• Document: BAB VIII PENGENALAN CACAT KAYU
  • Size: 710.41 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 01:21:03
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN TEKNIK PRODUKSI HASIL HUTAN BAB VIII PENGENALAN CACAT KAYU Dr. Wahyu Surakusuma, M.Si KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2017 BAB VIII. PENGENALAN CACAT KAYU Kompetensi Utama: Profesional Kompetensi Inti Guru: Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu Kompetensi Dasar: mengenal, mengidentifikasi, mengukur dan menghitung cacat- cacat yang terdapat pada kayu bulat jati serta dapat mengetahui akibat atau pengaruh dari adanya cacat tersebut terhadap isi dan mutu / kualita kayu. Kayu merupakan salah satu material konstruksi yang paling banyak terdapat dialam dan pertama kali digunakan dalam sejarah umat manusia Kayu sampai saat ini masih banyak digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan untuk rumah tingga ,gedung, jembatan, bantalan kereta api dan lain lain. Kayu dipilih sebagai bahan konstruksi selain karena alasan mudah didapat, harganya relatif murah dan memiliki nilai estetika yang tinggi. ( Frick,1981 ) juga menyatakan bahwa material kayu akan selalu dibutuhkan manusia karena sifat utama yang dimiliki yaitu kayu merupakan kekayaan alam (natural resources )yang tidak akan pernah habis, mudah dalam pemrosesan serta memiliki sifat sifat spesifik yang tidak dimiliki oleh bahan lain. Kesalahan atau cacat kayu dapat dicegah dan diatasi sebelum kita melangkah lebih lanjut. Pedoman yang harus diperhatikan adalah bahwa nilai kayu yang diproses adalah besar, sekali salah akan berakibat fatal. Oleh karena itu proses pengeringan kayu dan karakteristik kayu yang dikeringkan harus dapat dikontrol dan dikuasai. Proses pengeringan tidak dapat dipaksa atau dipercepat hanya menaikkan temperatur ruang begitu saja. Karena dapat berakibat kayu menjadi rusak dan cacat sehingga tidak dapat dimanfaatkan. Berdasarkan penyebabnya cacat kayu dapat digolongkan menjadi 3 macam yaitu: 1. Cacat alami, yaitu cacat yang disebabkan oleh faktor alam (cuaca, angin dan tempat tumbuh) dan faktor bawaan (genetis) dari kayu tersebut , seperti: lengkung, puntiran dan mata kayu. 1 2. Cacat biologis, yaitu cacat yang disebabkan oleh makhluk hidup seperti serangga dan jamur, yang penyerangannya dilakukan baik terhadap kayu yang masih berupapohon maupun setelah ditebang, seperti: lubang gerek, lubang inger-inger dan pembusukan. 3. Cacat teknis, ialah cacat yang disebabkan oleh faktor manusia dan peralatan yang digunakan, seperti: pecah banting, pecah slemper / pecah lepas dll. Sedangkan berdasarkan keadaan dan lokasinya dibedakan menjadi cacat bentuk, cacat badan dan cacat bontos. A. Cacat alami Memilih kayu sama pentingnya dengan proses produksi, baik itu kayu dalam bentuk log atau gergajian. Sebagai bahan alami, ada beberapa cacat fisik kayu yang tidak bisa kita hindari, tapi bisa dikurangi. Sulit dihindari karena cacat tersebut adalah sebagai bagian dari kayu, alami terbentuk dan terbuat pada waktu pertumbuhan pohon. 1. Mata Kayu Pada beberapa jenis kayu mata kayu justru dianggap sebagai tekstur penting yang menambah nilai ekonomis dan estetika kayu. Bagaimanapun, mata kayu pada sebagian jenis kayu bukanlah suatu hal yang baik terutama mata kayu mati. Terbentuk karena adanya pertumbuhan cabang pohon. Semakin besar cabang pohon akan semakin besar diameter mata kayu pada batang utama. Gambar 1. Cacat mata kayu Mata kayu berpotensi kurang baik terhadap ketahanan kayu karena adanya mata kayu mematahkan alur serat pada batang sehingga kekuatan kayu menjadi berkurang. Selain itu mata kayu yang terlalu keras juga akan berpengaruh kurang baik terhadap hasil akhir finishing. permukaan bisa menjadi lebih mengkilap (glossy) atau bahkan terlalu tipis. 2. Kayu Gubal Secara teknis kayu ini lebih renggang dan mudah menyusut. Kurang baik untuk konstruksi dan estetika karena warnanya cenderung lebih muda. 3. Lubang Serangga 2 Sebenarnya bukan lubang serangga yang harus dihindari karena cacat ini diakibatkan oleh kadar Moisture Content, kayu gubal dan lokasi penyimpanan. Namun kadang-kadang hal ini cukup sulit dihindari. Mengapa lubang serangga ini harus dibuang? Serangga pemakan kayu sama halnya penyakit yang menular, apabila kita tidak 'mengisolasi' kayu yang memiliki cacat ini maka produk yang telah difinishingpun memiliki resiko yang sama. Gambar 2. Cacat lubang serangga 4. Retak/pecah Cacat yang diakibatkan karena penyusutan kayu yang terlalu cepat. Sering terjadi pada ujung papan atau

Recently converted files (publicly available):