• Document: Analisis Media Audio terhadap Perubahan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Petugas Laboratorium Kesehatan Kota Banjar
  • Size: 31.37 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 07:42:52
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 9 / No. 2 / Agustus 2014 Analisis Media Audio terhadap Perubahan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Petugas Laboratorium Kesehatan Kota Banjar Zulkifli*), Bagoes Widjanarko**), Laksmono Widagdo**) *) RSUD Cut Meutia Lhokseumawe Korespondensi : zulham77@gmail.com **) Magister Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro Semarang ABSTRAK Angka kecelakaan kerja di Indonesia cenderung naik, pada tahun 2010 terdapat 98.711 kasus dan 2011 terdapat 99.491 kasus kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja juga pernah terjadi pada petugas laboratorium klinik RSUD Kota Banjar. Petugas laboratorium klinik merupakan bagian dari petugas pelayanan kesehatan yang kesehariannya selalu berhubungan dengan spesimen pasien yang mempunyai risiko terinfeksi oleh berbagai macam penyakit, khususnya bila tidak disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri (APD). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain penelitian eksperimen semu (Quasi experiment design). Jumlah sampel 38 orang petugas laboratorium kesehatan yang berada di Wilayah Kota Banjar. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna pada uji independent t-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, pada posttest II untuk variabel pengetahuan, sikap, dan praktek penggunaaan APD. Ada perbedaan yang bermakna pada uji paired t-test variabel pengetahuan, sikap dan praktek kelompok eksperimen, antara pretest dan posttest II. Media audio efektif terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan praktek penggunaaan APD pada petugas laboratorium kesehatan kelompok eksperimen. Kata Kunci : media audio, perilaku, APD ABSTRACT Audio Media Analysis Of Behavior Change Use of Personal Protective Equipment (PPE) in Health Laboratory Officer in Banjar; The number of occupational accidents in Indonesia tend to rise, in 2010 there were 98711 cases and 2011 there were 99491 cases of occupational accidents. Workplace accidents also occurred on clinical laboratory worker at Banjar hospital. Clinical laboratory workers is part of health care workers who always associated with specimens of patients who have a risk of getting infected by various diseases, especially when there is no discipline in the use of personal protective equipment (PPE). The type of this research is a quantitative analytical study with quasi-experimental research design (Quasi - experiment design). Number of samples are 38 health laboratory workers in Banjar region. Data analysis includes univariate and bivariate using paired t-test. The results of the study : There are significant differences of posttest II independent t-test between control group and experimental group, in the variables of knowledge, attitude, and practical use of PPE. There are significant differences of paired t-test for experimental group between pretest and posttest II, in the variables of knowledge, attitude, and practical use of PPE.Audio media effectively to changes the behavior of the use of PPE in health laboratory workers in Banjar. Keywords : audio media, behavior, PPE 218 Analisis Media Audio ... (Zulkifli, Bagoes W, Laksmono W) PENDAHULUAN terdapat berbagai macam paparan antara lain, Dengan meningkatnya pemanfaatan fasilitas paparan kimia, biologi, ergonomi dan kecelakaan pelayanan kesehatan oleh masyarakat maka kerja. Sudah saatnya keselamatan dan kesehatan tuntutan pengelolaan program kesehatan dan kerja (K3) di rumah sakit mendapat perhatian keselamatan kerja di rumah sakit (K3RS) khusus, dalam hal ini sudah terbukti dengan telah semakin tinggi karena Sumber Daya Manusia dimasukkannya K3 sebagai salah satu pelayanan (SDM) Rumah Sakit, pengunjung / pengantar yang termasuk dalam 12 pelayanan akreditasi pasien, pasien dan masyarakat sekitar Rumah (Berek, 2010). Laboratorium merupakan area Sakit ingin mendapatkan perlindungan dari kerja yang berbahaya, potensi bahaya di gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja, baik laboratorium seperti kuman, virus, jamur, sebagai dampak proses kegiatan pemberian formaldehid, toluene, xylene, kecelakaan dan pelayanan maupun karena kondisi sarana dan ergonomi. Semua spesimen yang di tangani di prasarana yang ada di Rumah Sakit yang tidak laboratorium harus dianggap infeksius karena memenuhi standar. Di dunia Internasional, selalu berpotensi menimbulkan penyakit dan program K3 telah lama diterapkan di berbagai gangguan kesehatan (Tresnaningsih, 2012). sektor industry, kecuali di sektor kesehatan. Alat pelindung diri (APD) berperan penting Perkembangan K3RS tertinggal dikarenakan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. fokus pada kegiatan kuratif, bukan preventif, dan Dasar hukum sebagai pedoman dalam penerapan tenaga profesi di bidang K3 yang masih terbatas. pemakaian alat pelindung dir

Recently converted files (publicly available):