• Document: PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRODUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMAN 2 BANDA ACEH ABSTRAK
  • Size: 357.18 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 03:00:32
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Volume I, Nomor 2, Hal 86-99, November 2016 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRODUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMAN 2 BANDA ACEH Mutia Balkis1, Hasmunir2, A. Wahab Abdi3 1 Email: mutiabalkis95@gmail.com 2 Pendidikan Geografi, FKIP Unsyiah, email: hasmunir@unsyiah.ac.id 3 Pendidikan Geografi, FKIP Unsyiah, email: wahababdi.fkip@gmail.com ABSTRAK Model pembelajaran problem based introduction merupakan sebuah model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar geografi siswa kelas XI SMAN 2 Banda Aceh dengan menerapkan model problem based introduction; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran geografi dengan model problem based introduction; (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dengan model problem based introduction; dan (4) Respon siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan model problem based introduction. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 2 SMAN 2 Banda Aceh yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa menggunakan model problem based introduction. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan individual pada siklus I sebesar 93% dengan 2 siswa dinyatakan tidak tuntas. Pada siklus II persentase ketuntasan individual mengalami peningkatan menjadi 96%. Hanya terdapat 1 siswa yang tidak tuntas secara individual pada siklus ini. Pada siklus III keseluruhan siswa dinyatakan tuntas belajar secara individual. Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 50%, siklus II meningkat menjadi 70% dan siklus III menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus I hingga siklus III sudah mencerminkan keterlaksanaan model problem based introduction; (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dengan menggunakan model problem based introduction mengalami peningkatan. Pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 3,65, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 3,7 dan siklus III dengan skor 3,8 yang dikategorikan baik sekali; (4) Respon siswa terhadap model problem based introduction dapat dikatakan baik sekali dengan 94% dari 32 siswa berpendapat bahwa pembelajaran menggunakan model problem based introduction dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan yang telah dipelajari. Kata Kunci : PTK, problem based introduction, hasil belajar, geografi 86 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Volume I, Nomor 2, Hal 86-99, November 2016 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan faktor yang paling dominan peranannya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara karena pendidikan dapat menentukan maju mundurnya proses perkembangan suatu bangsa dan negara dalam segala bidang. Dunia pendidikan Indonesia terus berbenah diri demi terwujudnya pencapaian hasil yang baik. Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses perbuatan melalui berbagai pengalaman. Menurut Aqil (2009:19) “Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu”. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses perbuatan melalui berbagai pengalaman. Belajar juga memiliki makna sebagai suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan ditentukan oleh proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru dan peserta didik. Pada hakikatnya yang disebut dengan pendidikan adalah pengaruh bimbingan, arahan dari orang dewasa kepada anak yang belum dewasa agar menjadi dewasa, mandiri dan memiliki kepribadian yang utuh dan matang. Kepribadian yang dimaksud adalah semua aspek yang meliputi cipta, rasa dan karsa. Pendidikan dalam arti luas merupakan proses untuk memberikan manusia berbagai macam situasi yang bertujuan memberdayakan diri. Pendidikan dalam arti sempit merupakan pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga tempat pembelajaran. Agar mengalami perubahan tersebut, guru dituntut melakukan inovasi- inovasi dalam pembelajaran. Selain menyajikan materi, tetapi juga menggunakan metode atau model pembelajaran yang sesuai, menyenang

Recently converted files (publicly available):