• Document: KEANEKARAGAMAN HERPETOFAUNA DI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN, JAWA BARAT
  • Size: 527.3 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 13:32:31
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Edisi Khusus "Biodiversitas Taman Nasional Gunung Halimun" Berita Biologi, Volume 5, Nomor 6, Desember 2001 KEANEKARAGAMAN HERPETOFAUNA DI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN, JAWA BARAT Mumpuni Bidang Zoologi, Puslit Biologi-LIPI, Bogor ABSTRACT As one of the remaining tropical rain forest and the largest conservation area in Java, Gunung Halimun National Park (GHNP) has at least 53 reptiles and amphibians where two rare endemic tree frogs Nyctixalus margaritifer and Philautus pallidipes were collected.The skink species Sphenomorphus puncticentralis has also been succesfully collected after the first and the only collection in 1979 at Baturaden, Central Java. Kata kunci/Key words: Keanekaragaman jenis/species diversity, amfibi/ amphibians, reptil/ reptiles, Taman Nasional Gunung Halimun/ Gunung Halimun National Park, Jawa. PENDAHULUAN Untuk mengungkapkan potensi dan Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) kekayaan jenis amfibi dan reptil di TNGH, telah merupakan kawasan hutan hujan tropis terluas yang dilakukan pengumpulan spesimen di beberapa masih tersisa di pulau Jawa. Selain sebagai sumber wilayah atau resort yang ada, dengan harapan dapat air yang penting di Jawa Barat dan Banten, TNGH bermanfaat bagi pengelolaan dan pengembangan juga merupakan tempat bergantungnya berbagai TNGH. jenis flora maupun fauna, terutama sejumlah satwa endemik dan langka hidup di dalamnya. DAERAH PENELITIAN Keanekaragaman jenis flora dan fauna di TNGH Untuk mengungkapkan keanekaragaman sangat tinggi karena didukung oleh habitat dan jenis amfibi dan reptil di TNGH, maka telah ketinggian tempat yang beragam. dilakukan pengumpulan spesimen di 4 (empat) dari Amfibi dan reptil merupakan sebagian dari 9 (sembilan) resort yang ada. Dua resort di bagian kelompok fauna yang tidak kalah pentingnya dalam utara, yakni resort Cisangku yang termasuk dalam menyumbang kekayaan jenis. Laporan mengenai wilayah administrasi desa Malasari, Kecamatan fauna ini di Taman Nasional Gunung Halimun Nanggung, Kabupaten Bogor, dan resort Cigudeg telah diungkapkan sebelumnya, meskipun masih termasuk dalam wilayah administrasi desa Cisarua, terbatas di wilayah desa Malasari, yakni di sekitar Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Dua resort sungai Cikaniki dan Gunung Botol. Dari sini lainnya adalah TNGH bagian selatan yakni resort ditemukan sebanyak 16 jenis katak dan 21 jenis Sampora yang termasuk dalam wilayah reptil (Sidik, 1995). Di tempat lain di Jawa Barat administrasi desa Sirnarasa, Kecamatan Cisolok, seperti Taman Nasional Gunung Gede juga telah Kabupaten Sukabumi dan resort Citorek termasuk diungkapkan mengenai keanekaragaman kataknya, dalam wilayah desa Citorek, Kecamatan Cibeber, sebanyak 19 jenis (Liem, 1973). Khusus mengenai Kabupaten Lebak, Banten. Masing-masing resort jenis-jenis ular di Jawa Timur telah dilaporkan pula yang dikunjungi, ditentukan beberapa lokasi sebanyak 49 jenis (Hodges, 1993). Sedangkan di pengamatan dan pengambilan sampel spesimen Pulau Jawa sendiri tercatat sebanyak tidak kurang (tanda lingkaran) seperti tertera pada Gambar 1 dari 38 jenis amfibi dan 167 jenis reptil ( De Rooij, peta TNGH. Adapun lokasi penelitian di masing- 1915; 1917; Kampen, 1923; Iskandar, 1998, masing resort secara rinci seperti tertuang pada Iskandar and Colijn, 2000 ). Tabel 1. 711 Mumpuni- Keanekaragaman Herpetofauna Tabel 1. Lokasi pengambilan sample jenis amfibi dan reptil di Taman nasional Gunung Halimun No. Resort Lokasi sample 1. Cisangku Desa Malasari ( 850 - 1500 m dpi.): • Citalahap

Recently converted files (publicly available):