• Document: Etnomatematika pada Noken Masyarakat Papua
  • Size: 299.61 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 05:15:50
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 PM -166 Etnomatematika pada Noken Masyarakat Papua Haryanto1, Toto Nusantara2, Subanji3 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Universitas Papua) 2, 3 Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam (Universitas Negeri Malang) ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap etnomatematika yang dipraktekkan oleh masyarakat papua pada noken. Metode yang digunakan eksplorasi dan domumentasi bentuk-bentuk noken, wawancara kepada masyarakat suku papua, mempraktekkan cara membuat dan selanjutnya dilakukan dengan studi literatur terkait dengan geometrinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep matematika (geometri) yang lebih rumit diterapkan oleh masyarakat papua pada jenis anyaman dan perubahan bentuk –bentuk geometri akibat elastisitas noken. Kata kunci: bentuk geometri, elastisitas, noken I. PENDAHULUAN Etnomatematika adalah matematika yang digunakan oleh manusia atau sekelompok manusia di dalam budayanya [1]. Sadar atau tidak sadar semua kegiatan manusia di dunia ini dilakukan atas dasar perhitungan yang tepat sesuai dengan kondisi alam tempat manusia tersebut tinggal. penelitian yang terkait dengan etnomatematika diantaranya, matematika dalam karya seni berpola di Kongo[2], Matematika dalam Permainan tradisional di Nigeria[3], Sistem kalender di Indian terdapat matematika yang memiliki kemiripan dengan suku maya [4], matematika afrika menfasilitasi konsep matematika [5]. Keterkaitan seni dengan simetri dalam geometri di Afrika [6], Matematika dalam Kerajinan keranjang muzambi di Afrika selatan [7] dan Matematika dalam teka-teki permainan di Nigeria [8]. Terkait dengan pembelajaran matematika, pembelajaran yang mengaitkan etnomatematika di dalamnya sangat efektif. Hal ini telah ditunjukkan oleh banyak penelitian, seperti [9], [10], [11], [12], [13], Masyarakat asli papua terdiri dari banyak suku. Dari berbagai suku yang ada di papua tersebut terdapat kesamaan–kesamaan antar suku, salah satu diantaranya adalah tas tradisional (noken) masyarakat adat Papua. Noken merupakan tas serbaguna yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Misalnya untuk mengangkut hasil panen (keladi, ubi, sayur-mayur, buah-buahan atau kayu bakar) dari kebun ke rumah, pasar atau tempat lain. Karena berdasarkan fungsinya tersebut, maka noken dibuat sangat kuat. Tas ini terbuat dari anyaman benang tunggal berbahan baku serat tumbuhan yang dililit. Sifat dari noken adalah elastis. Tujuan dari elstisitas tas ini adalah diisi sedikit pas tetapi diisi banyak juga cukup. Elastisitas tas ini bukan dari bahannya tetapi dari cara menganyamnya. Jenis anyaman tas ini adalah setiap simpul pertemuan antara benang satu dengan lainnya dapat bergerak dan bergeser. Dari pergeseran ini sehingga dapat mengakibatkan perubahan ukuran. Hal-hal yang mengakibatkan terjadinya elastisitas pada noken tersebut, dalam artikel ini akan dieksplorasi, diidentifikasi, dan dideskripsikan tentang etnomatematika papua pada noken dilihat dari bentuk – bentuk geometri akibat sifat elastisitas. Dari bentuk-bentuk geometri tersebut dapat bermanfaat sebagai bahan ajar dalam pembelajaran geometri di sekolah – sekolah yang ada di daerah Papua. II. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan eksplorasi, dokumentasi, wawancara, eksperimen dan studi literatur. Eksplorasi dan dokumentasi dilakukan untuk memperoleh bentuk-bentuk noken yang ada di daerah Papua. Wawancara dilakukan untuk mengungkap penggunaan bentuk-bentuk 1177 ISBN. 978-602-73403-0-5 noken tersebut. Eksperimen dilakukan dengan cara membuat noken yang bertujuan untuk mengetahui penyebab elastisitas dari tas noken dan bentuk – bentuk geometri akibat elastisitas tersebut. Setelah diperoleh bentuk-bentuk geometri akibat elastisitas tersebut selanjutnya dilakukan studi literatur terkait dengan geometrinya. III. HASIL PENELITIAN Tas noken (gambar 1) adalah tas yang dibuat dan digunakan oleh masyarakat adat suku papua pada umumnya. Tas ini terbuat dari anyaman dengan bahan baku serat tumbuhan (misal: serat kulit kayu, serat daun pandan duri, atau serat daun nanas). Keunikan dari tas ini adalah memiliki sifat elastis, sehingga sangat efisien dalam penggunaannya (diisi sedikit pas dan diisi banyak juga pas). Elastisitas dari tas ini bukan karena dari bahan yang dipakai seperti kare

Recently converted files (publicly available):