• Document: LAMA ENAK : Lampu Hemat Energi dengan Baterai Organik
  • Size: 142.97 KB
  • Uploaded: 2019-02-13 21:07:59
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

LAMA ENAK : Lampu Hemat Energi dengan Baterai Organik Kata Pengantar Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan anugerah-Nya, karya tulis yang berjudul "Pemanfaatan Baterai Organik Ramah Lingkungan dalam Rangkaian Lampu Hemat Energi" ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Karya tulis ilmiah ini disusun sebagai hasil penelitian penulis untuk memenuhi kriteria lomba OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia). Tema yang diusung karya tulis ini adalah penghematan energi yang juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Penulis mengucapkan terima kasih kepada setiap pihak yang telah membantu dalam penulisan karya tulis, maupun kegiatan eksperimen yang dilakukan. Kiranya karya tulis ini dapat bermanfaat bagi majunya pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia, serta dapat menambah wawasan para pembaca mengenai alternatif penghematan energi yang ramah lingkungan. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini tidak lepas dari kekurangan. Oleh karenanya, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini. Jakarta, Juli 2015 Penulis BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu sumber energi listrik yang lazim dipakai masyarakat luas seiring dengan perkembangan teknologi adalah baterai. Baterai adalah sel elektrokimia yang dapat menghasilkan arus listrik dari reaksi kimia yang berlangsung spontan (Sutresna, 2007). Komponen yang harus ada pada baterai yaitu anoda (kutub positif), katoda (kutub negatif), dan larutan elektrolit (Enterprise, 2010). Baterai memiliki reaksi kimia antara elektroda dengan larutan elektrolitnya sehingga akan menghasilkan suatu beda potensial. Beda potensial antara elektroda positif dan negatif akan menghasilkan tegangan sel baterai (Kiehne, 2003). Manfaat baterai memang sangat besar dan tidak dapat dipungkiri lagi. Namun dibalik manfaatnya yang besar itu dampak negatif yang ditimbulkan oleh limbah baterai juga tidak dapat dihiraukan. Baterai bekas merupakan salah satu jenis limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang dapat mengganggu keseimbangan alam dan kesehatan manusia. Limbah B3 ini pada umumnya tidak dapat diuraikan oleh hewan pengurai karena sifatnya yang terbuat dari logam berat (Enterprise, 2010). Berkenaan dengan larutan elektrolit, baik larutan elektrolit hasil sintesis maupun bahan organik telah banyak digunakan. Khusus untuk bahan organik, ragam sayuran maupun buah-buahan telah berhasil didemonstrasikan dan berperan baik sebagai elektrolit pada sistem sel volta (3 sumber). Pada penelitian ini bahan organik yang akan diuji adalah kulit jeruk manis (Citrus sinensis), sari jeruk nipis (Citrus aurantifolia), daun pepaya (Carica papaya), dan alang-alang (Imperata cylindrica). Keempat bahan tersebut sangat mudah didapatkan dan tersedia melimpah, sehingga cocok dijadikan bahan baku elektrolit organik untuk pasokan baterai ramah lingkungan yang mencukupi dan dapat diperbaharui. Baterai dengan elektrolit organik dapat juga dimanfaatkan sebagai komponen dalam rangkaian lampu hemat energi. Lampu hemat energi adalah lampu yang mampu menghemat penggunaan daya listrik serta memiliki umur/masa nyala yang cukup lama (Susanta dan Agustnoni, 2007). Maka dari itu, penulis membuat suatu penelitian mengenai Lampu Hemat Energi dengan Baterai Organik, sehingga penghematan energi listrik dapat dicapai bersamaan dengan pengurangan limbah berbahaya bagi lingkungan. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan, rumusan masalah yang akan dibahas dan dijawab pada bagian pembahasan adalah bagaimanakah pemanfaatan baterai organik ramah lingkungan dalam rangkaian lampu hemat energi? 1.3 Tujuan Penelitian 1. Mengetahui tumbuhan mana yang menghasilkan tegangan paling tinggi dari pengujian kulit jeruk manis (Citrus sinensis), sari jeruk nipis (Citrus aurantifolia), daun pepaya (Carica papaya), dan alang- alang (Imperata cylindrica) sebagai elektrolit organik pengisi baterai. 2. Membuat rangkaian baterai dengan elektrolit organik yang dapat menghidupkan lampu LED. BAB 2 KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Baterai Organik Baterai adalah media penyimpan dan penyedia aliran listrik melalui reaksi kimia (Enterprise, 2010). Komponen utama pada baterai terdiri dari elektroda dan elektrolit (Kartawidjaja et al., 2008). Prinsip kerja baterai menggunakan prinsip elektrokimia dengan memanfaatkan proses reduksi- oksidasi dimana elektroda negatif (anoda) akan mengalami reaksi oksidasi sehingga elektron yang berada pada permukaan anoda akan terlepas dan dibawa oleh ion elektrolit menuju elektroda positif (katoda) (Imamah, 2013). Transfer elektron oleh ion elektrolit ini kemudian akan menghasilkan beda tegangan dan arus listrik jika dihubungkan atau dirangkaikan d

Recently converted files (publicly available):