggunakan modul Ethernet shield. Data hasil pembacaan sensor dikirim ke server dengan menggunakan protocol HTTP dan data hasil pengiriman akan ditampilkan dalam bentuk web. Proses terakhir yakni akan dilakukan pengujian terkait dengan sensitifitas sensor berdasarkan data yang diperoleh, kemudian dibandingkan dengan data hasil sensor dari alat sensor konvensional. Jaringan pada sistem ini akan diuji guna mengetahui seberapa cepet proses pengiriman data, serta jumlah data terkirim permenit. 3.4. Analisis Kebutuhan Sistem Kebutuhan penunjang dalam pembangunan sistem ini diperlukan beberapa komponen kebutuhan sistem sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware) Perangkat keras yang dibutuhkan pada penelitian ini antara lain: sensor suhu dan kelembaban yakni DHT22, Mikrokontroller Arduino Uno R3, Ethernet Shield, relay, pompa air dan komputer / laptop sebagai server. 2. Perangkat Lunak (Software) Perangkat lunak yang dibutuhkan pada penelitian ini antara lain: Windows 8.1, Arduino IDE, PHP, MySQL, Apache. Sedangkan bahasa pemrograman yang digunakan antara lain, PHP, Javascript, bahasa pemrograman pada arduino. 3.5. Deskripsi Umum Sistem Sistem pemantauan suhu, kelembaban serta pengendalian penyiraman tanaman secara otomatis merupakan sebuah sistem terintegrasi yang terhubung 18 dengan jaringan sebagai proses pemantauan perubahan suhu dan kelembaban udara serta sebagai pengendali penyiraman tanaman secara otomatis ketika kondisi suhu dan kelembaban berada dalam batas yang tidak normal. Sensor dht22 akan membaca nilai suhu dan kelembaban udara untuk diproses di mikrokontroller. Jika nilai yang dibaca sensor dht22 melebihi batas normal maka mikrokontroller akan mengirimkan sinyal ke relay untuk mengaktifkan selenoid valve sehingga alat pengendali penyiraman tanaman akan bekerja. Seluruh data hasil sensor akan dikirim ke server menggunakan ethernet shield dengan jaringan lan. Data yang dikirim akan disimpan kedalam database dengan memanfaatkan php sebagai penghubung. Kemudian data tersebut akan ditampilkan dalam website berupa tabel dan grafik informasi terkait perubahan suhu dan kelembaban pada greenhouse. Gambar 3.1 Arsitektur Sistem Berdasarkan gambar 3.1, terdapat beberapa komponen penyusun arsitektur sistem, adapun fungsi dari masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. Arduino uno, merupakan otak sistem yang berfungsi mengendalikan seluruh komponen. 2. Ethernet shield berfungsi sebagai modul tambahan yang dapat menghubungkan arduino uno dengan jaringan dengan memanfaatkan kabel

Recently converted files (publicly available):