• Document: 1. DESTILASI CAMPURAN BINER ETANOL-AIR
  • Size: 2.21 MB
  • Uploaded: 2019-03-24 09:46:24
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

1. DESTILASI CAMPURAN BINER ETANOL-AIR I. Tujuan Praktikum: Setelah melakukan percobaan destilasi campuran biner etanol-air, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mengoperasikan (startup, mengendalikan dan shutdown) unit distilasi skala pilot plant secara benar dan aman. 2. Mengoperasikan sistem pengendali temperatur air pendingin keluar dari kondenser. 3. Mengoperasikan sistem pengendali laju steam pemanas pada reboiler. 4. Mengendalikan secara manual bagian pengumpanan dan preheater. 5. Mengendalikan secara manual bagian refluks. 6. Mengamati atau mengukur kwalitas produk destilat yang dihasilkan. 7. Menjelaskan prinsip kerja alat utama dan alat instrument yang digunakan pada unit distilasi. II. Dasar Teori Destilasi adalah metoda untuk pemisahan suatu campuran homogen yang berdasarkan pada perbedaan titik didih komponen-komponen yang ada di dalam campuran. Jika suatu campuran ideal dipanaskan maka komponen yang mempunyai titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu dibandingkan yang titik didih lebih besar, sehingga komponen zat volatile akan terdistribusi pada fasa uap lebih besar dari pada didalam fasa cairannya. Berdasarkan Hukum Raoults dan Hukum Dalton, komposisi zat volatile didalam fasa uapnya akan lebih banyak dibandingkan pada fasa cairnya, tergantung pada harga sifat volatilitas relative (αAB) suatu komponen terhadap komponen lain. Hubungan kesetimbangan campuran biner system Etanol (A) – Air (B) pada kondisi tekanan total PT = 101,32 kPa dan temperature standar, campuran Etanol-Air 1 tergolong pada campuran tidak ideal karena sedikit tidak mengikuti hokum hukum Raoult, dimana: (2.1) → Hukum Raoult (2.2) → Hukum Dalton Gambar 2.1 Tray dan bahagian-bahagiannya Pada kolom distilasi fraksinasi terdapat tray dimana pada tray ini terjadi kontak antara aliran uap dari bawah (dari reboiler) dengan cairan yang turun dari atas (dari refluks). Peristiwa kontak ini mengakibatkan terjadi perpindahan massa dari zat non volatile pada fasa uap ke fasa cair atau sebaliknya perpindahan zat volatile dari fasa cair ke fasa uap pada setiap tray. 3.1. Diagram Titik Didih Diagram titik didih adalah diagram yang menggabarkan titik didih dan titik embun yang membentuk kurva pada fraksimol tertentu. Kurva titik didih adalah kurva yang menggambarkan hubungan temperatur pada suatu campuran cairan jenuh yang setimbang dengan campuran uap jenuh diatasnya. 2 Cairan jenuh adalah cairan yang sedang mendidih pada tekanan tertentu. Sedangkan uap jenuh adalah uap yang menjelang atau sedang mengembun. Fraksimol zat volatile A pada fasa cair dinyatakan dengan xA dan fraksimole zat volatile pada fasa uap dinyatakan dengan yA. Selanjutnya data xA, yA dan Temperatur didih (Tabel A.3-23) dapat diplotkan/ digambarkan membentuk garis atau kurva masing-masing disebut dengan kurva titik didih dan kurva titik embun seperti Gambar 1.1 yang disebut dengan Diagram Titik Didih. Gambar 2.2 Diagram Titik Didih Etanol Air. 3.2 Diagram Kesetimbangan (XY) Diagram kesetimbangan adalah diagram yang mengggambarkan kurva kesetimbangan. Kurva kesetimbangan adalah kurva yang menggambarkan hubungan kesetimbangan antara fraksimol komponen volatile yang terdapat didalam fasa cair (xA) dengan fraksimol komponen volatile yang terdapat didalam fasa gas (yA) pada tekanan dan temperature standar atau kondisi tertentu. Data kesetimbangan x-y campuran sistem Etanol–Air dapat dilihat pada Lampiran 1 Tabel A.3-23. Diagram kesetimbangan xy berikut dapat digambarkan dengan memplotkan data x A dan data yA yang dari Table A.3.23. 3 Gambar 2.3 Diagram Kesetimbangan Uap dan Cairan Campuran Etanol-Air 1.3.1. Volatilitas Relatif Pada campuran biner yang mengandung komponen A dan B perbandingan sifat mudah menguap kedua komponen adalah perbandingan yA terhadap yB atau sama dengan: Karena: xA + xB = 1 dan yA + yB = 1 atau atau =1 Dan: yB = 1- yA xB = 1 - xA Maka: = sifat lebih mudah menguap relative komponen A terhadap B. (2.3) 4 Persamaan ini menggambarkan profil konsentrasi komponen A yang dapat digambarkan di dalam diagram yA versus xA, kurva ini disebut dengan kurva kesetimbangan karena distribusi konsentrasi komponen-komponen tersebut terjadi dalam keadaan kesetimbangan. 3.4 Titik Azeotrop Titik azeotrop adalah titik dimana komposisi zat vola

Recently converted files (publicly available):