• Document: BAB IV HASIL PENELITIAN. PT Coca-Cola Bottling Indonesia Surabaya Plant memproduksi minuman
  • Size: 471.48 KB
  • Uploaded: 2018-10-15 01:59:14
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Perusahaan PT Coca-Cola Bottling Indonesia Surabaya Plant memproduksi minuman ringan tanpa alcohol jenis softdrink berupa produk carbonated dan non- carbonated. Minuman tersebut dibuat dari bahan terpilih, dikemas secara higienis dalam kemasan botol maupun kaleng. Produksi ini ditangani dengan teliti dan didukung fasilitas laboratorium yang lengkap dan modern serta tenaga profesional yang terlatih. Dalam proses produksi PT Coca-Cola Bottling Indonesia Surabaya Plant menggunakan bahan pendukung seperti : 1. Amoniak (NH3) Amoniak yang digunakan berbentuk gas dan memiliki bau yang menyengat. Amoniak digunakan sebagai refrigerant pada sistem pendingin tidak langsung (indirect) dari produk. Sistem pendinginan tidak langsung adalah sistem pendingin yang berfungsi untuk menyerap panas dari zat yang didinginkan melalui pendingin sekunder. Di PT Coca-Cola Bottling Indonesia Surabaya Plant amoniak disimpan pada area NH3 Compressor Line 4. Pada area NH3 Compressor Line 4 telah dipasang Amoniak detektor alarm untuk alat pengaman kebocoran. 2. Klorin (Cl2) Klorin berupa gas berwarna hijau kekuningan. Klorin memiliki bau yang sangat menyengat. Senyawa klorin yang digunakan oleh PT Coca- 40 41 Cola Bottling Indonesia Surabya Plant adalah senyawa klorin dalam bentuk Calcium Hypochlorite granular (Hi-Chlor 70). Digunakan dalam proses sanitasi alat dan juga untuk pencucian botol. Klorin juga berfungsi sebagai pembunuh bakteri pantogen, menghilangkan besi dan mangan, menurunkan warna, rasa dan bau, serta dapat mencegah pertumbuhan lumut. Di PT Coca-Cola Bottling Indonesia Surabaya Plant klorin disimpan pada gudang klorin (klorinator). Pada area gudang klorin (klorinator) telah dipasang Sulfur detektor sebgai alat pengaman kebocoran gas klorin. Alat ini akan berwarna seperti tembaga apabila terjadi kebocoran. Bahan kimia tersebut di tempatkan dalam tabung dan disalurkan melalui pipa-pipa yang selanjutnya digunakan untuk proses produksi. B. Penerapan Simulasi Kebocoran Gas Amoniak dan Klorin 1. Prosedur Sistem Tanggap Darurat PT Coca-Cola Bottling Indonesia Surabaya Plant telah membuat suatu prosedur sistem tanggap darurat yaitu prosedur pengendalian krisis yang bertujuan untuk memastikan bahwa : a. Potensi insiden dapat terindentifikasi dan dianalisa dengan cepat dan tepat oleh tim kecil b. Pembuat keputusan dan manajemen yang bersangkutan menerima pemberitahuan tepat waktu 42 c. Insiden dikelola secara efisien sehingga kepentingan publik & karyawan terlindungi, meminimalkan dampak negatif pada merk & bisnis, serta menjaga kepercayaan dari para regulator/pihak berwenang d. Informasi dapat dijaga & dikelola dengan baik e. Respon terkoordinir dan konsisten di seluruh sistem Dalam hal insiden yang mengancam jiwa (misalnya penculikan, ancaman bom) perlindungan pada keamanan jiwa menjadi prioritas utama. 1) Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Resiko Identifikasi dan penilaian risiko ini ditentukan dengan menggunakan metode brainstorming berdasar guidance IMCR dari National Office untuk melihat tingkatan dari risiko apakah menjadi krisis atau tidak sehingga terkait dengan bagaimana melakukan metode penanganan risiko tersebut. Berikut adalah hasil Identifikasi dan penilaian risiko kebocoran dan tumpahan bahan kimia serta amoniak : Tabel 2.Hasil Identifikasi dan Penilaian Risiko No Aspek atau Mekanisme Potensi Likeli Impact / Signifikansi penyebab terjadinya Bahaya hood / Akibat Resiko resiko resiko Peluang 1. Kebocoran Terjadinya Menyebabkan Moderate Moderate Medium & kebocoran pencemaran tumpahan kimia baik Menimbulkan bahan padat atau kebakaran Kimia cair 2. Kebocoran Adanya Menimbulkan Moderate Minor Low Amoniak kebocoran gangguan pada kesehatan Instalasi Menimbulkan Amoniak pencemaran udara Sumber :Hasil Identifikasi dan Penilaian Risiko Prosedur Pengendalian Krisis CMS-EPR-C-P-002 PT Coca-Cola Bottling Indonesia Surabaya Plant, 2015. 43 2) Proses penanganan insiden secara umum a) Untuk insiden kategori risiko Rendah (Low) dan sangat rendah (Very Low), maka masalah

Recently converted files (publicly available):