• Document: TATA CARA PERENCANAAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERKOTAAN
  • Size: 102.72 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 12:49:35
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

J A L A N NO.: 011/T/Bt/1995 TATA CARA PERENCANAAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERKOTAAN DER P A R T E M EN PEKERJAAN UMUM DIRE KTORAT JENDERAL BINA MARGA DIREKTORAT BINA TEKNIK PRAKATA Dalam rangka mengembangkan jaringan jalan yang efisien dengan kualitas yang baik, perlu diterbitkan buku-buku standar mengenai perencanaan, pelaksanaan, pengoperasian dan pemeliharaan. Untuk maksud tersebut Direktorat Jenderal Bina Marga, selaku pembina jalan di Indonesia telah berusaha menyusun standar-standar yang diperlukan sesuai dengan prioritas dan kemampuan yang ada. Sesuai dengan ketentuan-ketentuan Dewan Standarisasi Indonesia yang diberikan oleh Panitia Tetap Standarisasi Departemen Pekerjaan Umum, standar-standar bidang konstruksi dikelompokkan menjadi standar mengenai Tata Cara Pelaksanaan, Spesifikasi, dan Metode Pengujian. Buku standar "Tata Cara Perencanaan Fasilitas Pejalan Kaki Di Kawasan Perkotaan" ini merupakan salah satu konsep dasar yang dihasilkan oleh Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Bina Marga yang masih memerlukan pembahasan- pembahasan oleh Panja dan Pantap Standarisasi untuk menjadi Rancangan SNI atau Pedoman Teknik. Namun demikian sambil menunggu proses tersebut, kiranya standar ini dapat diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan perencanaan fasilitas pejalan kaki di kawasan perkotaan, dan kami mengharapkan dari hasil penerapan di lapangan dapat diperoleh masukan-masukan berupa saran dan tanggapan guna penyempurnaan selanjutnya. Jakarta, Juni 1995 DIREKTUR BINA TEKNIK MOHAMAD ANAS ALY DAFTAR ISI Halaman PRAKATA DAFTAR ISI i DAFTAR PUSTAKA ii BAB I. DESKRIPSI 1.1. Maksud dan Tujuan 1 1.1.1. Maksud 1 1.1.2. Tujuan 1 1.2. Ruang Lingkup 1 1.3. Pengertian 1 BAB II. KETENTUAN-KETENTUAN 2.1. Umum 3 2.1.1. Jalur Pejalan kaki 4 2.2. Teknis 8 2.2.1. Jalur Pejalan Kaki 8 2.2.2. Trotoar 9 2.2.3. Fasilitas Penyeberangan 10 BAB III. PROSEDUR PERENCANAAN 3.1. Umum 13 3.2. Teknis 13 3.2.1. Pengumpulan Data 13 3.2.2. Perencanaan 13 LAMPIRAN i DAFTAR PUSTAKA 1. Transport and Laboratory Overseas Development Administration TOWARD SAFER ROADS IN DEVELOPMENT COUNTRIES Guide for Planners Engineers. 2. S2 Program in Highway Engineering Development Institute of Technology Bandung Directorate General Bina Marga Workshop Management of Traffic in Arterial Streets 11-13 April 1989. 3. Lois J. Pignatoro Traffic Engineering Theory and Practice 1973 by PreuticeHall inc. Engle Wood Clarffs. New Jersey. 4. Produced by the Institute of Highways an Transportation with the Development of Transport Road in traffic in Urban Areas. Crown Copyright 1987. 5. Transportation Research Board National Research Council Washington DC 1985 Highway Capacity Manual Special Report 209. 6. Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga Standar Perencanaan Geometri untuk Jalan Perkotaan, Januari 1988. ii BAB I DESKRIPSI 1.1. Maksud dan Tujuan 1.1.1 Maksud Tata cara ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam perencanaan fasilitas pejalan kaki sebagai suatu bagian dan jaringan jalan yang merupakan suatu kesatuan yang terpadu dengan fasilitas pejalan kaki yang disediakan sebagai pelengkap prasarana yang lain serta tata guna lahan pada suatu kawasan perkotaan. 1.1.2. Tujuan Tujuan tata cara ini adalah untuk mendapatkan keseragaman dalam merencanakan suatu fasilitas pejalan kaki sebagai suatu kesatuan yang terpadu dengan sistem jaringan jalan kota serta prasarana yang lain diperkotaan. 1.2. Ruang Lingkup Tata cara ini meliputi deskripsi, ketentuan-ketentuan serta langkah-langkah yang harus diikuti dalam rangka perencanaan fasilitas pejalan kaki di kawasan perkotaan. 1.3. Pengertian Fasilitas Pejalan Kaki Semua bangunan yang disediakan u

Recently converted files (publicly available):