• Document: PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA SMK PN 2 PURWOREJO
  • Size: 506.79 KB
  • Uploaded: 2018-10-22 01:36:02
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

ISSN: 2303-3738 Vol.05/No.01/Januari 2015 PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA SMK PN 2 PURWOREJO Oleh: Deni Setyawan, Adhetya Kurniawan Pendidikan Teknik Otomotif, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo e-mail: denisetiawan743@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) proses pembuatan media pembelajaran menggunakan pinnacele studio 9 (2) pengaruh media pembelajaran media Audio Video terhadap hasil belajar.Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian Research and Development. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampling jenuh, Sampel yang diambil dengan jumlah 40 siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen dengan tes objektif pretest dan posttest. Uji analisis menggunakan statistik parametris dengan uji t-Test.Hasil dari penelitian menggunakan media Audio Video dengan siswa yang diajar menggunakan media “konvensional” setelah diberi perlakuan. Melalui uji t-tes dengan taraf kesalahan 5%, hasilnya t hitung lebih besar dari harga t tabel yaitu 2,34 > 1,66. Kata kunci: Pengembangan Media Audio Video, hasil belajar. PENDAHULUAN Dunia pendidikan berperan penting dalam pembangunan nasional indonesia terutama sebagai negara yang berkembang. Sardiman (2011:57) menyatakan tujuan pendidikan juga dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memberikan rumusan hasil yang diharapkan dari siswa/subjek belajar, Setelah menyelesaikan/memperoleh pengalaman belajar. Tune Up adalah salah satu keterampilan yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan dari jurusan Teknik Sepeda Motor. Oleh karena itu pembelajaran untuk kompetensi Tune Up harus dilakukan secara maksimal. Upaya untuk memaksimalkan proses pembelajaan sering mengalami berbagai macam kendala. Hujair (2004:3) menyatakan media pembelajaran adalah mempunyai fungsi menyampaikan pesan pembelajaran, dapat dikatakan bahwa bentuk komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan saran untuk menyampaikan pesan. Bentuk-bentuk simulus dapat dipergunakan sebagai media, diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia, realitas, gambar bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam lalu di gabungkan menjadi satu dan menjadikan suatu bentuk film. Salah satu faktor yang dirasakan oleh guru dalam pembelajaran Tune Up adalah masalah strategi pembelajaran. Metode yang digunakan dalam pembelajaran masih terbatas sehingga proses pembelajaran terkesan monoton Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif_Universitas Muhammadiyah Purworejo 59 Vol.05/No.01/Januari 2015 ISSN: 2303-3738 dan kadang terasa membosankan. Hal ini dikarenakan didalam proses pembelajaran tersebut didominasi oleh guru dalam bentuk ceramah dan pemberian tugas. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tanggal 11 Desember 2013 dan informasi dari guru teknik sepeda motor di SMK PN 2 Purworejo, menemukan bahwa permasalahan tersebut juga disebabkan oleh kurang tersedianya media pembelajaran untuk Tune Up yang berbentuk video/film, sehingga kegiatan pembelajaran harus dilakukan secara konvensional, yaitu dengan cara ceramah. Dengan ceramah membuat siswa menjadi gampang bosan, sehingga siswa jadi tidak mempunyai minat untuk mendengarkan. Akibatnya nilai dalam mata pelajaran Tune Up pun menjadi kurang maksimal.Saat ini penggunaan media pembelajaran sangat penting untuk menunjang keberhasilan didalam sebuah kegiatan belajar mengajar. Untuk itulah seorang guru dituntut harus kreatif didalam pembuatan media tersebut. Salah satu media yang dapat digunakan yaitu menggunakan media video/film. Dengan menggunakan media audio video, siswa akan lebih memahami materi yang diajarkan dari pada hanya menggunakan metode ceramah. Saat ini penggunaan media pembelajaran sangat penting untuk menunjang keberhasilan didalam sebuah kegiatan belajar mengajar. Untuk itulah seorang guru dituntut harus kreatif didalam pembuatan media tersebut. Salah satu media yang dapat digunakan yaitu menggunakan media video/film. Dengan menggunakan media audio video, siswa akan lebih memahami materi yang diajarkan dari pada hanya menggunakan metode ceramah. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan dapat diidentifikasi beberapa masalah yaitu kurangnya minat siswa di dalam model pembelajaran konvensional. Peningkatan hasil belajar dapat dilakukan melalui media pembelajaran audio video pada siswa kelas XI Teknik Sepeda Motor SMK PN 2 Purworejo METODE PENELITIAN Waktu dan tempat penelitian adalah di SMKPN 2 Purworejo, waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2014. Menurut Sugiyono (2011:297) Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Research and Development adalah metode 60 Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif_Universitas Muhammadiyah Purworejo ISSN: 2303-3738 Vol.05/No.01/Januari 2015 penelitian yang digunakan untuk m

Recently converted files (publicly available):