• Document: PEMBELAJARAN BANGUN-BANGUN DATAR (1)
  • Size: 248.69 KB
  • Uploaded: 2018-12-05 19:50:15
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PEMBELAJARAN BANGUN-BANGUN DATAR (1) H. Sufyani Prabawanto, M. Ed. Bahan Belajar Mandiri 3 PEMBELAJARAN BANGUN-BANGUN DATAR (1) Pendahuluan Bahan belajar mandiri ini menyajikan pembelajaran bangun-bangun datar yang dibagi menjadi dua kegiatan belajar, yaitu: kegiatan belajar 1 membahas pembelajaran pengenalan garis, sudut, segibanyak, dan lingkaran; dan kegiatan belajar 2 membahas pembelajaran segiempat, segitiga, dan lingkaran. Karena mater ini diajarkan di tingkat sekolah dasar dan agar anda (guru dan calon guru SD) dapat menyelenggarakan pembelajarannya dengan baik, anda mutlak harus menguasai materi ini dan mampu memilih pendekatan yang tepat dalam menyelenggarakan pembelajarannya. Disamping itu, agar pembelajaran lebih bermakna, usahakan kaitkan materi ini dengan kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai acuan utama penulisan bahan belajar madiri ini adalah: (1) kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk sekolah dasar, dan (2) buku karangan Billstein, Liberskind, dan Lot (1993), A Problem Solving Approach to Mathematics for Elemtary School Teachers. Sedangkan sebagai rujukan tambahan penulisan bahan belajar mandiri ini adalah buku-buku matematika SD yang beredar di pasaran, khususnya yang berkenaan dengan persen, perbandingan, dan skala. Setelah mempelajari dan mengerjakan latihan-latihan yang ada pada bahan belajar mandiri ini, anda diharapkan dapat: 1. Menjelaskan garis, sudut, bidang dan segibanyak 2. Menjelaskan cara menyelesaikan soal yang berkitan dengan garis, sudut, bidang dan segibanyak. 3. Merancang pembelajaran garis sudut, bidang, dan segibanyak. sesuai dengan KTSP SD. 1 4. Menyelenggarakan pembelajaran garis, sudut, bidang dan segibanyak. di SD dengan menggunakan pendekatan yang sesuai. 5. Melakukan evaluasi hasil belajar siswa tentang garis, sudut, bidang dan segibanyak. 6. Menjelaskan segiempat dan segitiga. 7. Menjelaskan cara menyelesaikan soal yang berkitan dengan segiempat dan segitiga. 8. Merancang pembelajaran segiempat dan segitiga sesuai dengan KTSP SD. 9. Menyelenggarakan pembelajaran segiempat dan segitiga di SD dengan menggunakan pendekatan yang sesuai. 10. Melakukan evaluasi hasil belajar siswa tentang segiempat dan segitiga. Kegiatan Belajar 1 Pengenalan Garis, Sudut, Bidang, Segibanyak, dan Lingkaran A. Pengenalan Garis, Sudut, dan Bidang Dalam mempelajari geometri kita berhubungan dengan beberapa gagasan dasar, antara lain titik dan garis. Titik sebagai gagasan dasar tidak didefinisikan. Gagasan tentang titik itu dapat dikaitkan dengan obyek yang ada di sekitar kita, misalnya bagian runcing suatu pensil atau noktah yang menggambarkan kota Bandung di suatu peta. Ilustrasi tentang titik itu belumlah memberikan suatu pengertian yang tepat tentang gagasan titik di dalam geometri. Titik tidak mempunyai panjang, lebar, maupun tebal. Sebuah titik menunjukkan sebuah posisi atau letak tertentu suatu obyek. Suatu titik biasanya digambarkan sebagai sebuah noktah dan diberi nama dengan menggunakan huruf kapital, misalnya titik A, titik B, titik C, dan seterusnya. Sampaikan kepada siswa beberapa gambar dan nama titik seperti di bawah ini. .A .B .C titik A titik B titik C Himpunan semua titik membentuk suatu ruang. Suatu ruang penuh dengan titik-titik. Dengan demikian tidak ada tempat dalam suatu ruang tanpa diwakili titik. Salah satu himpunan bagian dari ruang adalah bidang. Bidang merupakan himpunan titik-titik. Bidang sangat luas, panjang dan lebarnya tidak terhingga tetapi bidang tidak mempunyai tebal. Secara intuitif bidang 2 dapat dibayangkan sebagai permukaan kaca yang rata, atau permukaan papan tulis. Secara sederhana, suatu bidang yang terbatas dapat diilustrasikan sebagai selembar kertas yang ada pada buku tulis. Untuk memudahkan pembicaraan, model suatu bidang biasanya digambar dengan menggunakan suatu daerah jajargenjang yang diberi nama dengan huruf kapital yang ditempatkan pada pojok jajargenjang itu, seperti tampak pada model bidang α berikut: α Sering kali suatu bidang diberi nama dengan menggunakan tiga huruf kapital yang ditempatkan pada titik pojok jajar genjang itu, seperti tampak pada jajargenjang ABC, atau ABD, atau BCD, atau ADC berikut: D A C B Dari gambar di atas, secara intuitif kita dapat mengatakan bahwa tiga titik berlainan dan tidak terletak pada satu garis menentukan suatu bidang. Dua buah bidang dapat sejajar atau berpotongan tetapi tidak dapat sejajar dan berpotongan. Contoh dua bidang yang sejajar adalah lantai dan langit- langit ruang kelas. Sedangkan contoh dua bidang berpotongan adalah tembok dan lantai ruang kelas. Perpotongan dua bidang membentuk sebuah garis lurus. Garis lurus merupakan himpunan titik-titik dan garis merupakan himpunan bagian dari suatu bidang. 3 Suatu garis lurus (selanjutnya disebut dengan garis) mempunyai panjang tidak terhingga, dapat diperpanjang pada dua arahnya, dan tidak mempunyai tebal. Suatu garis dapat diberti nama dengan satu huruf kecil atau dua huruf kapital dibagian atasnya diberi tanda yang merupakan nama dua titik berlainan yang ada pada garis itu. Perhatika contoh berikut ini: g garis g g

Recently converted files (publicly available):