• Document: BAB I PETROLOGI MINERAL DEPOSIT, MAGMA, SOLUSI DAN SEDIMEN MAGMA, KRISTALISASI DAN MAGMA DAN DEPOSIT MINERAL
  • Size: 356.64 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 06:58:55
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB I PETROLOGI MINERAL DEPOSIT, MAGMA, SOLUSI DAN SEDIMEN MAGMA, KRISTALISASI DAN MAGMA DAN DEPOSIT MINERAL A. Cara Terjadinya Mineral Mineral merupakan hasil akhir dari proses alam yang kompleks, dimana Karakteristik, Lingkungan Geologi serta Mineral Asosiasinya merupakan tanda yang dapat menerangkan kondisi sebenarnya dimana ia terbentuk dan kemungkinan terbentuknya pada masa yang akan dating. Secara fase reaksi (kristalisasi), maka proses kristalisasi pembentukan mineral dibagi menjadi 2 fase, yaitu : a. Nucleation Yaitu pembentukan inti dari mineral yang inti tersebut dapat membesar melalui proses pertumbuhan. Inti terbentuk dari sekumpulan material-material unsur pokok dalam mineral, yang mana unsur-unsur pokok tersebut akan saling mengikat menjadi unit-unit sel yang tersebar merata secara acak. b. Growth & Enlargement (Pertumbuhan & Pembesaran) Pertumbuhan dan pembesaran dari mineral hanya akan berjalan jika kondisinya baik (menguntungkan). Pertumbuhan dimulai melalui : I. Bertambahnya atau bertumbuhnya lapisan-lapisan secara berturut- turut dari atom-atom/ion-ion yang dikandungnya. II. Pertumbuhan secara berturut-turut dari barisan/deretan atom-atom tersebut dimulai dari keadaan ketidakteraturan inti permukaan kristal. Proses sublimasi merupakan proses yang tidak begitu berarti dalam pembentukan bahan galian, tetapi memang ada bahan galian yang terbentuk oleh proses ini.Proses sublimasi menyangkut perubahan langsung dari keadaan gas atau uap menajdi keadaan padat, tanpa melalui fase cair. Tabel I.1 Proses dan pembentukan jenis deposit Proses Deposit yang dihasilkan 1. Konsentrasi magmatic Deposit magmatik 2. Sublimasi Sublimat 3. Kontak metasomatisme Deposit kontak metasomatik Pengisian celah-celah terbuka 4. Konsentrasi hidrotermal Pertukaran ion pada batuan Lapisan-lapisan sedimenter 5. Sedimentasi Evaporit. 6. Pelapukan Konsentrasi residual Placer. 7. Metamorfisme Deposit metamorfik Air tanah, garam tanah, endapan 8. Hidrologi caliche. Genesa Bahan Galian | 1 BAB II FORMASI ENDAPAN MINERAL A. Mendala Metalogenik atau Metallogenic Province Istilah Mendala Metalogenik atau Metallogenic Province memiliki pengertian suatu area yang dicirikan oleh kumpulan endapan mineral yang khas, atau oleh satu atau lebih jenis-jenis karakteristik mineralisasi.Suatu mendala metalogenik mungkin memiliki lebih dari satu episode mineralisasi yang disebut dengan Metallogenic Epoch. Berbicara mengenai mendala metalogenik, tidak terlepas dari siklus-siklus geologi dan formasi endapan mineral. Proses pembentukan bijih dan endapan bijih berhubungan dengan asosiasi batuan, setting geologi, dan siklus geologi. Di kedalaman kerak bumi, lelehan batuan atau magma timbul dan mengkristal setelah mengalami pendinginan dan muncul di permukaan. Ekspresi permukaan dari proses magmatisme menunjukkan aktivitas volkanik yang intensif, seperti yang terjadi di jalur Pasifik. Daerah-daerah volkanik yang mengalami pelapukan dan proses penurunan, ditambah dengan adanya media air yang membawa materi- materi klastik dan kimia menuju cekungan pengendapan yang mana endapan-endapan sedimen seperti kerikil, pasir, lempung, batugamping, dan endapan-endapan kimia terbentuk. Penurunan kerak bumi di bawah cekungan tersebut menyebabkan material-material sedimen di kedalaman mengalami proses metamorfisme di bawah kondisi tekanan dan temperatur yang mendekati titik lelehnya, sehingga membentuk magma baru. Pergerakan struktur menimbulkan rekahan local dalam kerak bumi yang sering menjadi media untuk larutan pembentuk bijih, dan mineral-mineral bijih dapat mengendap membentuk urat atau vein. Pembentukan bijih dan perkembangan struktur dapat diperkirakan seperti model tektonik lempeng yang terjadi selama evolusi kerak bumi Genesa Bahan Galian | 2 (Gambar 2.1).Model tersebut menjelaskan bagaimana kerak yang baru terbentuk di dalam rift zone, terutama di mid- oceanic ridge, oleh penambahan magma basaltik dari kedalaman. Proses tersebut membentuk kerak samudra yang homogen yang telah mengalami sedikit proses yang penting untuk segregasi logam-logam yang membentuk endapan bijih. Kecuali segregasi lokal dari kromium dan nikel di bagian yang paling dalam dari k

Recently converted files (publicly available):