• Document: KAJIAN POLA STRUKTUR RUANG KOTA LASEM DITINJAU DARI SEJARAHNYA SEBAGAI KOTA PANTAI TUGAS AKHIR. Oleh: M Anwar Hidayat L2D
  • Size: 172.43 KB
  • Uploaded: 2018-10-11 14:08:28
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

KAJIAN POLA STRUKTUR RUANG KOTA LASEM DITINJAU DARI SEJARAHNYA SEBAGAI KOTA PANTAI TUGAS AKHIR Oleh: M Anwar Hidayat L2D 306 015 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2009 i ABSTRAK Sejarah pertumbuhan kota-kota besar di Indonesia lebih banyak dimulai dari wilayah pantai. Salah satunya wilayah pesisir Kabupaten Rembang lebih tepatnya di wilayah Kecamatan Lasem yang pada abad ke XVI memiliki daerah pelabuhan yang sering disinggahi oleh kapal-kapal pedagang asing yang bertujuan untuk berdagang di wilayah tanah Jawa. Beberapa kapal yang singgah di pelabuhan Lasem selain berasal dari daerah kepulauan nusantara juga banyak yang berasal dari wilayah mancanegara diantaranya berasal dari negeri Cina. Hal itu dibuktikan dengan adanya situs-situs peninggalan sejarah berupa kawasan pemukiman Cina yang tumbuh berdampingan dengan pemukiman masyarakat setempat. Kondisi ini secara fisik menunjukkan suatu pola struktur ruang dan karakter pemukiman masyarakat yang sangat spesifik, unik dan khas, yang selain dibentuk oleh konsep pertumbuhan pantura di wilayah timur Propinsi Jawa Tengah, juga dibentuk oleh pola sosial-budaya masyarakat setempat. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan kajian mengenai pola struktur ruang Kota Lasem dilihat dari sejarahnya sebagai kota pantai, melalui pendekatan teori rancang kota yang dibatasi pada materi sejarah perkembangan, morfologi kawasan, dan sistem aktivitas masyarakat setempat. Kegiatan studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh sejarah Kota Lasem terhadap pola struktur ruang wilayah studi, serta melihat kecendrungan perkembangan di masa yang akan datang. Dengan tercapainya tujuan tersebut maka akan membantu dalam memberikan rekomendasi baik terhadap pemerintah daerah, masyarakat setempat, maupun terhadap rekomendasi studi lanjutan. Jenis studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Metode analisisnya berupa deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan hasil analisis perkembangan sejarah, kondisi fisik dan non fisik kawasan studi berdasarkan landasan teori yang digunakan. Pendekatan kualitatif pada penelitian ini fokus pada pendekatan Sejarah, morfologi dan pendekatan sistem aktivitas di kawasan studi. Dimana pendekatan sejarah digunakan untuk melakukan analisis urban tissue dan pola perkembangan wilayah, selanjutnya pendekatan morfologi digunakan untuk melakukan analisis kondisi fisik wilayah studi, dan terakhir pendekatan sistem aktivitas digunakan untuk melakukan analisis kondisi non fisik wilayah studi. Pengumpulan data dalam studi ini dilakukan melalui pengamatan langsung, wawancara dan pengumpulan data sekunder.Dalam melakukan wawancara digunakan teknik purposive sampling, dimana metodenya yaitu bersifat snowballing. Berdasarkan metode pengumpulan data tersebut maka data-data yang diperoleh akan digunakan untuk menganalisis sejarah perkembangan wilayah studi melalu analisis urban tissue dan analisis pola perkembangan kawasan. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap kondisi ruang fisik kawasan melalui analisis figure ground, linkage system, place theory dan bentuk kawasan. Dan yang terakhir dilakukan analisis terhadap kondisi non fisik kawasan yaitu melalui jenis sistem aktifitas yang ada di wilayah studi. Hasil analisis yang diperoleh adalah wilayah studi terdiri dari dua kawasan yaitu kawasan pusat kota yang cenderung memiliki bentuk kawasan gurita/ bintang (octopus/ star shaped cities) dan kawasan pesisir pantai utara Lasem yang cenderung memiliki bentuk kawasan kipas (fan shaped cities). Kemudian tekstur figure ground sebagai sebuah unit perkotaan tergolong pada tipe grid kawasan. Pola jaringan jalan utama yaitu berupa jalur pantura memiliki bentuk linier dan terpadu dengan sistem jalan lingkungan yang berpola grid. Dilihat dari tingkatan hirarkinya maka pemanfaatan ruang untuk aktivitas perdagangan dan jasa di sekitar Jalan Sultan Agung dan Jalan Untung Suropati menempati hirarki tertinggi. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa wilayah studi memiliki pola struktur ruang konsentris yang terpadu dengan linier. Jika dilihat melalui pola perkembangannya maka dari awal wilayah studi tumbuh secara horisontal, namun khusus disekitar Jalan Sultan Agung dan Untung Suropati pertumbuhan kota tumbuh secara vertical hal itu dipengaruhi oleh kondisi kepadatan bangunan dan harga lahan yang cenderung lebih mahal dibanding dengan daerah lain. Temuan studi yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pertumbuhan kawasan yang ada di dalam wilayah studi cederung tumbuh secara alami. Selanjutnya berdasarkan analisis kondisi fisik juga diketahui bahwa wilayah studi terdiri dari dua kawasan yang berberda yaitu kawasan pusat kota dengan kondisi topografi yang relatif datar dan kawasan pesisir pantai utara Lasem dengan kondisi topografi yang relatif berkontur.

Recently converted files (publicly available):