• Document: BIOMARKER TERKINI DALAM USAHA MEMPREDIKSI PREEKLAMPSIA
  • Size: 521.95 KB
  • Uploaded: 2018-10-14 23:58:17
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Salan,YDC.Biomarker Terkini dalam Usaha… BIOMARKER TERKINI DALAM USAHA MEMPREDIKSI PREEKLAMPSIA Yosef Dwi Cahyadi Salan1,2 1 Dokter Umum Rumah Sakit Umum Daerah H. Boejasin Pelaihari Tanah Laut 2 Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat - RSUD ULIN Banjarmasin Kalimantan Selatan Email korespondensi: salanyosef@gmail.com Abstract: Preeclampsia is a life-threatening disease and can occur in all pregnant women. Preeclampsia was defined as a disease in pregnant women that is characterized by an increase in blood pressure exceeds 140 mmHg for systolic and 90 mmHg for diastolic that occured in pregnant women with gestational age above 20 weeks. In recent decades the incidence of preeclampsia continues to rise and is caused by various factors. Factors to be considered as the most influential is the process of the growth of the placenta which is abnormal, but the main factors that trigger the growth of the placenta become abnormal is not yet certainly known, some studies tryingto find out the various factors that can trigger the growth of abnormal placentation of preeclampsia, especially the associationof the growth pattern blood vessels in the placenta are thought to have a major role in the occurrence of preeclampsia in pregnant women. From these studies are found several biomarkers that are believed to be an early marker in an attempt to prevent the occurrence of preeclampsia in pregnant women, such as angiogenic markers, immunological markers, markers of Metabolic and Endocrine marker. Keywords: Preeclampsia, Abnormal Placentation, and Early Biomarker. Abstrak: Preeklampsia merupakan salah satu penyakit yang mengancam jiwa dan dapat terjadi pada semua ibu hamil. Preeklampsia didefinisikan sebagai suatu penyakit pada ibu hamil yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah melebihi 140 mmHg untuk sistolik dan 90 mmHg untuk diastolik yang terjadi pada ibu hamil dengan usia kehamilan diatas 20 minggu. Dalam beberapa dekade terakhir angka kejadian preeklampsia terus meningkat dan disebabkan oleh berbagai macam faktor. Faktor yang dianggap paling berpengaruh yaitu adanya proses pertumbuhan plasenta yang tidak normal, akan tetapi faktor utama yang mencetuskan terjadinya pertumbuhan plasenta secara abnormal tersebut belum diketahui dengan pasti, beberapa penelitian mencoba mencari tau berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya pertumbuhan plasenta abnormal pada preeklampsia, terutama yang berhubungan dengan pola pertumbuhan pembuluh darah pada plasenta yang diduga memiliki peranan besar dalam terjadinya preeklampsia pada ibu hamil. Dari penelitian-penelitian tersebut didapatkan beberapa biomarker yang dipercaya dapat menjadi penanda dini dalam usaha untuk mencegah terjadinya preeklampsia pada ibu hamil, seperti marker Angiogenik, marker Immunologis, marker Metabolik, dan marker Endokrin. Kata-kata Kunci: Preeklampsia, Pertumbuhan Plasenta Abnormal, dan Biomarker Penanda Dini. 119 Berkala Kedokteran, Vol.13, No.1, Feb 2017: 119-128 PENDAHULUAN adanya peningkatan kadar ureum 2x lipat Preeklampsia (PE) merupakan suatu lebih dari nilai normal pada pasien yang penyakit sistemik yang terjadi pada ibu tidak memiliki kelainan ginjal sebelumnya, hamil dan menyebabkan komplikasi pada serta adanya gangguan penglihatan dan lebih dari 3-6% persalinan di negara maju. keluhan nyeri kepala.3 Preeklampsia juga menjadi penyakit yang Penyebab pasti preeklampsia hingga menyebabkan kematian ibu terbesar di saat ini masih belum diketahui, dan satu- berbagai negara, khususnya di negara satunya pengobatan yang bisa dilakukan berkembang seperti di Indonesia.1,2 adalah dengan cara melahirkan bayi dan Preeklampsia didefinisikan sebagai adanya plasenta. Berbagai penelitian dilakukan peningkatan tekanan darah pada ibu hamil guna dapat melakukan penanganan kom- sebesar 140 mmHg untuk tekanan sistolik, prehensif pada pasien dengan PE, dan 90 mmHg untuk tekanan diastolik, termasuk penelitian biomarker yang dapat pada ibu hamil dengan usia kehamilan memprediksi terjadinya preeklampsia pada diatas 20 minggu.1,2Preekampsia juga ibu hamil. Beberapa penelitian terkahir dapat diperberat dengan beberapa gejala, menunjukkan hasil yang menjanjikan yaitu adanya peningkatan tekanan darah dengan ditemukannya beberapa biomarker hingga lebih dari 160 mmHg untuk yang dapat digunakan sebagai alat sistolik, dan 110 mmHg untuk diastolik, diagnostik dini pada pasien dengan PE. adanya gangguan faal hati (peningkatan Beberapa Biomarker tersebut diantaranya SGOT & SGPT), adanya peningkatan seperti pada

Recently converted files (publicly available):