• Document: Induksi dan Karakterisasi Pisang Mas Lumut Tetraploid (Induction and characterization of tetraploid Pisang Mas Lumut)
  • Size: 371.65 KB
  • Uploaded: 2018-10-13 12:04:05
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Biologi Indonesia 10(2): 191-200 (2014) Induksi dan Karakterisasi Pisang Mas Lumut Tetraploid (Induction and characterization of tetraploid Pisang Mas Lumut) Yuyu S. Poerba, Witjaksono, F. Ahmad & T. Handayani Pusat Penelitian Biologi LIPI, Jl Raya Jakarta-Bogor Km 46 Cibinong, Email: yuyupoerba@gmail.com Memasukkan: Desember 2013, Diterima Mei 2014 ABSTRACT Triploid banana breeding could be achieved by crossing tetraploid to diploid banana cultivars. The availaibility of tetraploid bananas is naturally very limited. One of methods to produce tetraploid bananas is inducing tetraploid plants using chemicals that inhibit spindle fiber formation during mitosis such as oryzalin or colchicine. The present research is aimed to produce and characterize tetraploid Pisang Mas Lumut (Musa acuminata, AAAA genome) induced by in-vitro oryzalin treatment from diploid Pisang Mas Lumut. Fifteen in vitro-cultured shoots were treated wih oryzalin at of 60μM for 7 days in a liquid MS basal medium with addition of 2 mg/l BA. After 6 sub-cultured, 54 shoots and 104 plantlets were produced. Forty seedlings were then survived and grew well and healthy. Ploidy identification of induced Pisang Mas Lumut was conducted using Flowcytometer at seedling stage and repeated at reproductive phases for 2 cycles. The results showed that oryzalin treatments produced tetraploids at a frequency of 30%, diploid at 65% and mixoploid at 5%. The tetraploid plants have longer and thicker pseudostems, produce fewer suckers, drooping and larger leaves, and broader fruits compared to its diploid control at harvest time. The tetraploid plants have similar genetic properties with their diploid controls as shown by genetic identity of 0.90-0.97. Key words: Pisang Mas Lumut, Musa acuminata, AA, oryzalin, tetraploid ABSTRAK Pemuliaan pisang triploid dapat dicapai dengan persilangan kultivar pisang tetraploid dengan pisang diploid. Ketersediaan pisang tetraploid di alam sangat terbatas. Salah satu metode untuk menghasilkan pisang tetraploid adalah dengan menginduksi tanaman tetraploid dengan menggunakan bahan kimia yang menghambat terbentuknya spindle fiber selama mitosis seperti oryzalin atau kolkisin. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan melakukan karakterisasi Pisang Mas Lumut tetraploid (Musa acuminata, genom AAAA) yang diinduksi secara in- vitro dari Pisang Mas diploid dengan perlakuan oryzalin. Limabelas kultur tunas in-vitro diperlakukan dengan 60μM oryzalin selama 7 hari dalam media basal MS cair dengan penambahan 2 mg/l BA. Setelah 6 sub-kultur, dihasilkan 54 tunas dan 104 plantlet. Hanya empat puluh bibit yang kemudian tumbuh baik dan sehat. Identifikasi ploidi Pisang Mas Lumut tetraploid hasil induksi dilakukan dengan Flowcyometer pada tahap bibit dan diulang pada tahap reproduktif selama dua siklus tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan oryzalin menghasilkan 30% tetraploid, 65% diploid dan 5% mixoploid. Tanaman tetraploid memiliki batang semu yang lebih panjang dan tebal, anakan lebih sedikit, daun yang merunduk dan lebih besar serta buah yang lebih gemuk dibandingkan control diploidnya pada saat panen. Tanaman tetraploid memiliki properti genetik yang sama dengan tanaman diploid kontrol yang terlihat pada nilai identitas genetik 0.90-0.97. Kata Kunci: Pisang Mas Lumut, Musa acuminata, AA, oryzalin, tetraploid PENDAHULUAN menunjukkan mudahnya tanaman ini tumbuh. Indonesia dan kawasan Asia Tenggara termasuk Pisang (Musa spp.) merupakan tanaman buah pusat persebaran tanaman pisang komersial. Lebih penting di Indonesia dan dunia. Tanaman pisang di dari dua ratus varietas ditanam petani yang Indonesia tersebar hampir di segala tempat yang seluruhnya adalah varietas alami yang belum 191 Purba, dkk mengalami perbaikan/pemuliaan. Hingga saat ini partenokarpi dan tidak berbiji. Kelompok pisang ini belum ada varietas hasil pemuliaan pisang yang termasuk buah pisang diploid yang dapat dimakan sudah dilepas (Pusat Perlindungan Varietas dan (edible diploid), yang berbeda dengan kelompok Perizinan Pertanian, http://ppvt.setjen.deptan.go.id/ pisang liar yang juga diploid dan berbiji (Simmonds ppvtpp/files/vhp-2013.pdf). & Shepherd, 1955). Pisang Mas memiliki bentuk kecil Tidak banyak tersedianya varietas/klon hasil dengan aroma harum dan rasa yang lebih manis. Pisang pemuliaan konvensional disebabkan karena kompleks- Mas memiliki banyak varian dan dia

Recently converted files (publicly available):