• Document: KARAMBANGAN KAJIAN HISTORIS DAN KOMPOSITORIS DI TENTENA, POSO SULAWESI TENGAH
  • Size: 87.57 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 14:35:31
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

KARAMBANGAN KAJIAN HISTORIS DAN KOMPOSITORIS DI TENTENA, POSO SULAWESI TENGAH Oleh : Milda Yuptin Mompewa Mahasiswa musik FSP-UKSW Paulus Dwi Hananto Dosen Musik FSP-UKSW Karambangan music is one of the most highly valued aspects of the Posonese culture. However, due to the on going conflict that the area of Poso has experienced, there is a real danger of this art form becoming lost, as many of people have been displaced. Karambangan music is a culture tradition that has been pasted on from generation to generation, the poetic text and music accompaniment is an art form that showed the preserved for future generation. This paper is a documentation of various kinds of Karambangan music. The field research was conducted by interviewing Posonese, individuals who have a long history and much experience. Keywords : Karambangan, Poso, Fungsi, Historis, Kompositoris. PENDAHULUAN Keragaman etnik di Indonesia telah mewariskan kekayaan seni dan budaya. Masing- masing kelompok etnis yang tersebar dalam wilayah geografis yang berbeda memiliki kesenian dan kebudayaan yang menunjukkan keunikannya sendiri-sendiri. Keunikan inilah yang nampaknya membuat tiap daerah selalu berusaha terus melestarikan kesenian dan budaya yang ada. Sebagai salah satu daerah yang ada dan menjadi bagian dari Republik ini, Kabupaten Poso menyimpan begitu banyak kekayaan seni dan budaya yang beragam baik itu berupa musik ataupun tari-tarian, misalnya: musik Bambu, musik Karambangan, tarian Torompio, Motaro, Moraego, dan Dero (Ende). Saat ini tarian Torompio1, Motaro, dan Dero (Ende)2 merupakan tarian yang paling popular di daerah Poso, bahkan telah meluas ke seluruh Propinsi Sulawesi Tengah. Namun dalam penelitian ini pembahasan hanya mengenai salah satu jenis musik yang ada dan berkembang di Poso seperti di Tentena dan sekitarnya, yaitu musik Karambangan. Karambangan merupakan permainan gitar tunggal dengan irama tradisional dalam bentuk petikan. Musik Karambangan merupakan jenis musik dengan alunan irama yang lembut dan sederhana namun memiliki gaya dan ciri khas tersendiri. Seiring dengan 1 Tari tradisi Pamona yang diperagakan oleh para muda-mudi. 2 Jenis tarian yang diperagakan dalam bentuk lingkaran dan diiringi gendang dan gong untuk mengiringi lagu- lagu yang dinyanyikan. 1 berjalannya waktu , popularitas musik Karambangan semakin lama semakin menurun, bahkan dikhawatirkan cepat atau lambat musik Karambangan akan punah sama sekali. Disamping itu langkanya dokumentasi tertulis tentang musik Karambangan semakin memperparah keadaan. Keadaan dan situasi yang tidak menentu di daerah Poso dan sekitarnya akibat konflik yang berkepanjangan dikhawatirkan juga berpotensi melenyapkan kesenian musik Karambangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat umum dan secara khusus masyarakat Poso yang tertarik untuk mengetahui dan mengenal lebih dalam mengenai musik Karambangan. LETAK GEOGRAFIS POSO Poso merupakan daerah yang terletak di bagian Timur Sulawesi Tengah dan membentang dari pesisir pantai hingga masuk ke pedalaman.. Posisinya berada pada 1° Lintang Selatan garis Khatulistiwa. Batas-batas wilayah Poso adalah sebagai berikut: sebelah Utara berbatasan dengan Tekuk Domini, sebelah Timur bebatasan dengan Donggala, sebelah Selatan berbatasan dengan Luwuk Sulawesi Selatan, dan Sebelah Barat berbatasan dengan Luwuk Banggai. Daerah yang berada di pesisir pantai memiliki suhu udara rata-rata 30° C, sedangkan daerah yang berada di pedalaman bersuhu udara lebih rendah dan memiliki curah hujan cukup tinggi terutama di sekitar Danau Poso. Hal ini yang menyebabkan udara di sekitar Danau Poso terasa lebih sejuk jika dibandingkan dengan udaara di sekitar Pesisir Pantai.3 Hal yang telah dipaparkan di atas merupakan gambaran geografis Poso secara umum, Namun fokus penelitian disini bukanlah Poso yang dimaksdu di atas melainkan suatu kota kecil yang berjarak 54 km dari Kabupaten Poso yaitu Kota Tentena. Tentena merupakan kota kecil yang terletak di Sulawesi Tengah, Indonesia. Kota Tentena merupakan Ibukota Kecamatan Pamona Utara yang terletak di pinggiran danau Poso. “Kota kecil nan indah“ merupakan sebutan yang pantas ditujukan untuk menggambarkan keadaan Tentena yang dikelilingi pegunungan, hutan dan sebagian lembah. Iklim dan udara yang sejuk serta keberadaan danau Poso yang berada di jantung kota Tentena merupakan perpaduan yang nyaris sempurna. Bahkan keindahan danau Poso yang terkenal dengan Festival Danau Poso-nya selama beberapa tahun mampu menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.4 3 Alfian Ibrahim, Dari Animisme ke Monoteisme: Kristenisasi di Poso 1892-1942, (Yogya

Recently converted files (publicly available):