• Document: STOIKIOMETRI BAB V. IV. Peta Konsep
  • Size: 1.43 MB
  • Uploaded: 2019-03-24 11:09:34
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB V STOIKIOMETRI I. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) II. Kompetensi Dasar  Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya.  Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. III. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menjelaskan hukum dasar kimia, antara lain hukum kekekalan massa, hukum Proust (hukum perbandingan tetap), hukum Dalton (hukum kelipatan perbandingan), dan hukum Gay Lussac (hukum perbandingan volume) berdasarkan eksperimen atau data hasil eksperimen. 2. Siswa dapat menjelaskan pengertian mol sebagai satuan jumlah zat serta dapat mengkonversikan jumlah zat dengan jumlah mol, massa dan volum zat. 3. Siswa dapat menentukan rumus empiris senyawa 4. Siswa dapat menentukian rumus molekul senyawa 5. Siswa dapat menentukan kadar unsur dalam suatu senyawa 6. Siswa dapat menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi IV. Peta Konsep STOIKIOMETRI Dalam ilmu kimia, stoikiometri dibagi menjadi stoikiometri senyawa (komposisi) dan stoikiometri reaksi. Istilah stoikiometri berasal dari bahasa Yunani yaitu stoicheion yang berarti elemen atau unsur dan metron yang artinya mengukur. Jadi, stoikiometri dapat diartikan sebagai perhitungan kimia yaitu ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia). Konsep–konsep yang mendasari perhitungan kimia adalah massa atom relatif, rumus kimia, persamaan kimia, dan konsep mol . A. Hukum–Hukum Dasar Kimia Berikut ini akan dipelajari beberapa hukum yang mendasari perhitungan kimia, di antaranya hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier), hukum perbandingan tetap (hukum Proust), hukum kelipatan perbandingan (hukum Dalton), dan hukum perbandingan volume (hukum Gay Lussac). 1. Hukum Lavoiser (Hukum Kekekalan Massa) Jika kita mengamati proses pembakaran kayu atau kertas, massa hasil reaksi seolah-olah berkurang karena kita hanya mendapatkan abu yang jumlahnya sedikit dari sisa pembakaran. Reaksi pembakaran yang kita lakukan berlangsung pada wadah yang terbuka, sedangkan sebagian besar hasil reaksi adalah gas sehingga massa zat yang tertinggal menjadi lebih sedikit. Tetapi, jika kita melakukan pembakaran tersebut pada ruang tertutup, maka massa zat sebelum dan sesudah reaksi akan sama. Gambar 1. Antoine Laurent Lavoisier/ Perancis (1743 – 1794) Antoine Laurent Lavoisier telah menyelidiki massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi. Lavoisier menimbang zat sebelum bereaksi, kemudianmenimbang hasil reaksinya. Ternyata massa zat sebelum dan sesudah reaksiselalu sama. Lavoisier menyimpulkan hasil penemuannya dalam suatu hukum yang disebut hukum kekekalan massa, yaitu: “Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.” Contoh: Kawat tembaga (Cu) dibakar dalam pembakar bunsen sehingga terbentuk tembaga oksida (CuO), dengan persamaan: 2Cu(s) + O2(g)→2CuO(s) Jika berat Cu semula 32 g dan CuO yang terbentuk 40 g, berapa berat O2 yang bereaksi? Jawab: Menurut Hukum Kekekalan Massa, dalam reaksi kimia tidak terjadi perubahan massa. Oleh karena itu, berat O2 yang bereaksi adalah 40 g – 32 g = 8 g 32 g Cu(s) + 8 g O2(g) →40 g CuO(s) 2. Hukum Proust (Hukum Perbandingan Tetap) Pada tahun 1799, Joseph Louis proust dari Perancis melakukan eksperimen, yaitu mereaksikan gas hidrogen dan gas oksigen. Ia menemukan bahwa gas hidrogen dan gas oksigen selalu bereaksi membentuk senyawa air dengan perbandingan massa yang tetap, yaitu 1 : 8. Gambar 2. Joseph Louis Proust (1754-1826) Tabel 1. Data hasil eksperimen Proust Berdasarkan penelitian terhadap berbagai senyawa yang dilakukannya, Proust menyimpulkan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam satu senyawa adalah tertentu dan tetap.” LATIHAN! 1. Perbandingan massa karbon (C) terhadap oksigen (O) dalam senyawa karbon dioksida(CO2) adalah 3 : 8. Berapa gram massa karbon dioksida yang terbentuk dan sisapereaksi, jika direaksikan: a. 6 gram karbon dengan 16 gram oksigen b. 6 gram karbon dengan 8 gram oksigen c. 3 gram karbon dengan 10 gram oksigen d. 12 gram karbon dengan 24 gram oksigen 2. Diketahui perbandingan massa kalsium dan oksigen dalam membentuk senyawa kalsium

Recently converted files (publicly available):