• Document: Rangkuman Tinjauan Lingkungan dan Sosial (ESRS) Proyek Tambang Nikel PT Weda Bay Nickel Tahap Eksplorasi dan Kelayakan
  • Size: 341.47 KB
  • Uploaded: 2019-02-13 18:41:55
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Rangkuman Tinjauan Lingkungan dan Sosial (ESRS) Proyek Tambang Nikel PT Weda Bay Nickel – Tahap Eksplorasi dan Kelayakan Rangkuman Tinjauan Lingkungan dan Sosial (Environmental and Social Review Summary/ ESRS) ini disiapkan oleh staf MIGA dan diungkapkan di muka kepada Dewan MIGA demi pertimbangan usulan penerbitan suatu Garansi Kontrak yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi kegiatan-kegiatan MIGA. Dokumen ini bukanlah perkiraan hasil akhir keputusan Dewan Direksi MIGA. Tanggal-tanggal Dewan hanyalah perkiraan belaka. Segala dokumentasi yang terlampir di ESRS telah disusun oleh sponsor proyek dan izin publikasi untuk umum telah diberikan. MIGA telah meninjau lampiran dokumentasi yang disediakan oleh pelamar, dan telah menimbang kelayakan kualitasnya untuk dipublikasikan kepada umum, namun tidak mendukung isinya secara sah (endorse). Negara : Indonesia Bidang : Pertambangan Proyek : PT WEDA BAY NICKEL (WBN) Kategori Lingkungan :A Tanggal Pengungkapan ESRS : 28 April 2010 Direvisi July 2010 Status : Uji Tuntas (Due Diligence) A. Gambaran Proyek PT WBN mengajukan proposal penawaran pengembangan tambang nikel dan kobalt dan pusat pengolahan (plant) hidrometalurgi di Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Timur, provinsi Maluku Utara, Indonesia Timur. MIGA mempertimbangkan dukungan dalam lingkup tahap eksplorasi dan kelayakan, namun ESRS ini juga mencakup beberapa dampak potensial pada tahap konstruksi dan operasional. Bila MIGA diminta untuk memberikan jaminan bagi tahap pembangunan dan operasi proyek ini, maka uji tuntas tambahan akan dilaksanakan. Kegiatan eksplorasi telah mulai berlangsung dan menyertakan penelitian eksplorasi mineral, pengembangan dan perawatan jalan/jalur akses, lubang galian tambang percobaan skala kecil (telah dibangun), dan landasan pesawat terbang (telah dibangun). Proses perolehan tanah bagi pusat pengolahan dan prasarana pendukung lainnya seperti yang direncanakan untuk masa depan (termasuk pelabuhan), akomodasi permanen dan perlengkapan pemukiman, dan permukiman sementara bagi pekerja konstruksi masih berjalan. Pemukiman Tanjung (Tg) Ulie yang didirikan pada 1997 kini termasuk akomodasi bagi para pekerja dan mes, kantor-kantor, bengkel pemeliharaan, gudang-gudang, laboratorium kecil, dan prasarana pendukung seperti sebuah landasan helikopter dan tiga dermaga kayu kecil. Investigasi geoteknis dan studi rancangan lainnya dan konsultasi masyarakat juga sedang dalam proses. Total area yang digunakan untuk operasi pertambangan dan pengolahan dalam 30 tahun pertama diperkirakan sebesar 2.650 ha, yang termasuk (dengan tumpang tindih dalam beberapa bagian):  Area Pertambangan – 1.800 ha;  Area Pusat Pengolahan – 120 ha;  Fasilitas Penyimpanan Residu – 400 ha;  Penambangan Batu Kapur dan fasilitas peremuknya – 100 ha;  Akomodasi Konstruksi Sementara – 48 ha;  Fasilitas Akomodasi Permanen – 29 ha;  Bandara – 36 ha;  Pertambangan dan Jalan Akses – 80 ha; dan  Infrastruktur lainnya – 250 ha. B. Penggolongan Lingkungan dan Sosial Sesuai prosedur ESRS MIGA, proyek ini termasuk Kategori A. Aktifitas pada tahap eksplorasi dan kelayakan proyek nikel-kobalt WBN akan membutuhkan perolehan tanah, tes pengeboran pada daerah-daerah yang peka secara ekologi, yang merupakan prasyarat bagi tahapan konstruksi dan operasi. Akusisi lahan tidak sampai menggusur rumah, pada beberapa kasus hanya menggusur ladang/ kebun. Pada tahap eksplorasi dan kelayakan, dampak terhadap habitat kritis, keragaman hayati dan yang disebabkan oleh polusi diperkirakan tidak akan cukup berarti. Dampak potensial utama yang cukup berarti akan timbul pada tahap pembangunan dan operasi, seperti: potensi erosi, keragaman hayati, pembuangan residu padat (solid residue), dan gelombang pendatang (population influx), yang dapat berdampak permanen jika tidak ditangani dengan tepat. C. Standar yang Berlaku Berdasarkan informasi terkini, Standar-Standar Kinerja MIGA berikut diperkirakan akan berlaku:  PS1: Taksiran Sosial dan Lingkungan serta Sistem Manajemen  PS2: Kondisi Pekerja dan Pekerjaan  PS3: Pengurangan dan Pencegahan Polusi  PS4: Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Masyarakat  PS5: Penggusuran Tanah dan Pengalihan-Pemukiman (Resettlement)  PS6: Perlindungan Keragaman Hayati dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan  PS7: Kebijakan Bagi Penduduk Asli (Indigenous)  PS8: Warisan Budaya D. Dokumen Kunci dan Lingkup Tinjauan MIGA  Eramet – Eksplorasi dan Pengembangan ESIA PT Weda Bay Nickel yang disusun oleh ERM – Februari 2010;  AMDAL – EIA dan EMP yang disusun untuk Kementerian Lingkungan Hidup – Februari 2009;  Studi Kelayakan Kontrak Karya – Februari 2009. Sebagai bagian dari uji tuntas sosial dan lingkungan, para ahli sosial dan lingkungan dari MIGA dan Bank D

Recently converted files (publicly available):