• Document: BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan asal usulnya, kosakata bahasa Jepang terbagi atas wago,
  • Size: 149.45 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 01:29:36
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Berdasarkan asal usulnya, kosakata bahasa Jepang terbagi atas wago, kango dan gairaigo. Wago (和語) adalah kosakata dari bahasa Jepang asli. Kango (漢語) merupakan kosakata yang berasal dari bahasa Cina, sedangkan gairaigo (外来語) adalah kosakata dari bahasa asing dalam bahasa Jepang tidak termasuk dari kosakata bahasa Cina. Sudjianto dan Dahidi (2004 : 97) menyimpulkan gairaigo adalah salah satu jenis kosakata bahasa Jepang yang berasal dari bahasa asing yang telah disesuaikan dengan aturan-aturan yang ada di dalam bahasa Jepang. Ada yang menyebut gairaigo dengan istilah yoogo (kata-kata yang berasal dari negara-negara Barat) dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah shakuyoogo (kata pinjaman). Huruf dalam bahasa Jepang disebut dengan moji. Iwabuchi dalam Sudjianto dan Dahidi (2004:55) mengatakan bahasa Jepang adalah bahasa yang dapat dinyatakan dengan tulisan yang menggunakan huruf-huruf (kanji, hiragana, katakana,roomaji). Pada gairaigo huruf yang digunakan adalah katakana dan roomaji. Ishida dalam Sudjianto dan Dahidi (2004:83) mengatakan katakana dapat dipakai untuk menuliskan kata-kata seperti nama tempat dan nama orang asing, kata pungut dan kata-kata bahasa asing, kata-kata yang tergolong onomatope, nama-nama binatang dan tumbuh-tumbuhan, istilah-istilah khusus bidang keahlian, nomina nama diri, dan dapat dipakai 2 pula terutama dengan maksud memberikan penekanan, menarik perhatian pembaca, atau memberikan pengartian yang khusus. Secara fonologis bahasa Jepang memiliki kekhasan tersendiri. Silabel bahasa Jepang sangat berbeda dengan silabel bahasa-bahasa lainnya. Sebagian besar bahasa Jepang silabelnya merupakan silabel terbuka yang diakhiri dengan bunyi vokal tertentu kecuali apabila ada penambahan bunyi hatsuon dan sokuon pada silabel tersebut. Karena gairaigo merupakan kata-kata yang asing yang dijadikan bahasa Jepang, maka terjadi perubahan silabel pada kata tersebut. Sudjianto dan Dahidi (2004:22) mengatakan silabel-silabel di dalam bahasa Jepang berupa silabel buka, maka semua kata asing yang dijadikan bahasa Jepang (kata pungut) harus mengikuti aturan silabel bahasa Jepang. Misalnya, kata-kata bahasa Jepang yang dipungut dari bahasa Inggris yang mengandung unsur silabel tutup, maka silabel tutup pada bahasa itu harus diubah menjadi silabel buka dengan cara menambahkan salah satu vokal pada akhir silabel tersebut. Mari kita lihat contoh gairaigo seperti ミルク miruku、dan ストライク sutoraiku. Pada kedua kata tersebut terdapat perubahan silabel ketika telah diserap ke dalam bahasa Jepang. Kata ミルク miruku berasal dari kata milk dalam bahasa Inggris yang hanya terdiri dari satu silabel tutup. Ketika dijadikan ke dalam bahasa Jepang kata tersebut menjadi berjumlah tiga silabel. Silabel tutup /l/ dan /k/ ditambah dengan vokal [u]. Demikian halnya dengan kata sutoraiku yang berasal dari kata strike yang berjumlah satu silabel, berubah menjadi lima silabel setelah dijadikan kata serapan bahasa Jepang. Silabel tutup /s/ dan /k ditambah dengan vokal [u] sehingga menjadi silabel 3 /su/ dan /ku/, sedangkan silabel tutup /t/ ditambah dengan vokal [o] menjadi silabel /to/. Berdasarkan uraian di atas, dapat kita lihat bagaimana kata serapan yang berasal dari bahasa asing sangat berbeda setelah dijadikan bahasa Jepang. Bahkan dalam gairaigo kita juga dapat menemukan kata-kata yang mengalami penyingkatan setelah dijadikan bahasa jepang, seperti kata デパート depaato, yang berasal dari bahasa Inggris department store. Hal-hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti proses pembentukan kata serapan dalam bahasa Jepang. 1.2 Batasan Masalah Kata serapan dalam bahasa Jepang (gairaigo) sudah lazim digunakan sehari-hari seperti halnya kosakata asli bahasa Jepang. Berkaitan dengan gairaigo kita bisa menelaah melalui kajian fonologi, morfologi, morfofonologi dan semantik. Dalam penelitian ini peneliti mencoba meneliti menggunakan kajian fonologi karena melihat dari segi perubahan bunyinya. Kosakata di dalam gairaigo telah diserap dari berbagai bahasa asing, seperti bahasa Belanda, Portugis, Prancis, Jerman, Inggris dan bahasa asing lainnya termasuk bahasa Indonesia. Pada penelitian ini peneliti tidak membahas semua perubahan bentuk kata serapan yang berasal dari berbagai bahasa yang telah disebut di atas, tetapi yang berasal dari bahasa Inggris saja yang terdapat dalam majalah fashion CanCam. 4 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka peneliti merumuskan masalah menjadi berikut : 1. Bagaimana proses perubahan bentuk kata serapan dalam bahasa Jepang? 2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan perubahan fonetis dari bahasa Inggris ke bahasa Jepang (gairaigo)? 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian merupakan hasil yang ingin dicapai dalam suatu penelitian. Berdasarkan rumusan masalah, agar hasil penelitian yang didapat lebih terarah serta mempuny

Recently converted files (publicly available):