• Document: PERENCANAAN PRODUKSI DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK TEPUNG PADA PT DIVA MITRA BOGATAMA
  • Size: 76.51 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 21:40:23
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PERENCANAAN PRODUKSI DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK TEPUNG PADA PT DIVA MITRA BOGATAMA Widyantoko Utomo Universitas Bina Nusantara, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11530, widyantoko.utomo@gmail.com Widyantoko Utomo, Haryadi Sarjono, ST., MM., ME., Ketut Gita Ayu, MSIE. ABSTRAK PT. Diva Mitra Bogatama is a fast food seasoning manufacture company. The problem arise is the build up inventory in the storage exceeding the products lifetime use, therefore have to be eliminated. This situation cost the company a lost, with products contributing the most are chicken flour with variance Spicy, Crispy, and Bread Crumb. To reduce the lost, company is improving on the production planning and inventory control with the following steps which are Forecasting, Aggregate Planning, MPS process, inventory control, and MRP. The result of the calculation shows Seasonal Additive as the best method for forecast with the smallest given error value, continued by Chase method for Aggregate Planning with the least cost, and then elaborated in MPS and MRP format based on inventory model with the least cost which is Lot For Lot (LFL). Conclusion obtained is the company is able to reduce its usage of resource by applying the correct PPIC procedures.(WU) Keyword: Forecasting, Aggregate Planning, MPS, Production Planning ABSTRAK PT. Diva Mitra Bogatama adalah perusahaan produsen bumbu makanan cepat saji. Permasalahan yang timbul adalah terjadinya penumpukan produk di gudang hingga melewati masa pakainya sehingga harus dimusnahkan. Hal ini menyebabkan kerugian bagi perusahaan, dengan produk penyumbang kerugian terbesar yaitu tepung ayam varian pedas, renyah, dan tepung panir. Untuk mengurangi hal ini, perusahaan melakukan perbaikan perencanaan produksi dan pengendalian persediaan dengan tahapan Peramalan penjualan, Perencanaan Agregat, proses MPS, kendali persediaan dan MRP. Hasil perhitungan menunjukkan Seasonal Additive sebagai metode Peramalan terbaik dengan nilai error terkecil, dilanjutkan Perencanaan Agregat metode Chase dengan biaya terendah, kemudian dijabarkan dalam bentuk MPS dan MRP berdasarkan biaya terendah dalam metode persediaan yaitu Lot For Lot (LFL). Kesimpulan yang diperoleh yaitu perusahaan mampu mengurangi penggunaan sumber daya dengan penerapan prosedur PPIC yang tepat.(WU) Kata Kunci: Peramalan, Perencanaan Agregat, MPS, Perencanaan Produksi PENDAHULUAN Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perusahaan dapat berusaha menekan jumlah berlebihnya pasokan atas produk yang mereka produksi, agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Kecenderungan atas pasokan yang melampaui permintaan ini dapat terlihat dari tingginya produk mereka yang rusak dalam gudang disebabkan oleh lewatnya masa pakai produk sehingga menyebabkan produk tidak dapat dipakai lagi dan harus dimusnahkan. Penelitian ini dapat secara signifikan mampu 1 menekan tingkat kerugian yang dialami perusahaan sehingga perusahaan dapat meningkatkan efisiensi produksinya dan mampu bersaing dengan kompetitor. Penelitian sejenis telah dilakukan sebelumnya oleh Anggara Hayun dan Johanda yang mencoba menyelesaikan masalah oversupply dengan mendapati bahwa perencanaan produksi yang baik sejak tahapan awal peramalan permintaan hingga proses perencanaan bahan baku yang baik dapat dengan efektif memperbaiki kelancaran produksi dan mengakomodir permintaan pasar dengan baik. Selain itu, Iveline Anne Marie, Silvi Ariyanti, dan Monika Tangel juga pernah melakukan penelitian sejenis dengan penerapan metode yang sama untuk menyelesaikan masalah kekurangan bahan baku faktor produksi untuk memenuhi tingkat produksi yang harus diakomodir perusahaan. Berdasarkan data yang didapatkan dari perusahaan, rata-rata pertahun perusahaan mengalami kerugian sebesar 2.28% dari total produksi yang mereka lakukan atau senilai Rp 64,018,485. Dalam melakukan penelitian ini dipilih obyek studi yang menyebabkan nilai kerugian terbesar dengan jumlah kerusakan terbanyak yaitu produk tepung bumbu Hot Chicken, Crispy Chicken, dan Chicken Bread Crumb. Penelitian ini kemudian berusaha untuk melakukan perencanaan produksi secara bertahap sejak peramalan permintaan hingga penentuan jumlah dan jadwal order bahan baku faktor produksi. Perumusan masalah: 1. Apakah metode peramalan yang paling sesuai dalam memperkirakan permintaan produk tepung dari perusahaan? 2. Apakah metode yang paling sesuai dalam perencanaan agregat dan bagaimana pengaruhnya dalam format penjadwalan produksi induk (MPS)? 3. Berapa total biaya paling efisien yang dapat dicapai antara penggunaan metode Economic Order Quantity, Production Order Quantity, dan Lot For Lot? Tujuan 1. Mengetahui m

Recently converted files (publicly available):