• Document: BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
  • Size: 891.93 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 16:27:16
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

14 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Masalah Dalam memilih tempat gym terbaik selama ini hanya dengan cara manual yaitu langsung ke lokasi tempat gym yang diinginkan. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka dirancang suatu aplikasi yang memudahkan calon para pemain dalam memilih tempat gym agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Pada gambar 3.1.1.merupakan diagram Ishikawa yang dapat digunakan untuk menganalisis masalah. Bagian kepada atau segiempat yang berada di sebelah kanan merupakan masalah.Sementara pada bagian tulang merupakan penyebab. MAN MATERIAL Menggunakan sistem Data kriteria Data alternatif Menghitung kriteria Ranking tempat dan alternatif gym terbaik Menghitung Metode Profile Matching running time Merankingtempat Metode TOPSIS gym terbaik METHOD MACHINE Gambar 3.1.1. Diagram Ishikawa untuk analisis masalah Universitas Sumatera Utara 15 3.2. Analisis Kebutuhan Sistem Analisis kebutuhan sistem merupakan salah satu tahap dimana pada tahap ini akan dibahas tentang kebutuhan dalam membangun sebuah sistem. Analisis kebutuhan sistem dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kebutuhan fungsional dan kebutuhan non-fungsional. 3.2.1. Kebutuhan fungsional Kebutuhan fungsional merupakan kebutuhan yang harus diberikan oleh sistem. Hal yang menjadi kebutuhan fungsional ialah input, output, process, yaitu antara lain adalah: 1. Sistem harus mampu memberi solusi terhadap sistem pendukung keputusan dalam memilih tempat gym terbaik di kota Medan dengan mengimplementasikan metode Profile Matching dan TOPSIS. 2. Sistem dapat menarik kesimpulan dengan output tempat gym yang terbaik. 3. Sistem dapat mengubah kesalahan dalam penginputan dengan menambahkan button edit dan simpan pada saat penginputan data. 4. Sistem akan menampilkan running time (waktu akses dalam millisecond). 3.2.2. Kebutuhan non-fungsional Kebutuhan non-fungsional adalah kebutuhan yang diberikan oleh sistem yang bertujuan untuk mendukung kebutuhan fungsional yang sudah ditentukan. Kebutuhan non-fungsional dari sistem adalah: 1. Hasil kuisioner Dalam menentukan nilai perbandingan kriteria global dan alternatif digunakan hasil kuisioner. 2. Mudah digunakan (user friendly) Sistem yang akan dibangun harus user friendly, artinya bahwa sistem mudah digunakan oleh user dengan tampilan (interface) yang sederhana dan mudah dimengerti. 3. Menjadi referensi Universitas Sumatera Utara 16 Sistem yang akan dibangun diharapkan mampu menjadi referensi bagi user untuk memilih tempat gym terbaik yang ada di kota Medan. 3.3. Analisis Proses Analisis sistem dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan dari sistem yang akan dibangun, sebelum membangun sistem terlebih dahulu dilakukan beberapa tahap analisis untuk mengidentifikasi segala kebutuhan yang akan diterapkan dalam sistem agar tidak terjadi kesalahan dan sistem yang dibangun akan optimal. Sistem yang akan dibangun adalah sistem dengan nama sistem pendukung keputusan pemilihan gym terbaik di kota Medan. Sistem ini menggunakan dua metode yaitu metode Profile Matching dan Profile TOPSIS. Kedua metode tersebut akan dibandingkan dengan menggunakan 10 sampel ,4 kriteria dan running time process. Sistem ini nantinya akan memberikan alternatif pemilihan tempat gym terbaik di kota Medan.Pemilihan ini berdasarkan kriteria yang telah ditentukan yaitu harga, fasilitas, kenyamanan dan keamanan. 3.4. Pemodelan Sistem Pemodelan sistem yang dirancang bertujuan untuk menggambarkan kondisi dan bagian-bagian yang berperan dalam sistem yang dirancang. Pemodelan sistem dilakukan dengan membuat use case diagram, activity diagram dan sequence diagram. 3.4.1. Use case diagram Diagram use case adalah fungsionalitas dari suatu sistem, sehingga pengguna sistem paham dan mengerti mengenai kegunaan sistem yang akan dibangun. Use caseberperan menggambarkan interaksi antar komponen-komponen yang berperan dalam sistem yang akan dirancang. Actor dalam use case merupakan user. Use casediagram dapat dilihat pada gambar 3.4.1. berikut ini: Universitas Sumatera Utara

Recently converted files (publicly available):