• Document: KANDUNGAN KOLESTEROL, LEMAK, VITAMIN A DAN E DALAM DAGING, HATI, DAN TELUR, SERTA PERFORMA PUYUH DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK DAN TEPUNG DAUN KATUK
  • Size: 1.52 MB
  • Uploaded: 2019-05-17 13:38:22
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

KANDUNGAN KOLESTEROL, LEMAK, VITAMIN A DAN E DALAM DAGING, HATI, DAN TELUR, SERTA PERFORMA PUYUH DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK DAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus L. Merr) DALAM RANSUM SKRIPSI SITI MAWADDAH DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011 RINGKASAN Siti Mawaddah D24062085. 2011. Kandungan Kolesterol, Lemak, Vitamin A dan E dalam Daging, Hati, dan Telur, serta Performa Puyuh dengan Pemberian Ekstrak dan Tepung Daun Katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dalam Ransum. Skripsi. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Pembimbing Utama : Ir. Widya Hermana, M.Si. Pembimbing Anggota : Prof. Dr. Ir. Wiranda G Piliang, M.Sc. Daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) merupakan tanaman obat yang sudah banyak diteliti karena banyak manfaatnya. Beberapa manfaat daun katuk yaitu sebagai tanaman obat keluarga, bahan makanan yang bergizi tinggi, zat pewarna makanan, dan dapat memperlancar air susu ibu. Daun katuk memiliki kandungan serat kasar yang paling tinggi pada beberapa tanaman hijau bahan pakan (23,65%). Penggunaan daun katuk dalam pakan ternak dapat dibuat dengan beberapa metode yaitu dalam bentuk tepung dan ekstrak. Masing-masing metode memiliki keunggulan, bentuk tepung mudah dalam pembuatan tetapi serat kasar yang terkandung masih tinggi dan menjadi hambatan dalam pencernaan khususnya unggas. Bentuk ekstrak yang memiliki kemudahan dalam penyimpanan, dan dalam proses pembuatan ekstrak bertujuan untuk mengambil sebagian atau seluruh zat yang ada di dalam tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh perbedaan pemberian ekstrak tepung daun katuk (ETDK) yang dibandingkan dengan tepung daun katuk (TDK) melalui penilaian kandungan kolesterol, lemak, vitamin A dan E pada daging, hati dan telur, serta performa puyuh. Ransum perlakuan yang diberikan terdiri dari empat macam ransum, yaitu ransum basal (R0) sebagai ransum kontrol, R0 + 0,15% ETDK (R1), R0 + 0,30% ETDK (R2), R0 + 10% TDK (R3). Puyuh terbagi atas 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan 13 ekor setiap ulangan. Data performa puyuh yang diperoleh dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diuji lanjut dengan uji jarak Duncan jika hasilnya berbeda nyata sedangkan data kandungan kolesterol, lemak, vitamin A dan E dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan analisis performa puyuh yang terdiri dari konsumsi ransum, Hen day, massa telur, bobot telur, konversi ransum tidak berbeda nyata sedangkan untuk warna kuning telur berbeda sangat nyata (P<0,01). Kandungan kolesterol dan lemak terendah pada daging, hati dan telur diperoleh dengan pemberian 10% tepung daun daun katuk dalam ransum, serta kadungan vitamin A dan E tertinggi juga diperoleh pada pemberian 10% tepung daun katuk. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa pemberian ekstrak dengan kadar 0,15% dan 0,30% tidak memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian tepung daun katuk 10% dalam ransum. Kata-kata kunci: Sauropus androgynus L Merr, kolesterol, vitamin A, vitamin E, puyuh ii ABSTRACT The Content of Cholesterol, Fat, Vitamin A and E in Meat, Liver, and Eggs, and Performance of Quail by Giving Extract and Katuk Leaves Meal (Sauropus androgynus L. Merr) in The Diet S. Mawaddah, W. Hermana, W.G. Piliang Katuk leaves (Sauropus androgynus L. Merr) is a medicinal plant that has been much studied because it has many benefits. The use of katuk leaves in animal feed can be made by several methods, i.e. in the form of meal and extract. Each method has positive and negative values. Positive value in the form of meal is easy in the making, but the crude fiber that was contained in katuk leaves become a barrier in the digestion. While a positive value for the extract is easier in the regulation of dosage, easy storage, for a longer period of time is practical in preparing and maintaining durability of materials, as well as goal of extract is to take part or all of certain substances that contained in plant material. Treatment rations were given consisted of four different diets, basal diet (R0) as a control diet, R0 + 0.15% ETDK (R1), R0 + 0.30% ETDK (R2), R0 + 10% TDK (R3). The quails divided into 4 treatments and 4 replicates with 13 quils each replication. The data of quail performances were analyzed by completely randomized design and further test with Duncan's test if the results are significantly different, while the data content of cholesterol, fat, vitamin A and E were analyzed descriptively. The results showed quail performances of feed consumption, Hen day, egg mass, egg weight, feed conversion ratio were not significantly diffferent, but for egg yolk color was very significantly different (P<0.01

Recently converted files (publicly available):