• Document: ANALISIS KINERJA DAN KAPASITAS PELAYANAN TERMINAL PETI KEMAS SEMARANG Mochamad Nadjib. Abstract
  • Size: 360.08 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 14:28:46
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

ANALISIS KINERJA DAN KAPASITAS PELAYANAN TERMINAL PETI KEMAS SEMARANG Mochamad Nadjib Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Pembangunan Surabaya ( I.T.P.S ) Email: mochamad_naz@yahoo.com Abstrak Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) merupakan salah satu pelabuhan peti kemas andalan di Indonesia. Tujuan penelitian mengenai analisis kinerja dan kapasitas pelayanan Terminal Peti Kemas Semarang ini dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana TPKS siap menghadapi tantangan pertumbuhan arus kapal dan arus barang di tahun-tahun mendatang serta untuk mengetahui tingkat kinerja dan kapasitas pelayanan Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS). Analisis kinerja dilakukan dengan menghitung Berth Occupancy Ratio (BOR) yaitu tingkat pemakaian dermaga; Berth Troughput (BTP) yaitu kemampuan dermaga untuk melewatkan jumlah barang yang dibongkar muat di tambatan; Kapasitas Dermaga yaitu kemampuan dermaga untuk dapat menerima atau bongkar muat peti kemas. Analisis kapasitas dilakukan dengan melakukan prediksi arus kapal dan arus peti kemas pada tahun 2012, 2020, dan 2025, serta menghitung Kapasitas Container crane (CC) dan Kapasitas Rubber tyred gantry crane (RTG). Hasil analisis kinerja menunjukkan bahwa BOR berada di bawah nilai yang diberikan oleh UNCTAD, yaitu 50%. Daya lalu lintas peti kemas selalu jauh lebih rendah daripada BTP terpasang. Selain itu, terdapat selisih yang cukup besar antara kapasitas dermaga dengan arus peti kemas yang ada. Berdasarkan hasil perhitungan kapasitas Container crane dan RTG sangat siap untuk menghadapi arus kapal dan arus peti kemas selama 15 tahun mendatang. Kata Kunci : Analisis Kinerja dan Kapasitas, BOR, BTP, Kapasitas Dermaga, Kapasitas CC, Kapasitas RTG Abstract Semarang Container Port Terminal (TPKS) is one of Indonesian chief container port terminal. This research is conducted to know the readiness of TPKS to handle the growth of ships and goods traffic in coming years, especially on the aspects of TPKS’ performance and service capacity. Port performance is analyzed by determine Berth Occupancy Ratio (BOR) or the rate of utilisation of port, Berth Troughput (BTP) or berth capacity to pass amount of goods, and Berth Capacity to contain container traffic. Capacity is analyzed by predicted ships and containers traffic in 2012, 2020, and 2025, and determine Container Crane (CC) capacity and Rubber tyred gantry crane (RTG) capacity. The result showed that BOR is far below from a standard score that is stated by UNCTAD, 50%. Berth troughput capacity was always far below installed BTP. In addition, there a big difference between berth capacity and container traffic. Based on the research, container crane and RTG capacities have readiness to handle ships and containers traffic for next 15 years. Key Words : Analize of Performance and Capacity, BOR, BTP, Berth Capacity, CC Capacities, RTG Capacities 1. Pendahuluan dikembangkan/ditambahkan di terminal peti kemas ini Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. (Persero) guna meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan di Pelabuhan Indonesia III No: Kep.46/PP.1.08/P.III lapangan. tanggal 29 Juni 2001 tentang Pembentukan Terminal Karena jumlah dari fasilitas yang tersedia disini Petikemas Semarang terhitung sejak tanggal 1 Juli 2001 terbatas, maka perlu segera dilakukan penambahan Terminal Petikemas Semarang (TPKS) sudah merupakan fasilitas-fasilitas baru agar dapat menunjang tingginya cabang sendiri yang terpisah dengan Pelabuhan Tanjung pelayanan bongkar muat peti kemas, sehubungan dengan Emas Semarang sehingga urusan handling peti kemas itu perlu dilakukan penelitian tentang seberapa jauh sepenuhnya dilakukan oleh manajemen Terminal Peti tingkat kinerja dan kapasitas TPKS sepanjang tahunnya. Kemas Semarang. Menurut Thomas dan Monie (2000), pelabuhan dan Pembentukan TPKS ini diharapkan agar bisa terminal peti kemas haruslah melakukan pengukuran mewujudkan kemampuan terminal peti kemas untuk terhadap kinerjanya. Pengukuran efisiensi pelabuhan dapat melayani arus kapal dan peti kemas, sehingga atau terminal peti kemas ini penting karena vital bagi pelayanannya semakin meningkat pada tahun-tahun yang ekonomi suatu bangsa untuk mencapai keberhasilan dan akan datang. Sehubungan dengan kepentingan diatas kemakmuran dalam dunia industri pelabuhan. menunjukkan bahwa fasilitas penunjang yang sudah ada (yang dimiliki sekarang) perlu untuk

Recently converted files (publicly available):