• Document: I. BAHASA PRANCIS PARIWISATA (Le Français du Tourisme)
  • Size: 681.61 KB
  • Uploaded: 2018-10-17 01:22:00
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

I. BAHASA PRANCIS PARIWISATA (Le Français du Tourisme) I. Pendahuluan Mengapa FOS? Français du Tourisme? Pesatnya perkembangan industri pariwisata membawa dampak yang cukup positif diberbagai bidang kehidupan,karena dengan pariwisata diharapkan dapat menggalakan kegiatan ekonomi yang juga memperkuat sektor-sektor lainnya yang terkait, sehingga lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat daerah dan Negara dapat meningkat melalui upaya pengembangan dan pemberdayaan potensi kepariwisataan. Berbagai usaha dan langkah-langkah dilakukan untuk meningkatkan sektor ini, misalnya dengan meningkatkan daerah tujuan wisata, menyangkut sarana dan prasarana yang dibutuhkan wisatawan. Usaha yang paling luas dilakukan adalah dengan menyediakan sumber daya manusia yang andal dan terampil dalam bidang pariwisata. Sekaitan dengan hal tersebut, pendidikan sebagai usaha penyiapan tenaga kerja yaitu membimbing peserta didik berupa pembentukan sikap, pembelajaran dan keterampilan kerja. Untuk mencapai keberhasilan tersebut diperlukan proses pembelajaran yang ditunjang oleh pengajar yang profesioanl dan proporsional dan bahan ajar yang tepat. Salah satu yang dilakukan oleh prodi Prancis PPS UPI dalam menyiapkan pengajar yang profesional untuk menunjang sektor pariwisata adalah adanya mata ajar FOS (Français sur Objectifs Spécifiques) yang salah satu bidang bahasanya adalah bahasa Prancis Pariwisata (Français du Tourisme). II.Uraian Le Français du Tourisme yang dalam bahasa Indonesia disebut Bahasa Prancis Pariwisata merupakan salah satu bidang kajian dalam bahasa Prancis untuk tujuan khusus (Le Français sur Objectifs Spécifiques – FOS) disamping bidang-bidang lain, seperti bahasa Prancis komersial, bahasa Prancis Periklanan, bahasa Prancis kedokteran dan lain-lain. FOS istilah yang diambil dari bahasa Inggris ESP (English on Specific Purpose) memberikan tekanan pada tujuan yang ingin dicapai, yaitu bahasa Prancis spesialisasi. FOS dapat dibedakan dari bahasa Prancis umum ( le français général) melalui 6 (enam) karakteristik berikut : a. Publik (public), b. Bahasa yang diajarkan ( langue enseignée), c. Program pengajaran (organisation du cours), d. Tujuan-tujuan yang ingin dicapai (Objectifs à atteindre), e. Referensi (domaine de référence), f. Pengajar (enseignants). A. Publik Publik atau pembelajar yang belajar FOS biasanya tidak terbatas pada publik sekolah seperti mahasiswa tetapi cenderung pembelajar di luar universitas atau biasanya profesional , calon profesional, spesialis atau calon spesialis.Namun seiring pesatnya bidang-bidang tertentu, seperti bidang pariwisata., maka saat ini di Indonesia berkembang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Pariwisata. Salah satu mata pelajaran yang ada pada kurikulum SMK adalah bahasa Prancis., tentu saja bahasa Prancis yang diharapkan oleh instansi tersebut adalah bahasa Prancis Pariwisata yang bertujuan membekali siswa-siswanya dalam dunia kerja. Contoh lain publik untuk FOS ini Profesional bidang wisata, calon profesional yang ingin menerima wisatawan frankofon di Indonesia. Pebisnis yang ingin mengembangkan usahanya di negara-negara frankofon. B. Bahasa yang diajarkan (Langue enseignée) Walaupun tidak bisa terpisahkan dari bahasa Prancis umum, bahasa Prancis yang diajarkan dalam FOS lebih bersifat bahasa Prancis untuk komunikasi profesional, leksik khusus. C. Penyelenggaran Pengajaran (organisation du cours) Penyelenggaran dalam FOS ini berhubungan dengan 3 hal yaitu tempat, waktu dan frekuensi. C.1. Tempat Tempat penyelenggaran pengajaran untuk FOS ini bisa dilaksanakan tidak hanya di tempat-tempat formal seperti sekolah, PerguruanTinggi atau tempat-tempat kursus bahasa seperti pusat kebudayaan, tetapi juga pengajaran FOS ini dapat berlangsung di tempat-tempat dimana pembelajar itu bekerja, misalnya pengajaran FOS untuk pegawai hotel yang diselenggarakan di hotel tersebut atau pengajaran yang ditujukan untuk para dokter dilaksanakan di rumah sakit, dan sebagainya. Biasanya pengajaran yang diberikan berupa modul-modul intensif untuk waktu yang pendek atau modul- modul tuntas, hal ini tergantung dari kebutuhan pembelajar itu sendiri. C.2. Waktu penyelenggaraan Waktu penyelenggaraan pengajaran di luar pengajaran formal di universitas atau sekolah-sekolah yang biasanya diatur persemester dengan beberapa jam tertentu perminggu, sangat bervariasi tergantung dari kebutuhan pembelajar. C.3. Frekuensi Beberapa contoh dari frekuensi penyelenggaraan pengajaran untuk FOS : Kursus « praktik kata-kata kedokteran » yang ditujukan untuk para dokter yang bertujuan untuk mendapatkan spesialisasi di sebuah universitas kedokteran Prancis : modul intensif dengan 40 – 60 jam pengajaran. Persiapan untuk ujian bahasa Prancis hukum di Chambre de commerce et d’industrie di Paris yang ditujukan untuk ahli hukum atau mahasiswa jurusan hukum luar negri « 80 jam dalam 4 minggu yang terbagi dalam 10 jam bahasa Prancis yuridis dan 10 jam untuk hukum dalam bahasa Prancis dalam seminggu.

Recently converted files (publicly available):