• Document: BAB II TINJAUAN PUSTAKA
  • Size: 1.15 MB
  • Uploaded: 2019-03-24 03:10:28
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. PERLAKUAN PANAS 2.1.1 Pengertian Perlakuan panas dilakukan untuk merubah karakteristik tertentu dari logam dan paduan sehingga lebih sesuai dengan penggunaannya di lapangan. Secara umum perlakuan panas merupakan suatu siklus yang terdiri dari pemanasan dan pendinginan yang terkontrol pada suatu logam atau paduan logam dalam keadaan padatan dengan tujuan untuk memodifikasi struktur mikro sehingga diperoleh perubahan sifat-sifatnya (khususnya sifat mekanis) (7, 17), seperti kekerasan, kekuatan, keuletan, ketangguhan, ketahanan aus, dan lain-lain. Definisi perlakuan panas dari (7) International Federation for the Heat Treatment of Materials (IFHT) adalah sebuah proses pada keseluruhan objek atau sebagian objek material dengan cara memberinya siklus termal dan jika diperlukan dilakukan pula aksi fisika atau kimia dengan tujuan untuk mendapatkan struktur dan sifat yang diinginkan. Pengertian siklus termal itu sendiri adalah perubahan temperatur terhadap waktu selama proses perlakuan panas. Proses perlakuan panas sangat penting untuk dilakukan mengingat fakta hampir semua komponen teknik yang terbuat dari logam memerlukan paling tidak satu tahap/siklus perlakuan panas agar diperoleh sifat mekanis yang diperlukan. Proses ini biasanya diterapkan mendekati atau pada tahap akhir dari proses produksi logam. Misalnya adalah barang hasil forging, casting, pressing, dan fabrikasi (forming serta joining) perlu dilaku panas sebelum dilakukan proses permesinan. 2.1.2 Tujuan Perlakuan Panas (7) Tujuan utama dari perlakuan panas adalah : BAB II Tinjauan Pustaka 8 1. Memperlunak Memperlunak yaitu memperbaiki sifat plastisitas dengan cara mengatur ukuran, bentuk, dan distribusi unsur-unsur pokok yang terkandung di dalam logam. 2. Menghilangkan tegangan sisa Menghilangkan tegangan sisa yaitu memungkinkan berlangsungnya relaksasi tegangan-tegangan sisa yang dihasilkan pada pengerjaan dingin (tarikan maupun tekanan) dengan cara meningkatkan temperatur sehingga diperoleh penurunan kekuatan luluh dan peningkatan recovery. 3. Melakukan homogenisasi Homogenisasi bertujuan untuk mendapatkan komposisi kimia yang homogen di dalam batas butiran melalui difusi unsur-unsur yang ada dalam paduan logam pada temperatur tinggi, seperti austenitisasi, solution, dsb. 4. Meningkatkan ketangguhan Meningkatkan ketangguhan yaitu meningkatkan kemampuan paduan untuk menyerap energi dari beban dalam selang plastisnya tanpa terjadinya patahan. 5. Memperkeras Memperkeras dilakukan dengan cara meningkatkan gangguan terhadap slip atau meningkatkan penahanan terhadap pergerakan dislokasi melalui perubahan ukuran, bentuk, dan distribusi mikrokonstituen baik melalui pengecilan ukuran butiran, quench, maupun dengan age hardening. 6. Menambahkan unsur kimia melalui permukaaan Tujuan penambahan unsur kimia melalui permukaan adalah memperbaiki ketahanan aus dan ketahanan lelah (fatigue) khususnya pada permukaan melalui permbentukan tegangan sisa tekan di permukaan logam yang dihasilkan dari absorbsi atom-atom terlarut interstisi (C, N, dll) di bawah suatu siklus termal BAB II Tinjauan Pustaka 9 tertentu (carburizing, nitriding, dll). 2.1.3 Tipe-Tipe Perlakuan Panas Terdapat berbagai macam perlakuan panas yang biasa diterapkan pada baja. Masing- masing jenis perlakuan panas tersebut memiliki tujuan dan prosedur yang berbeda satu sama lainnya. Pemilihan perlakuan panas sangat tergantung pada tujuan penggunaan baja tersebut di lapangan, struktur mikro serta sifat-sifat baja yang ingin dihasilkan. Berikut beberapa tipe perlakuan panas yang biasa diterapkan pada baja. 2.1.3.1 Annealing (1) Annealing merupakan sebuah perlakuan panas pada material dengan cara memanaskannya pada temperatur di daerah kestabilan fasa austenit (diatas garis Ac3 dan Acm) selama beberapa waktu lalu kemudian didinginkan secara perlahan ke temperatur kamar. Struktur mikro yang terbentuk setelah proses annealing terdiri dari ferit dan perlit. Annealing biasa diterapkan pada material yang mengalami pengerjaan dingin (cold work). Adapun tujuan dari annealing antara lain adalah untuk menghilangkan tegangan sisa, melunakkan baja, dan meningkatkan keuletan serta ketangguhan baja. 2.1.3.2 Stress relieving Perlakuan panas stress relief bertujuan untuk menghilangkan tegangan sisa yang terbentuk pada saat proses permesinan, pengerjaan dingin, pengelasan, dll. Adanya tegangan sisa pada logam dapat mengakibatkan terjadinya distorsi pada logam atau baja. Oleh karena itu, tegangan sisa ini harus dihilangkan atau dikurangi. Caranya adalah dengan memanaskan baja hingga temperatur dibawah temperatur transformasi (Ac1), ditahan selama beberapa waktu, kemudian setelah itu baja didinginkan menuju temperatur kamar. 2.1

Recently converted files (publicly available):