• Document: BAB 6 KONSEP PERANCANGAN DAN PERENCANAAN
  • Size: 623.91 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 03:54:35
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB 6 KONSEP PERANCANGAN DAN PERENCANAAN 6.1. Konsep Programatik Konsep programatik perencanaan terbagi menjadi tiga bagian yang membahas tentang fungsi, penataan tapak, dan tata ruang dari sarana TPA yang dirancang. Ketiga hal tersebut akan menjadi landasan dalam mendesain sarana TPA yang bernuansa alam dan inklusif. 6.1.1. Fungsional Taman Penitipan Anak akan berfungsi sebagai salah satu sarana pendidikan anak usia dini yang sekaligus berperan sebagai keluarga yang merawat dan mengawasi tumbuh kembang peserta didik. Secara fisik keberadaan TPA bernuansa alam di tengah Kota Yogyakarta ini dirancang dengan konsep dan fasilitas lengkap terpadu sehingga dapat memenuhi kebutuhan para peserta didik. Tujuan utama adalah agar peserta didik merasa nyaman dan aman selama berkegiatan di TPA ini. Taman Penitipan Anak ini diperuntukkan untuk anak usia 0-6 tahun tanpa membeda-bedakan suku, ras, dan agama. Di TPA ini tingkat pembelajaran, perawatan, dan pendampingan yang diterima oleh peserta didik akan disesuaikan dengan usia dan tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun emosional. Gambar 6.1 Kegiatan Anak di Luar Ruangan Sumber: http://www.tribunnews.com/lifestyle/2013/01/03 149 Nuansa alam yang ingin diterapkan pada TPA ini adalah mulai dari kegiatan belajar dan bermain anak-anak peserta didik. Desain ruangan yang semi terbuka dan langsung berhubungan dengan taman-taman aktif maupun pasif diluar ruang akan memberikan kesan segar, sejuk, dan dekat dengan alam. 6.1.2. Sintesa Analisis Tapak Konsep perencanaan tapak untuk fungsi pendidikan akan memanfaatkan tapak dengan penyesuaian pada beberapa aspek seperti yang sudah dihasilkan dari analisis tapak. Gambar 6.2 Konsep Penataan Tapak Sumber: Analisis Penulis, 2014 Kondisi eksisting site merupakan lahan kosong yang tidak terurus. Tapak akan diratakan dan memulai pembangunan dari awal. Kontur tanah pada 150 tapak cenderung datar dan sejajar dengan jalan. Permainan kontur memungkinkan untuk dilakukan pada tapak dengan pengurukan tanah. Tapak memerlukan penambahan vegetasi di dalamnya sehingga menjadi lebih hijau dan memudahkan dalam penataan ruang luar yang bernansa alam nantinya. 6.1.3. Tata Ruang Dalam penataan tata ruang dalam bangunan ini, hal yang menjadi fokus adalah adalah penataan ruang kelas dan taman bermain outdoor. Ruang kelas dan taman bermain outdoor harus saling berdekatan karena memiliki keterkaitan yang erat dengan aktivitas anak. Area kantor terletak paling depan untuk menjadi tameng bagi ruang-ruang kelas. 151 * Ruang kelas ada yang terletak di lantai dasar dan di lantai 1, ruang kelas yang berada di lantai dasar merupakan ruang kelas untuk Young Preschooler (usia 3-4 tahun) dan Preschooler (usia 4-6 tahun). Sedangkan kelas yang berada di lantai 1 adalah untuk Infants (0-1 tahun), Young Toddlers (1-2 tahun, Older Toddlers (2-3 tahun). Gambar 6.3 Konsep Penataan Ruang Sumber: Analisis Penulis, 2013 6.2. Konsep Bentuk Fungsi bangunan sebagai Taman Penitipan Anak menjadi salah satu faktor pemilihan bentuk dan perwujudan masa bangunan. Analogi bentuk yang diterapkan diharap mampu merepresentasikan bangunan TPA ini menjadi suatu bangunan yang mencerminkan fungsi dan peranannya, agar terwujud rancangan Taman Penitipan Anak yang bersifat inklusif dan bernuansa alami. 152 6.2.1 Konsep Bentuk Perencanaan dan Perancangan Siteplan Siteplan atau rencana tapak adalah gambar rencana yang memperlihatkan baik tatanan dalam maupun luar bangunan, sekaligus hubungaan dan sirkulasinya. Konsep perencanaan dan perancangan siteplan menggunakan analogi bentuk block toys yang merupakan salah satu alat permainan untuk melatih kreativitas anak. 153 154 6.2.2 Konsep Bentuk Perencanaan dan Perancangan Masa Bangunan Masa bangunan merupakan perwujudan fisik dari hasil pengolahan gubahan bentuk yang akan menjadi wujud nyata dari suatu bangunan. Dalam perencanaan dan perancangan TPA ini, bentuk-bentuk geometri dasar seperti persegi, segitiga, dan lingkaran akan lebih banyak digunakan. Kemudian bentuk-bentuk dasar tersebut akan dikombinasikan dengan bentuk-bentuk lainnya agar menjadi suatu gubahan yang baik dan satu padu.

Recently converted files (publicly available):