• Document: SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI OKUPASI NASIONAL BERDASARKAN ACCSTP DAN CATC SEKTOR PARIWISATA BIDANG TATA BOGA ( FOOD PRODUCTION )
  • Size: 1.32 MB
  • Uploaded: 2018-10-16 04:57:35
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

2014 2015 SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI OKUPASI NASIONAL BERDASARKAN ACCSTP DAN CATC SEKTOR PARIWISATA BIDANG TATA BOGA ( FOOD PRODUCTION ) NATIONAL OCCUPATIONAL CERTIFICATION SCHEMES REFERENCING TO ACCSTP AND CATC ON TOURISM PROFESSIONAL IN THE AREA OF FOOD PRODUCTION KEMENTERIAN PARIWISATA 2015 SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUPASI TATA BOGA SS-OKUPASI-PAR-TTBG 2015   KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas disahkannya buku tentang Skema Sertifikasi Okupasi Nasional Pariwisata bidang Tata Boga yang dapat digunakan sebagai panduan atau pedoman dalam melaksanakan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja Tata Boga (Food Production). Skema sertifikasi ini disusun berdasarkan ACCSTP (ASEAN Common Competency Standards for Tourism Professionals) dan CATC (Common ASEAN Tourism Curriculum) dari MRA ASEAN di bidang pariwisata yang ditandatangani pada tanggal 9 Nopember 2012 di Bangkok, Thailand. Skema ini digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan paket pembelajaran dalam pelatihan kerja dan pendidikan pariwisata khususnya Tata Boga, dan dalam pelaksanaan sertifikasi Okupasi Nasional. Skema sertifikasi ini juga telah didukung dengan adanya toolbox ASEAN yang mencakup pedoman bagi para peserta pendidikan/pelatihan, panduan bagi para pelatih/pendidik, serta panduan bagi asesor yang berisi perangkat asesmen. Dengan skema sertifikasi Okupasi Nasional yang berharmonisasi dengan AQRF (ASEAN Qualifications Reference Framework) sesuai dengan ACCSTP dan CATC ini, diharapkan tenaga kerja bersertifikat kompetensi dapat diakui secara nasional maupun internasional khususnya ASEAN. SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUPASI TATA BOGA SS-OKUPASI-PAR-TTBG 2015   Daftar Isi 1. Pendahuluan 1 2. Ruang Lingkup Skema Sertifikasi 2 3. Tujuan Sertifikasi 2 4. Acuan Normatif 2 5. Okupasi Nasional Tata Boga (Food Production) 2 6. Persyaratan Dasar Peserta Sertifikasi 21 7. Hak Peserta Sertifikasi dan Kewajiban Pemegang 21 Sertifikat 8. Biaya Sertifikasi 22 9. Proses Sertifikasi 22 10. Strategi Menguji 22 11. Persyaratan 22 A. Persyaratan Pendaftaran 22 B. Proses Evaluasi 22 C. Proses Uji Kompetensi 23 D. Keputusan Sertifikasi 23 E. Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat 23 F. Pemeliharaan Sertifikasi 23 G. Proses Sertifikasi Ulang 23 H. Banding 23 I. Penggunaan Sertifikat 23 12. Kode Etik Profesi 24 SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI OKUPASI TATA BOGA SS-OKUPASI-PAR-TTBG 2015 1. Pendahuluan Skema ini disusun sebagai langkah implementasi dari Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan dan telah ditandatanganinya ASEAN MRA (Mutual Recognition Arrangement) on Tourism Professionals pada tahun 2012 yang didalamnya mencakup penetapan standar kompetensi bidang pariwisata ACCSTP (ASEAN Common Competency Standards for Tourism Professionals) dan CATC (Common ASEAN Tourism Curriculum). Skema ini ditetapkan dengan tujuan untuk digunakan sebagai acuan dalam sertifikasi kompetensi profesi pariwisata khususnya bidang Food Production bagi tenaga kerja yang telah mendapatkan kompetensinya melalui proses pembelajaran baik formal, non formal, pelatihan kerja, ataupun pengalaman kerja, yang mengacu kepada standar kompetensi pariwisata hasil MRA diantara negara-negara ASEAN yakni ACCSTP dan CATC yang mengacu kepada AQRF (ASEAN Qualifications Reference Framework). Skema ini ditetapkan dalam kerangka harmonisasi rekognisi ASEAN khususnya dan internasional pada umumnya. Dengan skema sertifikasi yang mengacu langsung pada ASEAN MRA ini diharapkan dapat memberi manfaat langsung para pemangku kepentingan. Bagi Industri • Membantu industri meyakinkan kepada kliennya bahwa jasanya telah dibuat oleh tenaga- tenaga yang kompeten. • Membantu industri dalam rekruitmen dan mengembangkan tenaga berbasis kompetensi guna meningkatkan efisensi pengembangan SDM khususnya dan efisiensi nasional pada umumnya. • Membantu industri dalam sistem pengembangan karir dan remunerasi tenaga berbasis kompetensi dan meningkatkan produktivitas. Bagi Tenaga Kerja • Membantu tenaga profesi meyakinkan kepada o

Recently converted files (publicly available):