• Document: Kesetimbangan Uap-Cair-Cair Sistem Biner N-Butanol + Air Dan Isobutanol+Air Pada 101,3 kpa
  • Size: 495 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 09:55:25
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 Kesetimbangan Uap-Cair-Cair Sistem Biner N-Butanol + Air Dan Isobutanol+Air Pada 101,3 kPa Penulis Rosi Rosmaysari, Dian Eka Septiyana, dan Dosen Dr.Ir.Kuswandi,DEA Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: kuswandi@chem-eng.its.ac.id Abstrak— Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapatkan Oxygenated compound merupakan salah satu senyawa data VLLE isobarik untuk sistem n-butanol + Air dan isobutanol organik yang dapat digunakan sebagai zat aditif. Selain dapat + Air. Sebuah Ebuliometer digunakan pada penelitian ini untuk digunakan untuk mengurangi emisi, Oxygenated compound mencampur dan memanaskan komposisi campuran dari juga dapat digunakan untuk meningkatkan nilai oktan bahan campuran mol fraksi pada kondisi 101.3 kPa hingga temperatur bakar. Oxygenated compound meliputi senyawa alkohol dan equilibrium dapat dijangkau. Fase uap dan cair diambil eter. menggunakan syiringe. Ketika fase cair membentuk dua fase (fase Penambahan etanol pada gasoline dalam jumlah organik dan aqueous), pemisahan untuk masing-masing fase menggunakan syiringe dengan batas antara dua fase cair banyak menyebabkan pembakaran yang terjadi lebih sempurna dibuang. Pengukuran untuk dua fase dilakukan berulang hingga karena nilai kalor etanol lebih kecil daripada nilai kalor komposisi konstan. Komposisi konstan tersebut dinamakan titik gasoline. Lebih rendahnya nilai kalor (heating value) etanol LLE. Data VLLE diperoleh dari perpotongan grafik VLE dan daripada nilai kalor gasoline akan berdampak pada daya mesin, LLE, sehingga penelitian LLE diperlukan. Penelitian LEE yaitu daya mesin berbahan bakar etanol lebih rendah daripada menggunakan equilibrium cell dan waterbath. Komposisi dari daya mesin kendaraan berbahan bakar gasoline (Wibawa et al, masing-masing sampel dianalisa menggunakan GC (Gas 2010). Oleh karena itu perlu ditambahkan entrainer yang Chromatography). Data penelitian kemudian dikorelasikan mempunyai nilai kalor yang lebih tinggi untuk meningktkan menggunakan model koefisien aktivitans NRTL (Non Random nilai kalor bioetanol dalam hal ini digunakan 1-butanol dan Two Liquids) dan Universal Quasi-Chemical (UNIQUAC). VLLE isobutanol. untuk sistem n-butanol +Air secara eksperimen tercapai pada temperatur 366,15 K dengan fraksi mol uap n-butanol sebesar Senyawa n-butanol dan isobutanol memiliki karakteristik 0,2310 dan komposisi fase organik serta fase aqueous masing- fisika dan kimia yang sesuai untuk digunakan sebagai zat aditif masing sebesar 0,3407 dan 0,0259 dalam fraksi mol n- oxygenated compound. Tingkat kelarutan kedua senyawa ini butanol.VLLE untuk sistem isobutanol +air secara eksperimen dalam air cukup rendah (85 g/L untuk n-butanol dan 90 g/L tercapai pada temperatur 360,85 K dengan fraksi mol uap untuk isobutanol) sehingga apabila dicampur ke dalam gasoline isobutanol sebesar 0,3797 dan komposisi fase organik serta fase sebagai zat aditif, senyawa ini tidak akan mencemari aqueous masing-masing sebesar 0,5908 dan 0,0398 dalam fraksi lingkungan. mol isobutanol. Hingga saat ini ketersediaan data kesetimbangan dari senyawa-senyawa tersebut masih terbatas, baik untuk jenis Kata Kunci— VLLE, NRTL, UNIQUAC, n-butanol, fluida maupun rentang operasinya. Untuk mengatasi Isobutanol, Air. keterbatasan ini, dilakukan eksperimen kesetimbangan uap- cair-cair dan mengkorelasikan data yang didapat menggunakan I. PENDAHULUAN persamaan UNIQUAC dan NRTL. D ewasa ini, penggunaan bahan bakar minyak berbasis Dalam penelitian ini akan dilakukan eksperimen dan energi fosil semakin meningkat. Hal ini menyebabkan prediksi untuk sistem biner dengan menggunakan alat jumlah bahan bakar minyak ini semakin menipis. Peraturan ebuliometer dan equilibrium celldengan model persamaan Presiden (Perpres) No.5 tahun 2006 mencanangkan kebijakan NRTL dan UNIQUAC dan selanjutnya hasilnya dibandingkan energi nasional untuk mewujudkan keamanan pasokan bahan dengan h

Recently converted files (publicly available):