• Document: UPAYA MENINGKATKAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK PRIBADI: PENJELASAN TEORI SLIPPERY SLOPE
  • Size: 585.72 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 21:27:17
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Dwi Ratmono UPAYA MENINGKATKAN KEPATUHAN, ……… UPAYA MENINGKATKAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK PRIBADI: PENJELASAN TEORI SLIPPERY SLOPE Dwi Ratmono1 Abstract: Efforts to Improve Compliance with Tax Payers Personal: Explanation Theory Slippery Slope. The purpose of this study is to develop and examine tax compliance model for individual taxpayers. Based on slippery slope theory, this study proposes hypothesis that severe tax sanctions (more than mild ones) can communicate to society that sanctioned behavior is morally unacceptable. Thus, this research argues that particularly authorities who enact the sanction procedures in a fair manner stimulate compliance with their decisions. This study examines the moderating role of procedural fairness in the positive effect of sanction on tax compliance. This interactive effect of sanction size and procedural fairness on compliance should thus be mediated by trust of the tax authority. A laboratory experiment from 40 individual taxpayers in Semarang city supports for these hypotheses. This study concludes that trust in authorities forms an important mediating variable to the effectiveness of sanction and procedural fairness as tools to enhance tax compliance. Abstrak: Upaya Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi: Penjelasan Teori Slippery Slope. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengembangkan model kepatuhan bagi wajib pajak pribadi dengan menggunakan desain eksperimental. Berdasarkan teori slippery slope, penelitian ini mengajukan hipotesis bahwa sanksi pajak yang berat (daripada yang ringan) dan diberikan melakukan melalui prosedur yang adil akan dapat meningkatkan kepatuhan pajak. Penelitian ini juga menguji peran moderasi keadilan prosedural pada pengaruh positif sanksi pada kepatuhan pajak. Pengaruh interaksi besarnya sanksi dan keadilan prosedural pada kepatuhan dihipotesiskan dimediasi oleh kepercayaan pada otoritas pajak. Penelitian ini telah mengumpulkan data dengan melakukan eksperimen terhadap 40 orang wajib pajak di Kota Semarang. Data penelitian dianalisis dengan ANOVA dan regresi sebagai alat pengujian hipotesis. Hasil pengujian menunjukkan hipotesis yang menyatakan bahwa keadilan prosedural sebagai pemoderasi hubungan antara tingkat denda pajak dan kepatuhan sukarela wajib pajak didukung oleh bukti empiris. Hasil penelitian ini juga menunjukkan variabel kepercayaan terhadap otoritas pajak sebagai pemediasi pengaruh denda dan keadilan prosedural terhadap kepatuhan pajak sukarela. Hasil penelitian ini mendukung beberapa argumen teori slippery slope. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis tersebut maka disusun model yang menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kepatuhan pajak sukarela hanya dapat dilakukan dengan meningkatkan kepercayaan terhadap otoritas pajak. Kata Kunci: Kepatuhan wajib pajak, denda, keadilan prosedural, kepercayaan terhadap otoritas pajak. 1 Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, email: dwi_ratmono@yahoo.com Buletin Ekonomi Vol.13, No. 1, April 2015 hal 1-138 59 Dwi Ratmono UPAYA MENINGKATKAN KEPATUHAN, ……… PENDAHULUAN Pemerintah Indonesia menghadapi masih rendahnya penerimaan dari sektor perpajakan khususnya yang bersumber dari wajib pajak pribadi. Masalah ini mengkawatirkan karena pajak merupakan penyumbang terbesar APBN untuk mendanai kegiatan pembangunan. Oleh karena itu, Fuad Rahmany selaku Dirjen Pajak menyatakan bahwa lembaganya akan melakukan optimalisasi kebijakan peningkatan penerimaan pajak (www.bloomberg.com, 28 Februari 2013). Fuad Rahmany menyatakan bahwa Ditjen Pajak, sebagai otoritas yang berwenang, akan meningkatkan pemeriksaan secara masif terhadap wajib pajak yang diduga melanggar ketentuan perpajakan (tax evaders) dan meningkatkan denda pajak. Namun, kebijakan di atas dapat bertentangan dengan literatur dan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa variabel economic deterrence (pemeriksaan dan denda pajak) hanya akan meningkatkan kepatuhan pajak yang dipaksakan (enforced tax compliance). Dalam jangka panjang, kebijakan dengan menggunakan pemeriksaaan dan denda pajak ini akan kurang efektif karena tax ratio yang tinggi hanya dapat tercapai jika telah ada kepatuhan pajak sukarela (Kogler et al., 2013; Kirchler et al., 2008). Oleh karena itu, otoritas pajak seharusnya juga mempertimbangkan variabel psikologi-sosial yang cenderung dapat m

Recently converted files (publicly available):